50

292 45 5
                                        

Waktu terus berlalu, acara festival pun segera selesai. Sekarang merupakan penampilan terakhir dari bintang tamu SMA Galaxy yaitu Afgan. Semua orang bersorak keras ketika Afgan menaiki panggung, termasuk juga Nara yang merupakan fans berat dari Afgan.

"WOOO!! MY BOYFRIEND AFGANN!!"

Teriakan itu memekakkan telinga Radit dan Rafka yang berdiri gak jauh dari tempat Nara berdiri.

"Biasa aja kali." sindir Radit sambil menutup telinganya. Namun, sindirannya tidak dihiraukan oleh Nara.

Sedangkan Rafka yang terlihat khawatir sambil celingak-celinguk mencari keberadaan pacarnya Aghata. Pasalnya dia sejak tadi pergi ke toilet, dari penampilan pertama bintang tamu sampai ke penampilan terakhir. Bahkan Thalia dan Karel pun ikut menghilang.

"Aghata kemana ya, lama banget ke toiletnya." batinnya khawatir, lalu dia berjalan keluar dari kerumunan orang untuk mencari keberadaan Aghata.

Sedangkan Aghata sedang duduk merenung ditaman belakang sekolah, dia mengingat kembali percakapannya dengan Karel tadi.

"Apa bener Rafka gak bersalah? Udah dua orang yang bilang kalau bukan Rafka pelakunya. Kalau semua ini benar, berarti gue sama aja dong dengan pembunuh itu? Gue udah berniat jahat sama orang yang gak bersalah." batinnya bertanya-tanya dan kecewa.

"Gue gak boleh salah langkah! Gue harus cari tau secepatnya kebenaran ini!" ucapnya dengan ketepatan yang penuh. Lalu dia berdiri dari duduknya setelah merenungkan semuanya dengan sangat lama.

Namun, belum satu langkah dia berjalan. Tiba-tiba Laskar datang menghampirinya.

"Mau ngapain lo?" tanya Aghata dengan sewot.

"Gue mau ngomong sama lo, Ta."

"Ngomong aja."

"Ta, gue suka sama lo."

Ungkapan Laskar tersebut tidak membuat Aghata kaget. Dia udah tau kalau Laskar suka sama dia sejak rencana jahatnya dengan Stevi kemarin.

"Gue tau kok."

Laskar mengerutkan keningnya. "Kok bisa?"

"Apasih yang gak gue tau." balas Aghata seraya tersenyum kecil.

Jawaban Aghata membuat Karel bingung. Firasatnya berkata kalau Aghata bukanlah sembarang cewek, seperti yang dia rasakan sejak pertama kali melihat Aghata.

"Apa mungkin dia punya hubungan dengan cowok kemarin?" batinnya sambil menatap Aghata.

Dari kejauhan terdapat seseorang yang menatap tajam pada kedua orang yang sedang mengobrol ditaman belakang itu. Dengan kedua tangannya yang mengepal kuat, lalu dia berjalan kearah mereka dengan wajah marahnya yang sangat menyeramkan.

Dia menarik bahu Laskar dan langsung menonjoknya dengan sangat keras sampai membuat Laskar tersungkur kebawah dan darah yang keluar dari sudut bibirnya.

Perlakuan Rafka itu membuat Aghata kaget, dia langsung menghalangi Rafka yang ingin memukul kembali Laskar dengan menarik lengan Rafka ke belakang.

"Rafka, udah!"

"Ngapain lo berduaan dengan cewek gue?" kata Rafka dingin.

Laskar menatap tajam pada Rafka sambil mengusap darah disudut bibirnya. Lalu dia bangkit dengan tubuh tegap, dan berjalan mendekat kearah Rafka dan Aghata yang berdiri dibelakangnya.

"Bukan urusan lo!"

Setelah mengucapkan itu dia berjalan pergi melewati Rafka dan dengan sengaja menabrak bahu Rafka dengan kencang.

***

Karel berjalan di lorong sekolah yang banyak siswa-siswi dari SMA lain berlalu lalang dengan menggunakan dress code hitam putih. Namun, tiba-tiba tangannya ditarik oleh seseorang menuju ke gudang sekolah.

Evil Beside Angel (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang