Rafka mengantarkan Aghata ke depan rumahnya dengan selamat. Kini mereka sedang mengobrol sedikit didepan mobil Rafka.
"Jangan lupa mimpiin aku ya nanti!" goda Rafka seraya tersenyum lebar sehingga menciptakan wajah yang sangat tampan.
Aghata yang digoda pun langsung salting dan malu-malu. "Apaan sih kamu! Tanpa kamu suruh pun aku juga udah mimpiin kamu terus." balasnya dengan senyum malu-malu.
Sedangkan Rafka yang malah digoda balik pun langsung tersenyum salting, namun dia menahannya sebisa mungkin.
"Udah ah, aku masuk dulu! Bye sayang!" pamit Aghata mengalihkan pembicaraan supaya hatinya berhenti dag-dig-dug. Karena akan semakin bahaya jika dia terus berduaan bersama Rafka.
Rafka tersenyum lebar seraya berkata, "Iya, sayang. Good night my baby Tata."
Aghatha mengerutkan keningnya kala Rafka memanggilnya Tata. "Tata?" tanyanya dengan wajah bingung.
"Iya, Tata. Panggilan sayang dari aku."
Aghata tersipu malu kala Rafka memberinya panggilan sayang. "Ah, Athan bisa aja." balasnya seraya menepuk pelan dada Rafka.
"Athan?"
"Iya, nama belakang kamu. Rafka Arshad Fathan di panggil Athan sama Tata." Aghata tersenyum lebar menampilkan gigi rapinya disertai dimple kecil di pipi kirinya yang semakin menambah kecantikannya.
Hal tersebut membuat Rafka tidak bisa menahan saltingnya, dia tertawa kecil atas perkataan Aghata yang membuatnya gemas. "Hahaha, Athan dan Tata."
"Yes, Athan and Tata forever!"
"Btw, mama sama papa aku juga manggil aku Tata. Jadi, itu bukan panggilan sayang dong," ucap Aghata.
"Oh, iyakah?"
"Iya."
"Ya kan itu baru orang tuamu, dan aku orang asing pertama yang panggil kamu Tata. Jadi, itu termasuk panggilan sayang dong," balas Rafka.
"Tapi kan kita gak asing."
"Maksudnya, aku orang diluar keluargamu yang pertama manggil kamu Tata, sayang." jelas Rafka dengan lembut. Sedangkan Aghata hanya tersenyum manis.
Mereka berdua pun tertawa bahagia, bagi mereka malam itu adalah malam yang sangat berharga. Karena mereka sama-sama baru merasakan jatuh cinta, namun bedanya yang satu udah menyadari dia jatuh cinta, satunya lagi masih menyangkal terhadap cintanya.
"Udah sana masuk! Nanti orang tua kamu nyariin lagi." ucap Rafka dengan nada lembut.
"Yaudah aku masuk duluan ya! Bye Athan!"
Aghata berjalan masuk kearah pagar rumahnya. Namun saat akan membuka pagar rumah, dia berbalik badan dan langsung berlari kearah Rafka. Sesampainya didepan Rafka, dia menatap lama wajah kekasihnya itu. Sampai membuat Rafka menatapnya bingung.
"Kenapa? Ada yang mau kamu omongin?" tak ada jawaban dari Aghata membuat Rafka semakin bingung.
Cup
Sebuah kecupan mendarat di pipi Rafka sampai membuat sang empu terkejut atas perlakuan pacarnya yang sangat tiba-tiba itu. Rafka langsung ngeblank dan tidak bisa berkata-kata. Sedangkan Aghata tersenyum lebar dan langsung berlari terbirit-birit masuk kedalam sebelum Rafka tersadar dari keterkejutannya.
Rafka pun tersadar kala Aghata berlari masuk begitu saja. Setelah itu, dia tersenyum tipis melihat kelakuan Aghata. Lalu dia memegang pipi kirinya yang baru saja dikecup oleh Aghata sambil tersenyum salting.
"I like this."
***
Damar memasuki kamarnya dengan wajah lesu, lalu dia menjatuhkan bokongnya pada kasur spring bed beralaskan kain hitam polos. Lalu dia termenung dan flashback percakapannya dengan Laskar dan Stevi tadi terhadap niat buruk Aghata pada Rafka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Evil Beside Angel (END)
FanfictionTidak semua orang sifatnya akan sesuai dengan wajahnya yang terlihat baik, bisa jadi sebaliknya. Begitulah kisah dari salah satu remaja yang bernama Agatha, dia menyukai seorang pria di sekolah barunya yang membuatnya nekad untuk mengejarnya lebih d...
