Restu

5K 286 31
                                        

"Sebaiknya kita masuk,ini sudah setengah jam!"

"Tapi Mr. Aderson belum beri aba aba,tidak ada suara apapun lagi.."

Ketua polisi terheran sekaligus penasaran karena tidak ada suara masuk sejak dua menit lalu hanya hening dan suara hutan.

Wajah mereka penuh dengan tekanan akan hal yang terjadi di dalam namun tetap waspada dan menunggu karena takut jika bertindak seenak hati maka akan terjadi hal lebih buruk lagi.

Di sisi lain shany terkejut dengan datangnya lucy dengan sebuah pistol di tangannya,pertanyaan dalam hatinya menggaruk isi otaknya.

Dia akan mati hari ini?

Atau..

"Anda di perintahkan untuk keluar dari kamar,dengan borgol ini." Menunjukan borgol yang ada di tangan kanan lucy.

Shany setuju,dia sudah tidak sabar untuk melihat keadaan ayahnya di luar dengan cara apapun.

Semua baik baik saja sebelum ia melihat kedua orang tua nya dalam keadaan mengenaskan,pandangannya bertemu dengan sang ayah yang langsung tersenyum lirih.

Hatinya berdenyut nyeri melihat keadaan orang tuanya,ini salahku  batinnya,seharusnya dia tidak melakukan semua ini.

Shany ingin berlari dan memeluk ayahnya namun cengkraman di siku nya membuatnya sulit bergerak,untuk ukuran perempuan tenaga lucy cukup kuat,atau memang shany yang terlalu lemah?

Pandangannya beralih pada Zac yang tersenyum bangga,pria itu melipat kemejanya sambil menarik gadis itu di sampingnya.

"Hai sayang,lihat? Ayah ibumu datang,kau bahagia? Oh tentu saja bukan.." katanya meremas pinggang ramping shany.

"Putriku.." lirih kedua orang tua yang kini tidak berdaya dengan lengan yang diikat di belakang.

Shany terisak,"Dad..mom."

"Maafkan kami yang tidak becus menjagamu nak,"

Nyonya Aderson mengangguk,"seharusnya kami melarangmu untuk datang ke rumah nenek mu.."

Zac memutar bola matanya malas,"Sudah cukup dramanya!"

"Sayang,,lihat? Aku bahkan bersikap baik dengan menyuruh mereka duduk di sofa kesayanganku bukan? Aku baik kan?"

Shany mengangguk,"tapi kumohon lepaskan ikatakan mereka."

Zac menolak pelan,"Mereka hampir membunuhku,kau tidak lihat? Mereka sengaja membawa polisi untuk membunuh ku sayang,mereka akan memisahkanmu denganku!"

"Kamu benci mereka bukan?"  Lanjutnya.

Shany melangkah maju namun di tahan oleh Zac pria itu meremas bahu cantik itu sambil mencium pipi shany,"Katakan pada mereka bahwa kau mencintaku dan akan hidup selamanya bersamaku."

Shany berbalik dan menatap Zac,"aku akan melakukan apapun tapi lepaskan mereka!"

Zac tersenyum lagi,"apa? Coba ulangi?"

"TIDAK! SHANY PERGI DARI SINI" Teriak sang ibu.

Shany enggan menoleh ia masih menatap zac tajam,"lepaskan orang tuaku dan aku milikmu!"

"Milikku?" Tanya zac lagi,lengan kekarnya menyentuh leher halus itu pelan merasakan keringat dingin yang kini membasahi leher gadis itu.

Shany mengangguk,"T-tapi kumohon lepaskan mereka." Menunjuk orang tuanya.

"Tidak sayang! Jangan gegabah,di luar ada banyak polisi kau bisa pergi dari sini--"

"Dan membiarkan kalian mati?! Aku tidak bisa.." cicitnya.

𝐏𝐑𝐈𝐀 𝐁𝐈𝐒𝐔 𝐉𝐄𝐋𝐄𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐁𝐋𝐈𝐒Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang