"Mohon perhatiannya anak-anak, silahkan semua murid SMA Galaxy maupun SMA dari sekolah lain mohon berkumpul di lapangan!" ucap Bu Rum lewat mic.
Semua murid pun langsung berjalan menghampiri lapangan, sesuai perintah dari Bu Rum.
"Kira-kira ada apaan ya kita semua dikumpulin di lapangan?" tanya Nara seraya menghentikan kegiatannya menyapu taman sekolah.
"Yang pasti sih berhubungan dengan festival besok," jawab Aghata yang juga menghentikan menyapu taman sekolah.
"Yaudah yuk kita ke lapangan sekarang!" ajak Thalia yang diangguki oleh kedua temannya tersebut.
Mereka bertiga pun menaruh sapunya di dinding sekolah, lalu berjalan meninggalkan taman sekolah yang masih belum selesai dibersihkan.
"Aduh, Bu Rum ini kalau nyuruh kumpul liat waktu bisa gak sih? Gue baru aja mau makan anjir," kesal Radit karena baru saja mau memasukkan baksonya kedalam mulut tapi gak jadi.
"Gws!" balas Karel tertawa kecil.
Lalu Karel berdiri dari duduknya sambil memakan batagornya. Sedangkan Radit memakan baksonya tadi yang gak sempat masuk ke mulut, lalu dia berdiri sambil membawa mangkok baksonya itu dan menitipkannya ke kang mamang.
"Mang, Radit nitip bakso ya! Ini baru dimakan satu sendok, sayang kalau dibuang. Radit mau kumpul di lapangan dulu," ucap Radit seraya menyerahkan mangkok baksonya ke kang mamang.
"Aman, Den. Selama dititipin ke kang mamang, dijamin baksonya gak bakalan dingin," balas kang Mamang.
"Makasih, Mang. Radit pergi dulu."
Lalu Radit pun berlari kearah lapangan sekolah yang sudah penuh dengan bangsa manusia.
"Assalamualaikum anak-anak, apakah sudah hadir semuanya?" tanya Bu Rum diatas panggung yang dikit lagi jadi.
"SUDAH BU."
"Oke, kenapa ibu ngumpulin kalian semua disini? Karena ibu mau ngasih info penting kepada kalian semua," ucap Bu Rum lewat mic yang dia pegang ditangan kanannya.
"Sebelum itu, ibu dan guru-guru yang lainnya mau mengucapkan terimakasih kepada semua murid Galaxy dan murid-murid SMA lain yang sudah hadir hari ini untuk melakukan gladi bersih," lanjutnya yang langsung disoraki meriah oleh semua murid.
"Nah, info pentingnya adalah festival tahunan di SMA Galaxy ini akan lebih meriah dibandingkan dengan tahun lalu. Dikarenakan ada penampilan spesial dari artis terkenal yaitu Bernadya, Afgan, Mahalini, Tiara Andini, Tulus, Hindia dan juga Ungu."
Semua murid pun langsung berteriak histeris, membuat seisi sekolah semakin rame.
"HUWAA, AFGAN I'M COMING!"
Teriakan Nara barusan membuat telinga Aghata Thalia dan juga Radit pengang. Sehingga mereka bertiga langsung menutup telinganya.
"Woy! Bisa gak gak usah teriak-teriak? Pengang nih kuping gue!" ucap Radit memarahi Nara.
"Bodo amat!" tekan Nara seraya melototkan matanya.
Aghata menggelengkan kepalanya melihat tingkah dua sejoli disampingnya itu.
Tiba-tiba sebuah tangan merangkul pundak Aghata, sehingga membuat sang empu kaget. Dia pun langsung menatap kearah sosok yang merangkulnya tersebut.
Hal pertama yang dia lihat adalah senyuman manis dari cowok yang selama ini dia kejar.
"Rafka."
"Hai, girl."
Melihat senyum manis Rafka, hati Aghata sedikit bergetar karena deg-degan.
KAMU SEDANG MEMBACA
Evil Beside Angel (END)
Teen FictionTidak semua orang sifatnya akan sesuai dengan wajahnya yang terlihat baik, bisa jadi sebaliknya. Begitulah kisah dari salah satu remaja yang bernama Agatha, dia menyukai seorang pria di sekolah barunya yang membuatnya nekad untuk mengejarnya lebih d...
