49

305 39 11
                                        

Gelapnya malam memberikan vibes yang berbeda dibandingkan dengan siang hari. Apalagi langit malam yang dikelilingi oleh bintang-bintang yang semakin terlihat indah saat dilihat dari bawah. Dan akan terasa vibes malamnya saat kita melakukan hal-hal yang kita sukai. Seperti halnya dengan SMA Galaxy yang kini sedang mengadakan festival tahunan dengan tema romance yang semakin kerasa vibes malam dan romancenya. Karena malam merupakan waktu yang tepat untuk melakukan hal-hal yang seru dan romantis.

Semua siswa-siswi dari SMA Galaxy maupun SMA lain kini sudah berlalu lalang kedalam gedung sekolah Galaxy untuk menghadiri festival tahunan yang bertema romance. Apalagi ada guest starnya yang akan bertambah meriah. Karel dan Radit kini sudah sampai di sekolahnya dengan setelan kemeja putih dibaluti jas hitam serta celana hitam yang semakin membuat mereka terlihat lebih keren dan ganteng. Mereka berdua berdiri di pinggir lapangan sambil minum minuman yang telah dipersiapkan oleh sekolah seraya menunggu teman-temannya yang lain datang.

Tak lama kemudian Nara dan Thalia datang menghampiri mereka berdua. Radit dan Karel pun terpana akan kecantikan Thalia dan Nara malam ini, apalagi Thalia yang selama ini sering style boyish tiba-tiba berubah jadi style feminim meskipun warna outfitnya hitam putih. Thalia tetap terlihat berbeda dan lebih feminim dibandingkan dengan biasanya.

"Cantik," batin Radit.

"Beautiful," batin Karel.

Nara dan Thalia yang melihat Karel dan Radit yang terdiam membisu seperti patung pun merasa heran. Nara pun mengecek penampilannya apa mungkin ada yang salah, namun dia tidak melihat kesalahan apapun pada penampilannya tersebut.

"Gak ada yang aneh," kata Nara.

"Woy!"

Suara kencang Nara pun membuat kedua cowok itu terkejut sampai membuat minumannya hampir jatuh.

"Apaan sih lo teriak-teriak! Kayak maling aja," omel Radit dengan wajah kesal.

"Apaan, apaan lo yang apaan. Diam kayak patung sejak kita berdua datang," sahut Nara dengan sengit.

"Emang iya?" tanya Karel.

"Nggak!"

Alis Karel terangkat satu tanpa membalas sepatah katapun.

"Ya iyalah Karel Ivander Aswangga," lanjut Nara.

Sedangkan Thalia hanya menggeleng-gelengkan kepalanya seraya tersenyum tipis. Tanpa Thalia sadari ada seseorang yang melihatnya dengan wajah kagum.

"Manisnya oy!"

Tak lama kemudian Rafka dan Aghata datang menghampiri mereka berempat sambil bergandengan tangan. Sehingga membuat Nara dan Radit iri melihat kemesraan Rafka dan Aghata.

"Hai, guys!" sapa Aghata dengan senyum lebarnya yang membuatnya terlihat tambah manis.

"Hai, Aghata." balas Karel dengan tersenyum simpul.

"HEH! Tuh tangan bisa gak dilepas? Nempel mulu perasaan, perangko mas?" sahut Nara dengan sewot.

Aghata tersenyum tipis kala mendengar ucapan Nara yang menyindirnya itu. "Iri? Bilang bos!"

Nara melototkan matanya tidak percaya akan respon Aghata yang sangat menyebalkan baginya. "WHAT! Gue? Iri sama lo? Sorry to sorry ya mbak Aghata! Realitanya gue udah ada yang punya tuh." ucapnya dengan sombong, membuat teman-temannya mulai memutar matanya. Karena mereka udah tau kalau tingkat halunya Nara itu udah melebihi isi bumi ini. Jadi, mereka semua udah muak dan udah mengira tebakannya itu bakalan terjadi.

"Mulai, mulai." kata Radit dengan wajah malasnya.

"Diem lo nyet!" ucap Nara seraya menjambak rambut Radit. Sehingga membuat sang empu mengerang kesakitan.

Evil Beside Angel (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang