48

331 42 3
                                        

Malam ini merupakan malam yang sangat spesial bagi murid-murid Galaxy. Pasalnya malam ini merupakan malam puncak atau malam kemeriahan dari festival tahunan di sekolah SMA Galaxy. Begitu pula dengan Rafka yang sekarang sedang bersiap-siap kerumah Aghata untuk menjemput sang kekasih.

Dia memakai setelan celana hitam dan kemeja putih yang dipadukan dengan jas hitam dan dasi yang membuatnya semakin mempesona, sesuai dengan dress code yang telah ditentukan oleh sekolah. Dia memasuki mobilnya dan melajukannya kearah rumah Aghata.

Sedangkan Aghata sedang berdandan cantik didepan cermin kamarnya. Dia terlihat anggun dengan dress hitam putih yang membuatnya terlihat tambah cantik.

"Gue harus dandan cantik, supaya Rafka semakin jatuh cinta sama gue." monolognya didepan cermin seraya tersenyum lebar.

Tinn

Mendengar bunyi klakson, wajah Aghata berubah panik. Dia meyakini bahwa Rafka sudah sampai untuk menjemputnya.

"What! Rafka udah sampe," katanya dengan wajah panik.

"Kok cepet banget sih anjir! Gue belum selesai yang dandan." lanjutnya mengerucutkan bibirnya.

Setelah itu, dia buru-buru menyelesaikan dandannya dengan panik.

I bring, I bring all the
Drama-ma-ma-ma (hey, hey)
I bring drama-ma-ma-ma (hey, hey)
With my girls in the back
Girls in the back
Drama

Dia melirik ponselnya yang berbunyi yang diyakini penelpon itu adalah Rafka. Tanpa banyak bicara, dia langsung menyambar ponselnya dan langsung mengangkatnya.

"Halo."

"Halo, sayang. Aku udah didepan rumah kamu nih," kata Rafka dengan lembut, yang mana hal itu berhasil membuat wajah Aghata merah seketika.

"I-iya sebentar Raf, aku lagi siap-siap! Kamu tunggu sebentar ya! 5 menit doang, oke?" balas Aghata.

"O-oke, chill aja sayang! Aku bakalan tunggu kamu sampai selesai kok," ucap Rafka masih dengan kelembutannya.

Setelah itu, sambungan pun terputus. Aghata pun langsung bergegas melanjutkan dandannya yang tertunda sebentar.

***

Stevi membuka matanya secara perlahan seraya memegang kepalanya yang sedikit pusing karena efek dari obat tidur yang dikasih oleh Karel, Radit, Nara dan Thalia tadi. Dia menatap sekeliling tempat yang terlihat asing baginya.

"Dimana ini?"

Dia pun tak sengaja melihat Damar yang sedang tergeletak diatas kasur seperti dirinya. Dengan gerakan cepat dia langsung membangunkan Damar yang masih memejamkan matanya akibat obat tidur.

"Mar, Damar bangun!"

"Eunghh."

Damar pun mengerang dalam tidurnya. Melihat Damar yang masih belum sadar, membuat Stevi merasa geram. Lalu dia memukul dengan sangat keras lengan Damar. Sehingga sang empu terbangun sambil menjerit, karena geplakan Stevi yang sangat keras itu sampai membuat tangannya memerah.

"Anjing! Sakit woy!"

"Syukurin! Suruh siapa gak bangun-bangun."

Damar melirik tajam. "Kalo bukan cewek, udah gue pukul lo," gumamnya dengan perasaan kesal.

Sedangkan orang yang dimaksud malah menjulurkan lidahnya tanda tidak peduli dengan ucapan Damar.

Evil Beside Angel (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang