74

124 16 3
                                        

Dibawah sinar rembulan, ada dua lawan jenis sedang duduk di sebuah taman seraya berbincang-bincang kecil. Mereka adalah Rafka dan Aghata. Sepulang sekolah tadi, Rafka mengajak Aghata ke taman untuk membicarakan sesuatu soal kakaknya Rafka.

"Bantuin aku ngomong ya sama kak Arsyil," mohon Rafka dengan sangat.

Aghata memutar matanya, "Kenapa harus aku? Kamu kan adeknya."

"Ta, kamu tau sendiri kan kalau kak Arsyil gak mau ngomong sama aku."

Dengan perasaan pasrah, Aghata mengiyakan permintaan Rafka. "Aku akan bantu kamu ngomong sama kak Syila kalau kamu menang balapan sama aku, gimana?" katanya menantang Rafka.

Rafka menyatukan kedua alisnya, "Are you seriously? It's easy bro! Udah pasti aku yang bakalan menang," balasnya percaya diri.

"Wah, ngeremehin aku. Belum tau aja kamu kalau aku mantan geng motor."

Rafka pun terkejut mendengar pernyataan Aghata tersebut, "Kamu mantan ketua geng motor?"

"Loh, kamu belum tau? Bukannya aku udah kasih tau ya?" bukannya menjawab, Aghata malah bertanya balik.

"Emang iya?"

Aghata memejamkan matanya, "Astaga aku tanya sama kamu kenapa kamu malah tanya balik." katanya sedikit stres.

Rafka hanya bisa menyengir tanpa dosa, "Udahlah, lupakan. Mending kita buktikan aja siapa yang paling hebat." kata Aghata menatap Rafka dengan senyuman menantang.

"Oke, ayo kita buktikan."

Kini mereka sudah berada di arena balapan, sudah banyak penonton yang ingin melihat balapan dua gender yang berbeda itu.

"Kamu pasti kalah sih sama aku, soalnya aku jagonya." kata Rafka sombong.

Aghata tersenyum miring, "Yakin? Oke, mari kita buktikan."

Mereka menaiki motornya masing-masing. Sebelum memakai helm, mereka saling pandang. Namun, kali ini bukan pandangan akan cinta, melainkan pandangan tajam layaknya musuh. Lalu mereka pun memakai helmnya dan mulai bersiap-siap.

Di depan sudah ada cewe asing yang menjadi pemandu start balapan mereka.

"Ready? 1, 2...3!"

Rafka dan Aghata melajukan dengan kecepatan penuh. Selama perjalanan, Aghata memimpin balapan tersebut.

"Shit! Kenapa dia bisa lebih cepat dari gue." ucap Rafka dibalik helmnya.

Tak mau kalah, Rafka pun menancapkan gasnya lebih cepat. Hingga akhirnya dia dapat menyalip Aghata.

"You can't beat me, baby." dia berkata dengan senang.

Dikit lagi mencapai finish, tiba-tiba motor Aghata melaju sangat cepat. Sehingga Aghata lebih dahulu mencapai finish.

Semua orang bersorak kala Aghata telah mencapai finish. Aghata pun melepaskan helmnya, dia mengibas-ngibaskan rambutnya yang panjang itu. Lalu dia menatap Rafka dengan senyuman puas.

"Gimana? Masih mau ngeremehin aku?" tanyanya seraya melipat kedua tangannya didepan dada.

Rafka bertepuk tangan, "Hebat banget kamu! Tapi, tetap aja aku yang paling hebat." balasnya gak mau kalah.

"Yeu, gak mau kalah banget kamu."

Rafka tertawa kecil, "Bercanda, sayang."

"Apasih panggil sayang-sayang. Kita cuman mantan, oke." ucap Aghata mengingatkan Rafka diiringi senyuman salah tingkah.

"Sabar, bentar lagi kamu bakal jadi istri aku." kata Rafka seraya mengacak-acak rambut Aghata.

Sudut bibir Aghata tertarik, dia tidak bisa lagi menahan salting. Dia beneran sudah kecintaan sama Rafka. Namun, Rafka masih belum juga memperjelas status mereka setelah putus. Rafka hanya terus menggantungnya dan menggombalnya. Bisa saja Aghata menanyakan terkait kejelasan hubungan mereka.

Evil Beside Angel (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang