58

280 25 2
                                        

Aghata mondar-mandir di kamarnya, dia merasa gugup, penasaran, dan juga gak sabar. Dia gugup karena takut Thalia tau akan tujuannya terhadap Rafka. Lalu dia merasa penasaran dengan Thalia yang mana dia bisa tau nama bang Gilang. Dan dia juga tidak sabar mendengar penjelasan Thalia tentang itu semua. Dia sekarang mondar-mandir di kamarnya karena dia tidak sabar menunggu kedatangan Thalia.

Ding Dong

Bel pintu rumah Aghata berbunyi, dengan gerakan cepat dia langsung turun ke bawah dan membukakan pintu untuk sahabatnya tersebut. Pertama kali yang ia lihat pas membuka pintu adalah wajah manis dan cantik Thalia.

"Hai." sapa Thalia seraya tersenyum lebar.

"Ayo, masuk!"

Thalia pun menuruti perintah Aghata yang menyuruhnya masuk kedalam rumahnya. Hal pertama yang Thalia lihat adalah keindahan dan kerapihan rumah Aghata yang membuatnya merasa senang dan juga sedikit iri, apalagi terdapat foto keluarga Aghata yang terpampang jelas ditembok ruang tamunya. Dia menatap lamat foto tersebut dengan hati sedikit sedih, karena tidak ada dirinya dalam foto tersebut. Hanya ada Aghata, bang Mannaf, Mama, dan Papanya.

"Langsung ke kamar gue aja ya."

Thalia tersadar dari lamunannya dan langsung menoleh kearah Aghata. "Hm."

Lalu mereka berdua pun berjalan naik keatas menuju ke kamar Aghata. "Ayo masuk, Thal."

Thalia masuk kedalam kamar Aghata. Dia melihat isi kamar Aghata dengan wajah takjub. "Oh, iya. Ortu lo kemana? Kok rumahnya sepi?" tanyanya seraya berjalan kearah kasur Aghata dan langsung duduk disana.

"Ortu gue kerja, katanya sih nanti malam mereka datang. Mungkin jam 8 nan lah." Aghata menjawabnya dengan santai seraya berjalan kearah Thalia dan langsung duduk disampingnya. Sedangkan Thalia hanya mengangguk paham.

"So, gimana lo bisa tau nama bang Gilang?" tanya Aghata to the point.

"Sebenarnya gue udah tau sejak ngeliat lo telponan sama orang bernama Gilang di lorong sekolah waktu itu."

Aghata melotot tak percaya. "Really?"

"Hm."

"Ceroboh banget gue." batin Aghata sambil menggeplak jidatnya.

"Terus? Selain itu, apa yang lo tau tentang bang Gilang?" Aghata bertanya dengan ekspresi wajah yang sangat amat penasaran.

"Gue.. tau kalau dia..." Thalia berkata dengan terbata-bata. Dia sedikit ragu untuk mengatakannya.

"Kalau dia?"

"Kalau dia pelaku yang udah ngebunuh abang lo."

Deg. Aghata langsung kaget ketika mendengar perkataan Thalia terhadap bang Gilang.

"Gak! Gak mungkin!"

Aghata masih tak percaya kalau pelakunya adalah Gilang. Dia emang udah gak yakin kalau Rafka adalah pelakunya, tapi dia gak pernah berpikir sekalipun kalau pelakunya adalah Gilang sahabat Mannaf. Seketika dia mengingat kembali kedekatannya dengan sahabat abangnya tersebut yaitu Gilang.

"Bilang semua ini kalau itu bohong! Bilang ke gue kalau semua ini itu bohong, Thal! BILANG!!"

Setetes air mata jatuh dari pelupuk mata indah Aghata. Dia tidak bisa menahan tangisnya kala mendengar semua itu.

"Itu semua gak bohong, Ta. Semuanya itu fakta!" Thalia langsung memeluk erat tubuh Aghata yang bergetar karena tangisannya.

"Lo harus hati-hati sama dia." kata Thalia seraya mengusap pelan helaian rambut Aghata.

Evil Beside Angel (END)Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang