71

159 19 7
                                        

"Anak-anak?"

Semuanya melihat kearah suara tersebut. Di sana terdapat Guntur papa Aghata, Bagas, Aldi, dan Gavin yang sedang menatap mereka dengan ekspresi bingung.

Yasmin berdiri dari duduknya sambil tersenyum lebar, lalu dia menghampiri suaminya yang sedang menatapnya bingung.

"Ma, maksud anak-anak apa?" tanya Guntur mengulang pertanyaannya yang belum sempat dijawab tadi.

"Anak-anak kita pa." jawab Yasmin tanpa melunturkan senyumnya. Namun, Guntur masih belum paham dengan maksud Yasmin. "Maksud mama?"

"Anak kita yang hilang dulu udah balik pa, dia sekarang udah besar dan cantik." kata Yasmin seraya menatap lembut pada Thalia. Sedangkan Guntur mengikuti kearah mana pandangan istrinya tersebut.

"Papa."

Guntur menatap tak percaya kala Thalia memanggilnya papa. Dengan cepat dia langsung menghamburkan dirinya kedalam pelukan anaknya yang telah lama hilang. Dia memeluk Thalia dengan sangat erat, begitupun dengan Thalia yang juga membalasnya tak kalah erat.

"Anakku." kata Guntur yang tanpa sadar sudah meneteskan air matanya. Bukan hanya Guntur yang menangis, tetapi Thalia juga ikut menangis.

Aghata yang melihatnya langsung tersenyum lebar dalam dekapan Rafka. Begitupun dengan Yasmin yang juga ikut tersenyum melihat keluarganya lengkap, meskipun harus kehilangan satu lagi.

Guntur melepaskan pelukannya, lalu dia menatap wajah cantik Thalia yang sangat mirip dengan Aghata. "Kamu selama ini tinggal dimana? Apakah tidak menderita? Kamu baik-baik aja kan?" dia melontarkan banyak pertanyaan pada Thalia.

"Aku baik-baik aja kok pa, orang tua angkatku sangat baik banget. Jadi, papa tenang saja." jawab Thalia dengan bijak.

"Maafin papa ya, papa gagal menjagamu pada saat itu. Saking senangnya papa bisa mempunyai anak kembar, sampai membuat papa kecolongan karena kurang waspada." ungkap Guntur dengan wajah menyesal.

Thalia tersenyum, "Gak papa kok pa, namanya juga musibah." katanya dengan wajah tenang.

"Papa nih keasikan sama Thalia, sampai lupa anaknya yang sedang sakit ini," sahut Aghata bercanda. Guntur yang mendengarnya pun langsung tertawa dan langsung memeluk Aghata.

"Utututu, anak papa cemburu sama kembarannya ya." godanya yang langsung mendapatkan tawaan dari orang sekitarnya.

"Dasar manja!"

Aghata langsung melirik tajam kearah Rafka, "Biarin, aku manjanya ke papa kok bukan ke kamu." jawabannya sedikit nyolot.

Guntur yang melihat Rafka pun langsung merasa tidak asing, "Kamu Rafka kan? Adiknya Syila?" tanyanya to the point.

"Iya, om. Saya Rafka, adiknya kak Arsyila," jawab Rafka dengan sopan.

"Pantesan wajah kamu tidak asing," kata Guntur. "Dimana Syila sekarang?" lanjutnya penasaran.

"Dia di luar negeri, om."

"Ngapain?"

Rafka terdiam, mulutnya seperti ditempeli lem. Berat rasanya untuk menjawabnya, karena dia jadi teringat problem antara dirinya dengan kak Arsyil. Sedangkan Aghata yang menyadari keterdiaman Rafka pun langsung menyahuti pertanyaan papanya yang sangat kepo.

"Kepo banget sih papa."

"Ya, namanya orang penasaran. Harus kepo dong," balas Guntur.

"Udah deh, pa. Gak usah tanya-tanya terus, kalau Rafka gak mau jawab ya udah jangan dipaksa." sahut Yasmin menghampiri suaminya.

Evil Beside Angel (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang