"Tuan Aderson kita harus cepat! Takut jika shany kenapa napa--"
"Kecilkan suaramu nak,kau mengganggu konsentrasi ku. Putriku akan baik baik saja,ada ayahmu dan beberapa polisi di belakang kita."
Semua orang ikut gelisah terutama April yang akhirnya ikut turun tangan dan ikut ke lokasi tersangka,sepanjang sore ini tidak ada kendala dan rencana untuk mengungkap isi rumah tua itu kini menjadi kasus yang lumayan ramai di kalangan para polisi.
Jarak dari kota ke desa memang cukup dan memakan sekitar kurang lebih 2 jam perjalanan tanpa macet,polisi berencana untuk membawa orang untuk mengepung rumah tersebut. Meskipun niat mereka hanya perlu mematikan.
Sesampainya di perbatasan jalan mereka masuk ke sebuah jalan dimana disinya hanya ada pohon pinus yang rimbun,dan hujan tiba tiba saja mengguyur. Masalah yang sedari tadi di hindari kini terjadi dan itu cukup menyulitkan mereka.
Jalanan di sana cukup buruk karena minimnya perbaikan yang di lakukan pemerintah jadi ada jalan yang berlubang dan juga banyak dedaunan besar pohon yang tidak di bersihkan.
"Ck! Kenapa harus hari ini.." gerutu Mr. Aderson.
Masalah terjadi lagi saat di tengah perjalanan sebuah pohon berukuran sedang terjatuh ke jalan besar,beruntungnya tidak ada yang terluka maupun tertimbun pohon tersebut.
"Sial sial sial!"
"Apa yang harus kulakukan!?"
Tuan Aderson mengerem mendadak,dia beberapa kali menekan klakson mobilnya sambil memukul stir kemudi karena kesal,"Astaga kenapa harus terjadi sekarang?!"
"Tenang tuan,kita singkirkan dulu pohon baru kita lanjut perjalannnya."
Beberapa orang turun dari mobil belakang dan mengetuk jendela tuan Aderson memberi kode agar menyingkirkan dulu benda itu lalu lanjut perjalanan.
Ini sedikit menyulitkan dimana hujan deras dan juga perjalanan yang lumayan masih jauh untuk sampai,dan kini masalah datang.
"Tenang Aderson,kita akan segera menemukan putrimu." Ucap sang ayah April.
***
"Kau gila! Jangan,max-"
Plakk
"Kau bilang apa tadi,hm?"
Shany menangis tersedu sedu posisinya sekarang begitu menyedihkan,tubuhnya berbaring terlungkup dengan tubuh yang hampir semua telanjang,pria itu menanggalkan celana dalamnya dan menarik ke atas gaun malamnya.
Lengannya sendiri di ikat dan di taruh di atas kepalanya dengan bokong cantiknya yang sudah memerah karena Zac terus memukul nya.
"Z-zac.."
"Nice, little Bunny.."
"Malam ini adalah hukumanmu jadi diam dalam posisi ini atau aku akan benar benar menggagahimu malam ini.." lanjutnya.
Shany masih menangis tersedu dengan tubuh yang lemas,usai cambukan ikat pingang di bokongnya kini entah apa yang akan Zac lakukan.
Sebenarnya ada berapa banyak alter ego nya? Si brengsek itu kini akan menyiksaku?!
Ketakutannya menjadi semakin besar ketika ranjang mereka bergoyang menandakan orang itu telah kembali,shany melirik sedikit dan membelakkan matanya ketika melihat Zac datang dengan sebuah pisau kecil yang mirip dengan,belati?
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐏𝐑𝐈𝐀 𝐁𝐈𝐒𝐔 𝐉𝐄𝐋𝐄𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐁𝐋𝐈𝐒
Ficción General[Hiatus beybeh] 𝘚𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 Jika memang membantu seseorang adalah hal buruk mungkin Shany kecil memilih pergi pulang daripada membantu seseorang yang di rundung. berteman berbinca...
