46

483 49 12
                                        

Rafka memarkirkan motornya diparkiran, dia dan Aghata sudah sampai ditempat tujuan. Aghata turun dari motor Rafka sambil melepaskan helmnya dan menjulurkannya ke Rafka. Lalu dia melihat keseliling tempat itu dengan takjub.

"Pantai?"

Rafka tersenyum lebar sambil mengangguk, lalu dia ikut turun dari motornya dan berjalan menghampiri Aghata yang sedang shock dan takjub.

"Iya, gimana? Lo suka?"

Rafka menatap dalam wajah cantik Aghata yang tidak pernah membosankan itu. Sedangkan Aghata yang mendengar pertanyaan Rafka barusan langsung mengangguk cepat.

"Suka! Suka banget malah, gue juga baru tau kalau di Jakarta ada pantai secantik dan seindah ini." balas Aghata menatap laut yang terlihat tenang.

Rafka tersenyum, "Ini bukan di Jakarta Aghata, tapi ini di Tangerang." jelasnya dengan lembut.

"APAA!! Jauh banget Tangerang, pantesan tadi lama di jalan." balas Aghata dengan kaget.

"Yaudah, yuk kita masuk!"

"Hayukk!!"

Mereka berdua pun memasuki pantai tersebut dengan perasaan bahagia. Aghata tertawa lepas sambil berlari-larian. Hal tersebut membuat Rafka merasa bahagia saat melihat tawa Aghata yang sangat lepas, apalagi wajahnya terlihat lebih cantik saat tertawa lepas seperti itu.

Lalu dia pun ikut berlari-larian mengejar Aghata sambil tertawa lepas juga. Tidak lama kemudian mereka berdua menghentikan adegan larian-lariannya dengan wajah lesu dan nafas ngos-ngosan. Namun, bagi mereka rasa capek karena larian-larian itu tidak bisa membuat rasa bahagianya luntur seketika.

Mereka pun berdiri saling tatap, tatapan yang begitu dalam, sedalam samudera. Rafka menyingkirkan helaian rambut Aghata yang menghalangi wajah cantiknya.

"Aghata."

"Iya."

Tangan Rafka beralih ke tangan lembut Aghata, dia memegang kedua tangan Aghata dengan sangat erat. Mata yang masih tertuju pada wajah cantik Aghata yang tidak membosankan. Dia pun mengatakan hal yang membuat jantung Aghata berdegup kencang.

"Gue suka sama lo," ungkap Rafka dengan tulus.

Jantung Aghata semakin berdegup kencang kala melihat wajah Rafka yang sangat meneduhkan, ditambah lagi ucapan Rafka selanjutnya.

"Gue gak tau sejak kapan perasaan ini muncul, tapi akhir-akhir ini perasaan ini semakin dalam dan gue gak mau terlalu lama untuk memendamnya," lanjutnya dengan mata masih fokus pada Aghata, dan genggamannya pada Aghata semakin erat.

"So, will you be my girlfriend?"

Aghata sedikit kaget dengan pernyataan Rafka barusan. "Kenapa jantung gue berdegup kencang kayak gini?" batinnya.

Perlahan senyum manis Aghata terukir di wajah cantiknya.

"Yes, i will."

Rafka tersenyum lebar, dia merasa bahagia saat Aghata mau menjadi pacarnya. Lalu dia pun langsung memeluk erat pacarnya tersebut. Begitupun dengan Aghata yang membalas pelukan erat Rafka, meskipun awalnya dia sedikit kaget saat Rafka tiba-tiba memeluknya dengan sangat erat.

"Makasih pacar."

"Sama-sama pacar."

***

Gilang mondar-mandir sambil menelpon seseorang, namun orang yang ditelpon tidak menjawabnya.

"Akhh! Sial! Kemana si Damar," kesalnya seraya membantingkan ponselnya ke lantai.

Evil Beside Angel (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang