75

164 14 4
                                        

Hari ini merupakan hari yang paling ditunggu-tunggu oleh Rafka. Di malam yang gelap dan indah ini, Rafka telah siap dengan penampilan casualnya. Dia menatap dirinya depan cermin sambil tersenyum lebar.

"Ganteng banget calon suami Aghata ini," katanya tersenyum salting.

Tiba-tiba ponselnya berdering menandakan ada seseorang menelpon. Dengan cepat, Rafka langsung mengambil ponselnya dan melihat siapa penelpon tersebut.

Tertera sangat jelas nama Karel di layar ponselnya, tanpa pikir panjang dia langsung mengangkatnya.

"Halo, Rel. Ada apa?"

"Persiapannya udah siap, kapan lo datang?"

"Ini gue mau otw ke rumah Aghata, habis itu langsung ke situ. Paling sekitar jam 8 nan lah gue nyampe." kata Rafka mengira-ngira.

"Yaudah kalau begitu, kita tunggu di sini." balas Karel seraya memutuskan sambungan.

Rafka kembali menatap cermin, "Kenapa gue jadi deg degan gini?" ucapnya, "Tenang, Rafka. Ini sama seperti saat pertama kali lo tembak Aghata, oke." lanjutnya disertai senyuman lebar.

Lalu dia berjalan keluar kamar dengan perasaan bahagia.

Di lain sisi, Aghata tengah bersiap-siap. Jantungnya berdetak sangat cepat. Karena tiba-tiba saja Rafka mengajaknya keluar malam ini, dan dia menyuruhnya untuk berpenampilan yang cantik.

"Kira-kira kenapa ya Rafka tiba-tiba ngajak gue keluar? Apa dia mau ngajak balikan?" monolognya menahan senyum.

Dia menatap dirinya di depan cermin dengan perasaan bahagia, "Kok gue jadi deg-degan gini ya?" katanya seraya memegang dadanya.

"AGHATA! UDAH SIAP BELOM? INI RAFKA UDAH DATANG."

Teriakan Thalia tersebut semakin membuat jantung Aghata berdetak cepat.

"Shit! Jantung gue gak bisa di kontrol." ucapnya seraya mengambil tasnya. Sebelum keluar dari kamarnya, dia menyempatkan diri terlebih dahulu untuk mengecek penampilannya.

"Oke, nice. Udah cantik."

***

Kini Rafka sudah berada di depan rumah Aghata. Namun, saat akan melangkah tiba-tiba dia menatap sebuah motor datang menghampiri dan memarkirkannya tepat disamping Rafka.

Rafka mengerutkan keningnya, "Radit," katanya. "Ngapain lo di sini?" lanjutnya bertanya dengan wajah penasaran.

Radit melepaskan helm dan turun dari motornya. Penampilannya yang juga terlihat kasual semakin membuat Rafka semakin bingung. Dia menatap curiga pada Radit.

"Apa jangan-jangan dia mau ngajak Aghata keluar juga? Oh, tidak bisa. Gue lebih dulu! Gue pasangannya Aghata till the end." batinnya menuduh yang enggak-enggak pada Radit.

Sedangkan Radit menghampiri Rafka dengan senyuman lebar, "Hai, Raf." sapanya.

"Ngapain lo di sini?" tanya Rafka secara ulang, pasalnya pertanyaannya tadi belum di jawab oleh Radit.

Bukannya menjawab, Radit malah berjalan meninggalkan Rafka. Dia berjalan menuju rumah Aghata. Hal itu semakin membuat Rafka curiga sekaligus kesal. Lalu dia pun berjalan dengan cepat supaya lebih dulu sampai di depan rumah Aghata.

"Minggir! Gue duluan yang sampai." katanya seraya menarik bahu Radit hingga membuat sang empu terhuyung ke belakang.

Sedangkan Radit hanya tertawa kecil melihat tingkah Rafka. Dia pun berjalan santai menghampiri Rafka yang terlihat sangat kesal.

"Awas aja lo, Dit. Kalau sampai ambil Aghata dari gue, dia cuman milik gue!" batin Rafka dengan perasaan kesal.

Lalu dia mengetuk pintu putih tersebut sampai tiga kali. Hingga akhirnya terlihat sosok perempuan dibalik pintu itu.

Evil Beside Angel (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang