WARN! sexualiy,obsession,and DID
Jadi tolong para readers ku tersayang harap bijak dalam membaca ya,meskipun ku tahu larangan adalah perintah bagi kita semua hihihihi
Selamat Membaca Darl..
Fakta sesungguhnya bahkan aku tidak bisa menolak sentuhan indah itu,semakin aku membencinya semakin diriku mendambanya.
Gaunnya tandas hingga jatuh ke lantai yang tersisa hanya lapisan terakhir dari hal yang membuat pipi memerah,wajahnya yang kini semerah tomat segar di tutupi oleh kedua tangan yang sudah terlepas dari borgolnya.
sentuhan halus merembet hingga membuat merinding di perutnya,kupu kupu terasa berterbangan membuat rasa geli hingga ke pembuluh darah,merasakan dinginnya bibir merah yang menyentuh tidak sopan hingga ke belahan dada.
lengkuhan manis terdengar merdu menghiraukan gengsi lima menit lalu yang berkata hal yang bertolak belakang,tidak munafik tapi sentuhan lembut itu memanjakannya,bagaimana jari itu meremas gundukan sintal yang kini memerah karena ciuman ganas dari Max.
pria yang egois itu masih dengan pakaiannya yang lengkap dengan sebuah tali yang di kantongi yang baru ia lihat,mata Max yang tidak lepas memandangi ekspresi shany yang membuatnya puas di sela buaian nya.
tubuh indah itu menegang sambil menaikkan pinggulnya ketika jari indah max mulai memaksa masuk ke celana dalamnya,kepalanya menggeleng menahan lengan kekar itu untuk tidak masuk lebih jauh.
"j-jangan!"
max menaikkan alisnya sebelah sambil menyisir rambutnya yang kini basah karena keringat,ia membuka kaus yang di pakai dan memperlihatkan tubuh kekar impian pria dan kepuasan wanita di seluruh dunia,bagaimana semua terpahat dengan sempurna di sana,ada tatto indah di sekitar pinggangnya membuat kesan seksi.
"kau yakin? aku pastikan kau menikmatinya sayang.."
shany menggeleng ia hendak menarik selimut namun lengan max menahannya dan mengikat kedua tangannya ke atas lalu mencium bibir gadis itu yang hampir membengkak karena ulahnya,"tidak hari ini shany."
shany meneteskan air matanya untuk kesekian kalinya,wajah brengsek max seolah membisiknya dan membuatnya tergoda untuk berkata,
Makan aku sepuasmu!
shany merutuki dirinya sendiri terlebih ketika ia terbuai dengan ciuman panas dari max,pria itu melahapnya seolah tidak ada hari esok bahkan meninggalkan banyak tanda keunguan di dada dan lehernya,menghisap dan menggigit bagian yang ia sukai, max tidak segan meremas beberapa kali payudara indah itu hingga memerah.
"Kau suka?"
pertanyaan bodoh di sela ciuman mereka itu membuat shany ingin menampar pria di depannya,bagaimana wajah sombong yang memerah itu seolah berkata bahwa ia menang untuk malam ini.
"aku membencimu max!" seru shany.
"katakan itu setelah kau keluar nanti."
max terkekeh lalu menjulurkan lidahnya menunduk menatap vagina shany yang memerah bahkan itu hampir membasahi ranjang yang mereka,shany tak kuat menahan malu ia memalingkan wajahnya,"jangan menatapnya Max!"
max tersenyum smirk,"aku sedang berfikir apakah kau akan kuat menampung milikku." shany melotot mendengar kalimat max yang menurutnya terlalu frontal.
"dasar gila!"
max membasahi bibir merahnya namun bukan karena semua itu,ia sangat suka menggoda gadis manis di bawahnya,lengannya mulai turun untuk mengusap halus labia panas itu. lidahnya kembali membasahi bibirnya, merasakan hangatnya jarinya mulai bermain disana.
KAMU SEDANG MEMBACA
𝐏𝐑𝐈𝐀 𝐁𝐈𝐒𝐔 𝐉𝐄𝐋𝐄𝐌𝐀𝐀𝐍 𝐈𝐁𝐋𝐈𝐒
Fiksi Umum[Hiatus beybeh] 𝘚𝘦𝘩𝘢𝘳𝘶𝘴𝘯𝘺𝘢 𝘢𝘬𝘶 𝘵𝘪𝘥𝘢𝘬 𝘮𝘦𝘮𝘣𝘢𝘯𝘵𝘶 𝘯𝘺𝘢 𝘥𝘢𝘯 𝘱𝘦𝘳𝘨𝘪 Jika memang membantu seseorang adalah hal buruk mungkin Shany kecil memilih pergi pulang daripada membantu seseorang yang di rundung. berteman berbinca...
