Kacau,satu kata ketika Zue masuk ke dalam kamar tuan muda nya. Dua jam lalu keadaan rumah menjadi ramai jeritan shany terdengar hingga ke lantai bawah.
Dan lima menit lalu Tuan muda nya menyuruh untuk merawat shany di kamar dan wanita itu kini masuk dengan kotak obat di tangannya.
Di dalam gadis itu tengah berbaring sambil menangis di bawah selimutnya,Zue melihat itu iba dan langsung mendekati shany. Gadis itu terkejut ketika seseorang duduk di ranjangnya namun ia kembali tenang saat melihat zue yang tersenyum tipis padanya.
Shany langsung memeluk wanita itu sambil menangis,ia memeluknya dengan erat sedangkan Zue dengan senang hati menepuk nepuk punggung gadis itu demi menenangkan Shany.
Namun ketika tepukan ke tiga lengan Zue tidak sengaja terkena luka Shany sehingga membuat gadis itu meringis.
"Ada apa nona?"
Shany menguraikan pelukannya dan sedikit berbalik memperlihatkan luka yang Max buat untuknya awalnya Zue terkejut namun akhirnya wanita itu mengerti kenapa tuannya menyuruh untuk mengobati gadis ini.
"Apa itu Zue? Kenapa begitu sakit?" Tanya shany.
Zue tersenyum tipis wanita itu menarik lengan shany pelan,"mari bersihkan dulu tubuh anda,baru saya akan mengobati lukanya."
Shany mengangguk dan membalut tubuhnya dengan selimut,gadis itu pergi ke kamar mandi namun se sampainya di sama betapa terkejutnya saat dia membalikkan badannya ternyata 'tatto' yang di maksud Max adalah ukiran garis dari belati yang bertulis,
Mine
Shany terkejut bukan main dan menutup mulutnya dengan tangannya,gadis itu memejamkan matanya sambil menangis.
Zue datang dan mengambil selimut gadis itu,"duduklah di bathtub nona,saya akan membantu anda membersihkan diri."
"Kenapa dia melakukan ini Zue? Tidak berhak kah aku hidup dengan damai? Dia membunuh nenekku,apa setelah ini dia akan membunuhku?"
Zue berdehem pelan menuntun gadis itu untuk duduk di bathtub,"jika tuan ingin membunuh anda kenapa tidak sejak awal? Oleh sebab itu pun tuan sangat mencintai anda."
"Cinta tidak saling melukai zue."
Wanita itu mulai memijat kepala shany,"setiap orang punya cara yang berbeda dalam mengungkap isi perasaan nya nona,mungkin ini cara tuan.."
Shany memejamkan matanya mencoba membiarkan rasa perih dari luka lukanya,"Jika dari awal anda menurut mungkin tuan Zac tidak akan keluar."
"Maksudmu?"
"Zac adalah tuan Max versi paling sadis,terakhir kali terlihat saat tuan besar tiada. Tuan Zac pernah menikam perut kakeknya karena membuat tuan besar tiada."
Shany merinding,"jadi kini Zac datang karena apa?"
Zue bergumam pelan,"setau saya jika puncak amarah tuan sudah sampai puncak maka Tuan Zac akan datang. Jika Tuan Zac datang maka karakternya berbeda menjadi lebih liar dan kasar."
"Daripada Tuan Lucifer dan Max tuan Zac lebih liar,mulai dari pakaian dan juga gaya berbicara juga berbeda dan.." Lanjutnya.
"dan apa?"
"akan sulit untuk tuan max mengambil alih kembali,butuh waktu lama untuk tuan max mengambil alih kepribadiannya."
Shany menghela nafasnya pelan sambil mengosongkan paru parunya gadis itu,baru menyadari satu hal. Dia terjebak dalam hubungan obsesi pria dengan trauma berat dan sulit untuk di bantah.
Melihat luka di tubuhnya dan kejadian yang selama ini terjadi gadis itu mulai pasrah dengan semua yang terjadi dan akan terjadi.
"Nona,saya sudah menganggap nona seperti putri saya. Karena saya tidak menikah dan punya anak,saya hanya meminta satu hal dari anda."
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐏𝐑𝐈𝐀 𝐁𝐈𝐒𝐔 𝐉𝐄𝐋𝐄𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐁𝐋𝐈𝐒
Ficción General[Hiatus beybeh] 𝘚𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 Jika memang membantu seseorang adalah hal buruk mungkin Shany kecil memilih pergi pulang daripada membantu seseorang yang di rundung. berteman berbinca...
