Malam ini The Dangers sedang berkumpul di markas Gilang. Mereka datang atas suruhan dari Gilang langsung. Selain mereka, ada Bagas dan juga Aghata yang ikut hadir dipertemuan tersebut. Mereka sedang membahas rencana untuk membunuh Rafka. Namun, ada salah satu diantara mereka yang bermaksud lain.
"Gue kumpulin kalian semua disini untuk membahas rencana kita yang akan kita lakukan langsung malam ini!" ucap Gilang dengan tegas.
"Udah gue duga, pasti bang Gilang akan bikin Rafka mati malam ini. Dan gue gak bakal biarin itu terjadi!" batin Aghata menatap tajam kearah Gilang.
"Namun, sebelum gue mulai pembahasan ini. Ada satu hal yang akan gue sampaikan pada kalian semua." lanjutnya seraya mendudukkan dirinya dipinggir meja dengan kakinya yang dia lipat serta kedua tangannya yang dia silangkan didepan dada.
Semua orang menatap Gilang dengan penasaran, kecuali Aghata yang sedang sibuk dengan pikirannya sendiri.
"Jadi, alasan gue panggil The Dangers kesini itu untuk ngasih tau kepada kalian semua kalau gue mantan ketua dari geng The Dangers." ungkap Gilang sehingga membuat semua orang kaget termasuk Aghata.
"WHAT THE HELL?!"
"Bang, you're seriously?" Aghata menatap Gilang tidak percaya.
"Yes, Aghata."
"Kok lo gak pernah bilang ke gue bang? Padahal gue ketuanya sekarang, dan yang gue tau sebelum gue jadi ketua dari The Dangers bang Kevin yang udah jadi ketua." sahut Damar seraya menjelaskan semua yang dia tau.
"Mar, sebelum Kevin yang jadi ketua gue udah jadi ketua duluan. Dan kenapa lo gak tau tentang semua ini karena gue yang minta pada Kevin untuk merahasiakan ini semua." jelas Gilang dengan santai.
"Alasannya?"
Aghata dan Damar bertanya secara bersamaan. Hal itu membuat mereka berdua saling tatap. Lalu mereka memutar matanya dan kembali menatap kearah Gilang untuk meminta penjelasan.
Gilang tersenyum kecil sebelum menjawab, "Karena urusan gue dalam geng itu udah selesai."
Mendengar itu Aghata merasa janggal dengan jawaban Gilang. "Unreasonable reasons," batinnya.
"Urusan? Urusan apa yang lo maksud?" kini giliran Bagas yang bertanya.
"Bukan urusan lo!"
Bagas menatap heran dengan respon Gilang. Dia merasa ada sesuatu yang disembunyikan oleh Gilang.
"Untuk pembahasan tentang The Dangers kita skip dulu, sekarang kita lanjut membahas rencana kita untuk membunuh Rafka." kata Gilang mengalihkan pembicaraan.
Disaat mereka sedang serius membahas rencana pembunuhan Rafka. Diam-diam Aghata mengirim pesan pada seseorang.
"Siap-siap, setelah ini kita mulai pergerakan kita."
Seperti itulah pesan yang Aghata kirim pada seseorang. Lalu dia kembali fokus mendengarkan pembahasan tentang pembunuhan Rafka.
"Pertama-tama kita mulai menyerang markas The Halcón. Setelah itu kita tantang mereka tawuran. Dan sudah pasti keadaan itu chaos kan, nah disaat Rafka udah lengah gue bakal ambil kesempatan itu untuk membunuhnya." kata Gilang seraya tersenyum miring.
"Kenapa harus lo yang bunuh?" tanya Bagas.
"Karena emang harus gue yang bunuh." seringai muncul di wajah Gilang. Hal itu membuat Bagas goyah untuk mengikuti rencana Gilang.
Aghata yang mendengarnya pun langsung menatap tajam kearah Gilang. Dia tidak menyangka abang yang dulu dia anggap baik kini berubah menjadi serigala. "Lo beda banget sama yang dulu bang." batinnya kecewa.
KAMU SEDANG MEMBACA
Evil Beside Angel (END)
Novela JuvenilTidak semua orang sifatnya akan sesuai dengan wajahnya yang terlihat baik, bisa jadi sebaliknya. Begitulah kisah dari salah satu remaja yang bernama Agatha, dia menyukai seorang pria di sekolah barunya yang membuatnya nekad untuk mengejarnya lebih d...
