59

273 28 3
                                        

Aghata menatap Karel dengan wajah shocknya. "Gue butuh bukti itu!"

"Gue kan udah bilang barusan, gue bakal kasih bukti itu asal lo berhenti ngelakuin niat jah-" belum sempat selesai ngomong, Aghata langsung memotong ucapan Karel.

"IYA! Gue bakal berhenti ngelakuin balas dendam gue ke Rafka!" ucap Aghata yakin.

"Balas dendam?"

Semuanya langsung kaget ketika mendengar suara tersebut, apalagi Aghata. Dia semakin kaget ketika mendengar suara yang sangat dia kenal. Lalu mereka mengalihkan pandangannya pada suara tersebut.

"Ra-fka."

Tatapan Rafka terlihat sangat tajam. Terlihat jelas kalau dia udah mendengar semuanya, Karel sangat tau dengan wajah marah Rafka. Dan ya, seperti sekarang wajah marah Rafka terlihat.

Rafka berjalan menghampiri Aghata yang sudah berkaca-kaca. Aghata takut! Dia bukan takut dengan wajah marah Rafka, tapi dia takut Rafka akan membencinya di saat dia sudah memiliki perasaan terhadapnya.

Rafka terus menatap tajam wajah Aghata yang sudah berlinang air mata. "Gue pikir lo ngedeketin gue karena lo beneran suka sama gue."

Deg

"Rafka sudah tidak mengatakan aku-kamu lagi, dia beneran marah sama gue?" batin Aghata.

"Tapi ternyata dibalik sikap manis lo selama ini itu untuk ngebuat gue hancur dan diam-diam mau membunuh gue, hm?"

"Raf, bukan gitu maksud aku. Aku salah paham sama semua ini Raf." ucap Aghata berusaha menjelaskan semuanya dengan air mata yang terus mengalir di pipinya.

"Salah paham apalagi Ta? Jelas-jelas lo mau balas dendam ke gue! Bahkan gue aja gak tau alasan lo mau balas dendam ke gue." balas Rafka dengan wajah memerah karena marah.

Thalia yang melihat Rafka sedikit menyentak Aghata ingin menghentikannya, namun Karel menarik tangannya untuk tidak ikut campur.

"Jangan ikut campur!" bisik Karel.

Thalia ingin protes namun tidak jadi ketika melihat tatapan tajam Karel. Lalu ia pun menghembuskan nafasnya kasar.

"Gue kecewa sama lo!"

"Sekarang lo udah puas kan?"

Aghata menggeleng-gelengkan kepalanya dengan air mata yang terus mengalir.

"Puas kan lo? Puas kan lo udah bikin gue jatuh cinta sekaligus kecewa sama lo!" Rafka menatap Aghata dengan raut kecewa, tanpa sadar setetes air mata jatuh dari pipinya. Namun, dia dengan cepat menepisnya.

"Sakit, sakit rasanya mendengar Rafka berkata seperti itu." batin Aghata dengan air mata yang semakin deras.

"Mulai sekarang kita udah gak ada hubungan apa-apa lagi!"

Aghata melototkan matanya, dia menggelengkan kepalanya. Dia berusaha meraih tangan Rafka yang selalu ditepis oleh Rafka.

"Nggak! Nggak Raf, jangan putusin aku pliss!"

"Gue mau kita putus!"

"Jangan lagi lo datang dalam kehidupan gue! Karena gue benci melihat orang munafik kayak lo!"

Air mata Aghata semakin mengalir ketika mendengar perkataan Rafka yang ia takutkan. "Raf, maafin aku."

Lalu Rafka meninggalkan Aghata yang sedang menangis tersedu-sedu dengan wajah penuh kecewa.

"RAFKA! MAAFIN AKU! JANGAN BENCI AKU RAFKAA!"

Rafka terus berjalan mengabaikan teriakan Aghata.

Sedangkan Thalia yang melihat kondisi pilu Aghata pun langsung berjalan menghampirinya dan memeluknya dengan sangat erat. Sedangkan Karel berlari mengejar Rafka yang sedang marah.

Evil Beside Angel (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang