Dua minggu sudah berlalu, semuanya berjalan dengan lancar, termasuk hubungan Rafka dan Aghata. Mereka selalu bersama, mulai dari romantis, bercanda ria, dan saling oversharing tentang kesehariannya. Apalagi Nara dan Karel mulai semakin dekat, dulu Nara yang selalu bertengkar seperti Tom and Jerry dengan Radit sekarang malah semakin berkurang. Sedangkan Radit malah semakin dekat dengan Thalia, meskipun dia terlalu susah dekat dengan Thalia yang sedikit cuek.
Kini Aghata dan kedua sahabatnya yaitu Thalia dan Nara sedang makan di kantin. Namun, akhir-akhir ini Aghata seperti sedikit menjauhi Thalia. Hal tersebut membuat Thalia merasa aneh dengan sikap Aghata seminggu terakhir ini, dia merasa Aghata sedikit menjaga jarak dengannya. Apalagi saat dia berdekatan dengan Rafka, Aghata malah meliriknya tidak suka. Seperti kejadian kemarin pada hari Senin saat Rafka menghampiri Aghata ke kelasnya untuk mengajaknya ke kantin bareng dan tidak sengaja melihat Thalia berdiri didepan kelasnya seperti menunggu seseorang. Rafka pun menghampiri Thalia seraya bertanya keberadaan kekasihnya tersebut. Thalia pun menjawab kalau Aghata lagi berkemas-kemas. Hingga akhirnya mereka berdua pun mengobrol sedikit di depan kelas sambil menunggu kedatangan Aghata dan Nara.
Sampai pada akhirnya Aghata datang dan langsung menatap Thalia dengan wajah tidak suka. Tidak ada yang menyadari perubahan ekspresi Aghata waktu itu, hanya Thalialah yang menyadarinya. Sejak saat itulah Aghata sedikit menjaga jaraknya dengan Thalia.
Thalia menatap Aghata yang sedang sibuk memakan baksonya. "Kenapa dia seperti menjaga jarak sama gue?" batinnya bertanya-tanya.
Sedangkan Nara yang merasa kecanggungan di meja mereka bertiga pun langsung mencairkan suasana dengan cara melucu.
"Eh, kalian berdua tau gak? Kemarin gue ngeliat Karel sama Radit lagi dinner tau. Apa jangan-jangan mereka berdua ada sesuatu? ucap Nara dengan senyum lebar, berharap bisa memancing tawa.
Namun, tak ada reaksi.
Thalia hanya menatap lurus ke arah Aghata, sementara Aghata sibuk mengaduk-aduk baksonya seperti orang yang tidak berselera makan, seolah-olah tak mendengar apa-apa. Tidak ada tawa, bahkan senyum pun tidak.
Nara mengerjapkan mata, lalu terkekeh kecil sendiri. "Hehe... yaudah deh, garing, ya?"
Tak ada yang menyahut. Suasana hening itu kembali menyelimuti mereka seperti kabut yang tak mau pergi. Nara menarik napas pelan, menyandarkan punggung ke kursi, dan berpura-pura sibuk membuka ponselnya, berusaha menutupi rasa kikuk yang mulai menjalar.
Dalam hati, ia bertanya-tanya apa yang sebenarnya terjadi di antara mereka berdua? Dia membatin sambil melihat Aghata dan Thalia.
BRAKK
Aghata dan Thalia reflek kaget saat meja makan mereka digebrak dengan sangat keras oleh Nara. Sedangkan Nara yang sejak tadi merasa gak kuat dengan kecanggungan yang terjadi di meja makan mereka pun langsung menggebrak meja makan. Sampai membuat seluruh murid di kantin SMA Galaxy menatap kearahnya, begitupun dengan Aghata dan Thalia.
"Kalian berdua kenapa sih? Kenapa tiba-tiba diam-diaman kayak orang asing aja. Padahal kemarin-kemarin masih ketawa bareng, sekarang malah kayak gak saling kenal. Ada apa sebenarnya?" ocehnya seraya menatap Aghata dan Thalia secara bergantian.
"Kita berdua gak papa kok, cuman sekarang gue lagi gak mood aja." sahut Aghata dengan nada datar.
"Gue duluan ya, mau ke Rafka." lanjutnya berpamitan pada Nara dan Thalia. Lalu dia berdiri dari duduknya dan pergi meninggalkan kedua sahabatnya yang menatapnya dengan tatapan yang sulit dijelaskan.
"Masa iya dia cemburu sama gue?" batin Thalia setelah melihat kepergian Aghata.
***
KAMU SEDANG MEMBACA
Evil Beside Angel (END)
Teen FictionTidak semua orang sifatnya akan sesuai dengan wajahnya yang terlihat baik, bisa jadi sebaliknya. Begitulah kisah dari salah satu remaja yang bernama Agatha, dia menyukai seorang pria di sekolah barunya yang membuatnya nekad untuk mengejarnya lebih d...
