Rafka mengusap lembut surai kepala Aghata, dia sejak tadi tidak bisa berhenti menatap Aghata. Sampai membuat sang empu merasa malu karena dilihatin terus oleh Rafka.
"Kamu kenapa ngeliatin aku terus sih?" tanya Aghata karena sudah tidak kuat menahan saltingnya.
"Karena aku kangen kamu."
Aghata menggigit bibir menahan senyum, "Baru juga ditinggal sebentar udah kangen, gimana ditinggal lama."
"Pasti udah gila sih aku." celetuknya ngasal, sehingga membuat Aghata akhirnya tertawa kecil.
"Kamu tau gak, kamu hampir bikin jantung aku copot tau. Saking khawatirnya aku sama kamu, takut kamu bakalan pergi untuk selama-lamanya sebelum aku minta maaf ke kamu." lanjutnya dengan ekspresi sedih.
"Ah, masa sih. Masa iya seorang Rafka
Arshad Fathan sang ketua geng The Halcón takut kehilangan aku? Seriously?" Aghata berucap dramatis sambil menahan senyumnya.
"Iyalah, kamu kan pacar aku." balas Rafka sedikit manja. Aghata mengerutkan keningnya, "Pacar? Mantan kali, kita kan udah putus," koreksinya.
Mendengar itu Rafka hanya bisa terdiam tanpa kata-kata. Dia lupa akan fakta tersebut, "Otw jadi pacar lagi." ucapnya percaya diri.
"Percaya diri banget ya kamu."
"Iya dong, orang kamunya cinta banget sama aku. Pasti nanti pas aku tembak, kamu bakal langsung terima."
Ekspresi shock dan gemas terlihat di wajah Aghata, "Sepercaya diri itu?" katanya. "Iyalah, siapa sih yang bisa menolak pesonanya cowok seperti gue?" balas Rafka.
"Gue."
Bukan Aghata yang menjawabnya, tapi Thalia. Mereka berdua langsung mengalihkan pandangannya kearah pintu masuk. Disana mereka melihat Thalia sedang berjalan kearah mereka dengan membawa satu kresek berisi makanan.
"Thalia."
"Sejak kapan lo disitu?" tanya Rafka.
"Sejak lo godain adik gue." balas Thalia sambil memberikan kresek tersebut pada Rafka. "Makanan dari Karel."
Rafka menerimanya, "Sekarang orangnya dimana?" tanyanya kala tidak melihat sahabatnya tersebut.
"Lagi sibuk pacaran."
Rafka mengerutkan keningnya, "Pacaran? Sama siapa? Bukannya dia jomblo?" tanyanya bertubi-tubi.
Aghata pun juga penasaran, namun dia tidak bersuara. Karena pertanyaannya sudah diwakilkan oleh Rafka.
"Nanti lo juga tau." jawab Thalia, lalu berjalan ke sisi kiri ranjang Aghata. "Lo udah dari tadi sadarnya?" tanyanya sambil memegang tangan Aghata.
"Iya, Thal. Gue sejak tadi bangunnya."
"Udah makan?"
"Masih belum nafsu."
"Kok gitu, makan dulu ya Ta." pinta Thalia penuh harap.
"Iya deh, my sister." jawab Aghata sambil tersenyum lebar. Begitupun dengan Thalia yang tak kalah lebar.
Thalia menyuapi Aghata dengan hati-hati, terlihat jelas kebahagiaan di wajah mereka berdua. Rafka yang melihatnya pun juga ikut merasa tersentuh, dia jadi teringat momen dirinya dengan sang kakak dahulu. Mengingat itu membuat Rafka sedih, dia dengan cepat mengalihkan pandangannya kearah lain supaya Aghata tidak melihatnya yang sedang berkaca-kaca.
"AGHATA!"
Pintu terbuka lebar, sehingga membuat yang berada didalam sedikit terkejut. Teriakan dari mama Aghata itu mengejutkan Aghata, Thalia, dan Rafka.
KAMU SEDANG MEMBACA
Evil Beside Angel (END)
Fiksi RemajaTidak semua orang sifatnya akan sesuai dengan wajahnya yang terlihat baik, bisa jadi sebaliknya. Begitulah kisah dari salah satu remaja yang bernama Agatha, dia menyukai seorang pria di sekolah barunya yang membuatnya nekad untuk mengejarnya lebih d...
