Sampailah mereka di mansion besar di tengah hutan tersebut,Shany sudah tidak sabar untuk melihat ayahnya dan membawanya pergi dari tempat ini.
Cuaca di luar memang dingin namun tubuhnya merinding bukan karena udara namun hal mengerikan yang keluar dari rumah itu membuatnya gemetar.
Zue keluar dengan banyak luka dan lebam di wajahnya,masih bisa tersenyum menyambut shany yang datang dengan wajah khawatir.
"Zue ada apa denganmu?" Tanya shany khawatir.
Zue hanya bisa tersenyum tipis dan menunduk,"tuan sudah menunggu anda di dalam nona.."
Shany menggigit bibir dalamnya kesal dan masuk begitu saja yang diikuti oleh Lucy,
Faktanya ia sangat ketakutan namun shany berusaha memberanikan diri untuk terus berjalan ke dalam.
Dari atas max datang dengan santainya memakai setelan celana bahan dan kaos ketat yang seolah di buat khusus untuknya,ia tersenyum bahagia dengan mata Merah menyalanya,yang bertanda suasana hatinya di kuasai Lucifer.
Shany tidak gentar ia malah melangkah pelan selaras dengan langkah Lucifer yang turun mendekatinya,"dimana dad?"
"Kau tidak rindu padaku? Seharusnya kau meminta maaf padaku bukan?"
Shany mengerenyit tidak percaya,"Aku kabur bukan suatu kesalahan Lucifer! Sekarang beritahu dimana dad!"
Lucifer sampai di depannya meski hanya tersisa empat langkah namun wajah shany seolah lebih jelas dari apapun,"Mendekatlah dan peluk aku."
Shany menggeleng,"tidak mau! Dimana dad?!"
Lucifer menaikkan alis kanannya,"Ayolah,kau membuatku menunggu sayang.."
"Lucifer,aku akan lakukan apapun tapi lepaskan dad terlebih dahulu!" Serunya pelan.
Lucifer seolah tuli ia masih merentangkan tangannya dengan lebar seolah ingin sekali membekap tubuh shany,"Satu.."
"Kenapa kau selalu mengancam!?"
"Dua.."
"Aku sangat membencimu!"
Setelah kalimat terakhirnya Shany terpaksa membawa tubuh mungilnya memeluk pria kekar itu,merasakan dingin sekaligus nyaman yang seharusnya tidak ia sukai.
Tangisnya pecah saat merasakan usapan sensual dari belakang punggungnya itu bahkan seperti duri yang menusuk tiap senti kulitnya.
"Ah nyaman sekali,jika kau menurut begini semua akan baik baik saja bukan? Coba pikirkan jika kau tidak kabur semua tidak akan terjadi,sayang.."
Itu benar,ini memang salahnya. Shany semakin mengeratkan pelukannya ia bahkan melupakan bagaimana dia begitu membenci Lucifer.
"Aku juga sangat mencintaimu sayang."
Lucifer sama gilanya!
"Aku tahu,itu karena mu."
Lucifer menarik tubuh shany dan menggendong nya ala bridal style menuju lantai atas,tujuannya adalah kamarnya.
Shany masih menutup matanya ia tidak sudi melihat wajah Lucifer yang penuh dengan kemenangan telah mengalahkan semua kekuatannya.
Shany di turunkan di ranjang dengan hati hati,obsesinya pada shany membuat seolah olah gadis di depannya adalah boneka yang harus di jaga sebegitu rapi nya.
"Buka mata indah mu,," pinta Lucifer sambil menyingkirkan rambut gadis itu dari wajahnya.
Shany menurut dan membuka manik hijaunya dan kini bisa melihat jelas wajah dewa milik pria itu,"Aku bahkan tidak secantik gadis yang mungkin kau temui,kenapa harus aku Lucifer?"
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐏𝐑𝐈𝐀 𝐁𝐈𝐒𝐔 𝐉𝐄𝐋𝐄𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐁𝐋𝐈𝐒
Aktuelle Literatur[Hiatus beybeh] 𝘚𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 Jika memang membantu seseorang adalah hal buruk mungkin Shany kecil memilih pergi pulang daripada membantu seseorang yang di rundung. berteman berbinca...
