Rafka dan Aghata berjalan di lorong sekolah sambil bercanda ria. Sangat terlihat jelas ekspresi bahagia di wajah mereka. Sampai tiba-tiba datang Stevi yang menghadang jalan mereka.
"Rafka, lo jangan percaya sama ini cewek!" kata Stevi seraya menunjuk Aghata. "Dia ada niat buruk sama lo," lanjutnya.
Aghata menyilangkan kedua tangannya didepan dada, dia hanya menatap santai perlakuan Stevi. "Dasar bodoh! Gak bakal ngaruh anjing, hahaha." batinnya tertawa puas.
"Lo harus dengerin ini baik-baik!" ucap Stevi seraya memutar rekaman audio yang sempat dia rekam pas Aghata sedang telponan dengan seseorang di toilet waktu itu.
Rafka dan Aghata hanya diam melihat apa yang sedang dilakukan oleh Stevi. Setelah memutar rekaman tersebut Stevi langsung tersenyum miring seraya melirik sinis pada Aghata. "Mampus habis ini Rafka pasti bakalan marah banget sama lo, bitch!" batinnya.
"Udah?"
Ekspresi Stevi langsung berubah ketika mendengar respons Rafka yang biasa aja, "What the hell!" batinnya terkejut. "Kok lo gak marah sama dia, Raf?" lanjutnya bertanya dengan wajah gak percaya sambil menunjuk Aghata.
"Kenapa harus marah?" tanya Rafka dengan santai.
"Ya kan dia punya niat jahat sama lo, Raf. Masa lo gak marah sama sekali sih ke Aghata," protes Stevi.
"Rekaman lo itu gak guna! Jadi, mulai sekarang jangan ganggu kita lagi kalau lo gak mau dikeluarin dari sekolah ini!" ancam Rafka seraya menatap tajam pada Stevi.
Seketika Stevi menciut kala melihat kemarahan dari wajah Rafka. Dia meneguk susah payah ludahnya, "Iya, gue janji gak bakal ganggu kalian lagi." putusnya dengan perasaan takut.
"Bagus! Ingetin juga sama partner lo itu, Laskar. Jangan deketin Aghata lagi, karena Aghata cuman milik gue!" kata Rafka mantap.
Aghata sedikit tersipu ketika mendengar ucapan Rafka, namun dia berusaha tetap terlihat biasa saja.
"I-iya Raf, nanti gue bilangin ke Laskar." jawab Stevi dengan ekspresi takut.
"Ayo, sayang." Rafka langsung menarik tangan Aghata. Sedangkan Aghata menatap Stevi dengan senyum kemenangan.
Stevi yang melihat itu hanya bisa menggeram kesal, "Arghh! Anjing! Kenapa bisa jadi gini sih."
Rafka membawa Aghata ke rooftop sekolah, dia ingin menceritakan masalahnya pada Aghata untuk meminta solusi. Karena ini berkaitan dengan kakaknya, Arsyil. Sedangkan Aghata menatap bingung ketika dirinya dibawa ke rooftop oleh Rafka.
"Raf, kenapa ke rooftop? Habis ini kan bel masuk bunyi?" tanya Aghata setelah sampai diujung rooftop.
"Duduk dulu."
Aghata mengikuti perintah Rafka, dia duduk diatas bangku samping Rafka. "Ada apa?" tanyanya to the point. Karena dia merasa ada yang ingin Rafka katakan padanya.
"Aku mau cerita."
"Soal?"
Tanpa ragu, Rafka menjawab. "Soal kakak gue, kak Arsyil." katanya seraya menatap kearah Aghata. "Kamu tau cerita semuanya atas kejadian itu?" lanjutnya bertanya.
Aghata menggeleng kecil, "Tau, aku tau dari Karel. Dia udah jelasin semuanya ke aku," jawabnya. "Tapi aku ingin tau cerita sebenarnya dari kamu." lanjutnya seraya menatap dalam wajah Rafka.
Rafka tersenyum tulus, "Kak Arsyil pindah ke luar negeri setelah kematian bang Mannaf. Dia gak mau ketemu aku lagi, dia benci sama aku, Ta. Karena dia ngira aku yang udah bunuh bang Mannaf. Waktu itu aku udah berusaha menjelaskan semuanya, tapi dia gak percaya sama aku." jelasnya dengan wajah sedih.
KAMU SEDANG MEMBACA
Evil Beside Angel (END)
Novela JuvenilTidak semua orang sifatnya akan sesuai dengan wajahnya yang terlihat baik, bisa jadi sebaliknya. Begitulah kisah dari salah satu remaja yang bernama Agatha, dia menyukai seorang pria di sekolah barunya yang membuatnya nekad untuk mengejarnya lebih d...
