52

247 30 0
                                        

Tibalah acara yang ditunggu-tunggu oleh siswa-siswi SMA Galaxy dan SMA lainnya, yaitu acara berdansa dengan pasangannya. Kini semuanya sudah berkumpul kembali di lapangan sekolah setelah beristirahat sejenak tadi. Mereka semua sudah berkumpul dengan pasangannya masing-masing seraya menunggu pengumuman dari Bu Rum.

Rafka dan Aghata juga sudah berdiri dipinggir lapangan bersama juga dengan Nara dan Radit disampingnya. Tak lama kemudian, Karel dan Thalia datang menghampiri mereka berempat.

"Ekhm, cie.. ada yang habis berduaan nih!" goda Nara dengan wajah tengilnya.

Thalia menatap tajam pada sahabatnya itu, pasalnya dia gak suka digoda seperti itu. "Diem lo nyet!"

Seketika wajah Nara berubah datar kala melihat aura seram dari wajah Thalia. Namun, keterdiaman Nara yang seketika itu membuat Radit yang berdiri disampingnya pun langsung menutup mulutnya dengan tangan, berusaha menahan tawa. Matanya melirik Nara yang tiba-tiba diam membeku setelah ditegur Thalia. Dengan suara bergetar menahan geli.

"Pftt..." Radit nyaris meledak, tapi cepat-cepat menahan diri. Dia melirik Nara dengan mata berbinar, lalu berbisik, "Gue baru tahu lo bisa sepatuh ini… haha."

Nara pun langsung melirik tajam kearah Radit. "Gak usah ketawa lo!"

Radit mengangkat alis, masih dengan sisa tawa di matanya. Dia pura-pura mengunci mulutnya dengan tangan, lalu membuat gerakan seolah membuang kuncinya. "Oke, oke, gue diem, tapi tetep lucu sih," gumamnya pelan, nyaris tak bisa menahan senyum.

"Kalian berdua darimana?" tanya Rafka sedikit curiga.

"Gue tadi dari toilet, terus pas mau kesini gak sengaja ketemu dia." Karel menjawab santai seraya menunjuk Thalia diakhir kalimat.

Sedangkan Thalia menganggukkan kepalanya menyetujui perkataan Karel tersebut. Lalu Aghata bertanya pada Thalia.

"Kalau lo darimana Thal?"

"Gue tadi dari.. toilet juga." jawab Thalia seraya tersenyum paksa.

Aghata merasa gak yakin dan curiga pada Thalia dan Karel. Namun, dia mengabaikan kecurigaannya tersebut. Begitu juga dengan Rafka yang merasa curiga dengan Karel dan Thalia. Namun, kecurigaannya bukan kearah romantis. Rafka merasa seperti ada sebuah rahasia yang mereka tutupi.

"Gerak-gerik mereka sangat mencurigakan, seperti ada suatu hal yang coba mereka sembunyikan?" batinnya menatap serius kearah Karel dan Thalia.

***

Gilang menghisap rokoknya dengan ekspresi marah. Dia marah karena gagal menghancurkan Rafka. Kini dia sedang menyendiri di rooftop gedung kosong tempat biasa dirinya merenungkan diri ataupun melampiaskan amarahnya.

"Kenapa semakin kesini sikap Aghata sedikit berbeda?" monolognya bertanya-tanya seraya memegang Putung rokoknya yang sudah tersisa setengah.

Flashback

"Halo, Gas. Ada apa?" ucap Aghata kala telponnya sudah tersambung.

"Halo, Ta. Aku bang Gilang." jawab Gilang di seberang sana.

"Bang Gilang? Bang Gilang ngapain telpon aku lewat nomernya Bagas?" tanya Aghata.

"Ponsel abang rusak, jadi telpon lewat Bagas deh." jawab Gilang jujur.

"Owlh, kenapa bang Gilang telpon Aghata?"

"Kamu udah sama Damar?" tanya Gilang.

"Enggak, kenapa bang?" jawab Aghata. "Kok bang Gilang tau Damar ya?" lanjutnya dalam hati.

Evil Beside Angel (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang