"Kita mau kemana?"
Thalia menatap Aghata yang sedang fokus menyetir. Namun, pertanyaan Thalia tidak di jawab oleh Aghata.
"Ta.."
"Ke rumah bang Aldi!" Aghata menjawab dengan tegas tanpa mengalihkan pandangannya.
Sedangkan Thalia masih belum tau siapa bang Aldi itu, dia pun hanya bisa mengerutkan keningnya sambil berfikir dan bertanya-tanya siapa bang Aldi sebenarnya.
"Ta, lo masih sedih?" tanya Thalia mengalihkan topik.
"Sedih? Sedih kenapa?" Aghata menjawab tanpa mengalihkan pandangannya.
"Soal Rafka."
"Oh, sedih sih.. cuman gue merasa sekarang belum saatnya untuk mikirin hubungan gue sama Rafka. Gue mau selesaiin masalah ini, baru setelah itu gue bakal jelasin ke Rafka." jawab Aghata dengan bijak.
Setelah itu tidak ada lagi percakapan diantara mereka berdua. Mereka fokus dengan pikirannya masing-masing.
***
Setelah pergi ke pantai tadi, dia langsung pulang kerumahnya dan langsung membersihkan badannya. Kini Rafka sedang berdiri didepan cermin kamar mandinya dengan kondisi rambutnya yang basah dan tubuh gagahnya yang dia tampakkan, sehingga membuat perut sixpacknya terlihat. Dia menatap tajam kearah cermin, menatap wajahnya yang penuh dendam.
"Lo salah orang Aghata Cheryl Zefalika!"
"Lo bisa bohongin gue, tapi tetap aja lo gak bakalan bisa ngalahin seorang Rafka!"
Senyum miring terlihat di wajah tampannya. Lalu dia mengibaskan rambutnya yang basah ke belakang dan pergi keluar kamarnya.
Lalu dia berjalan kearah lemari dan mengambil baju yang akan dia pakai. Setelah selesai, dia pun mengambil jaket hitam kulitnya yang dia gantung dan langsung memakainya.
"Let's start the game, Aghata." monolog Rafka seraya tersenyum miring. Lalu dia berjalan keluar kamar.
***
Aghata dan Thalia berjalan ke gerbang rumah mewah. Aghata pun langsung memencet bel yang tertempel di dinding sebelah gerbang rumah tersebut.
"Ta, ini rumah bang Aldi yang lo maksud?" tanya Thalia memastikan.
"Hmm, ini rumahnya."
Tak lama kemudian seorang satpam datang membuka gerbang tersebut. Saat gerbang sudah terbuka, satpam itu pun langsung menyapa dengan ramah pada Aghata.
"Eh, non Aghata."
Aghata tersenyum manis. "Iya, pak."
"Mau cari den Aldy ya, non?" tanya satpam tersebut.
"Iya, pak. Bang Aldinya ada kan?"
"Aya, non. Hayu masuk non." Satpam itu pun mengajak Aghata dan Thalia masuk kedalam.
"DEN ALDII! Ieu aya non Aghata." teriak pak satpam.
"OH, IYA PAK!"
Tak lama kemudian, Aldi datang menghampiri mereka bertiga.
"Eh, Aghata." sapa Aldi seraya tersenyum tipis.
"Bang, gue mau ngomongin hal penting sama lo!" Aghata mengabaikan sapaan Aldi. Membuat ekspresi wajah Aldi berubah seketika.
"Hal penting apa?" tanya Aldi.
"Hapunten, bapak teh bade kaluar ayeuna." pamit pak satpam dengan sopan. Lalu dia berjalan keluar rumah meninggalkan Aghata, Thalia dan Aldi.
KAMU SEDANG MEMBACA
Evil Beside Angel (END)
Fiksi PenggemarTidak semua orang sifatnya akan sesuai dengan wajahnya yang terlihat baik, bisa jadi sebaliknya. Begitulah kisah dari salah satu remaja yang bernama Agatha, dia menyukai seorang pria di sekolah barunya yang membuatnya nekad untuk mengejarnya lebih d...
