45

347 40 7
                                        

Kreeek

Seorang laki-laki berjalan masuk kedalam gudang. Dia menoleh kekiri kanan untuk mencari keberadaan seseorang. Namun, dia tidak menemukan seseorang yang dia cari. Lalu dia pun menelpon seseorang untuk bertanya dimana keberadaan Aghata. Yup, seseorang yang dicarinya adalah Aghata. Dia adalah Damar yang bertugas untuk menculik Aghata digudang sekolah. Namun, Aghata tidak ada didalam gudang tersebut.

"Halo, Stev. Ini lo beneran ngunci Aghata digudang kan?" tanya Damar setelah sambungan telponnya terhubung dengan Stevi.

"Iya, Mar. Gue beneran ngunci dia di gudang," jawab Stevi diseberang sana.

"Tapi kok ini gak ada siapa-siapa sih didalam gudang," balas Damar.

"Hah, yang bener lo Mar?" tanya Stevi gak percaya.

"Ya bener lah. Ngapain juga gue boong ege!" balas Damar.

"Kok bisa gak ada ya? Kemana tuh anak? Bentar, Mar. Gue kesana!" ucap Stevi seraya mematikan sambungannya sepihak.

"Kita sampai kapan sembunyi disini?" bisik Aghata.

Rafka menoleh kearah Aghata, namun dia tidak bisa berkata-kata. Bibirnya tiba-tiba bungkam saat melihat wajah cantik Aghata sangat dekat dengan wajahnya. Bahkan dia bisa merasakan hembusan nafas Aghata yang hangat. Hal itu membuat hati Rafka berdetak cepat, dia terus menatap fokus pada Aghata. Menatap kecantikan Aghata yang membuatnya berdebar-debar.

"Masyaallah, cantik banget buset!" batin Rafka sambil meneguk ludahnya susah payah.

"DAMAR! KEMANA LARINYA AGHATA?"

Lamunannya pun buyar, karena kedatangan Stevi yang berteriak keras. Sehingga Rafka dan Aghata kembali membungkam mulutnya dan melihat kearah Damar dan Stevi.

"Ya mana gue tau ege, kan lo yang ngunci! Gimana sih," jawab Damar.

Stevi mengacak-acak rambutnya, "Kok bisa kabur sih? Padahal tadi udah jelas-jelas gue kunci dia disini!" ucapnya dengan perasaan yang campur aduk.

"Coba lo ingat-ingat sebelum Lo pergi dari sini ada gak orang yang datang ke gudang?" tanya Damar.

Stevi mengingat kembali siapa orang yang datang ke gudang saat dia sudah pergi.

Flashback

"Stev," panggil Rafka.

Mendengar suara Rafka, Stevi pun langsung memutar tubuhnya dengan wajah panik.

"R-rafka."

"Ngapain lo disini? Aghata mana?" tanya Rafka.

Stevi terdiam seperti batu. "Aduh, gawat! Rafka ngapain sih kesini," batinnya panik.

"Eum, tadi Aghata tiba-tiba kebelet terus dia nyuruh gue tunggu disini dulu," jawab Stevi ngasal. "Untung Aghata gak bersuara didalam gudang. Jadi, gue bisa kasih alasan deh ke Rafka." lanjutnya dalam hati dengan perasaan senang.

"Lo sendiri ngapain kesini?" tanya balik Stevi.

"Gue mau ketemu Aghata."

"Oh, gitu."

Lalu mereka berdua pun langsung terdiam sambil menunggu kedatangan Aghata.

"Kalau begini terus gue bakalan ketahuan. Mending gue cari alasan buat pergi dari sini," batin Stevi.

"Eeh, Rafka. Ini tiba-tiba gue ditelpon sama nyokap gue, kalau begitu gue pergi dulu ya! Nanti kalau Aghata udah datang bilangin aja gue udah pergi dan soal omongan yang ingin gue omongin itu ditunda dulu ya," jelas Stevi berbohong.

Evil Beside Angel (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang