Seorang remaja putri masuk kerumahnya sambil marah-marah. Dibelakangnya sang ibu berjalan sambil mendebat anak putrinya. Sang gadis langsung masuk kamarnya dan membanting pintu kamarnya.
"Delynn! Mami lagi ngomong!" Bentak Muthe dari bawah tangga.
"Kenapa lagi?" Tanya Chika muncul dari ruang makan sambil menyuapi putrinya Freya.
"Pusing aku kak, suka susah dilarang," kata Muthe merebahkan dirinya di sofa ruang keluarga.
"Sabar ya, namanya juga remaja," kata Chika duduk di sebelahnya.
"Delynn kenapa?" Tanya Tian yang tiba-tiba dateng dengan wajah panik.
"Lho mas, kok dah pulang?" Tanya Muthe langsung bangkit sambil bingung melihat suaminya.
"Delynn VC aku sambil nangis tapi gak ngomong apa-apa," kata Tian. Muthe menarik nafas panjang.
"Udah! Jangan kalian yang berantem," kata Chika meninggalkan keduanya.
"Delynn minta ke party ulang tahun temennya di puncak nanti malam, aku gak kasih dia gak terima," kata Muthe.
"Udah di jelasin baik-baik?" Tanya Tian. Muthe meliriknya tajam.
"Oke-oke aku ke Delynn," kata Tian mengalah.
Tian mendatangi putrinya ke kamarnya. Delynn membuka kan pintu dan langsung memeluk papinya.
"Kenapa sayang?" Tanya Tian.
"Mami jahat!" Kata Delynn cemberut.
"Heh, gak boleh gitu sayang," kata Tian membawa putri cantiknya duduk di kasurnya.
"Coba cerita sama papi," kata Tian mengelus rambut panjang putrinya.
"Temen aku ulang tahun, tapi dirayainnya di puncak, nanti malem, masa sama mami aku gak boleh dateng," kata Delynn mengadu.
"Emang Delynn mau kesana sama siapa?" Tanya Tian.
"Sama temen-temen, nanti Delynn di jemput, nanti sama supirnya temen," kata Delynn.
"Sampe jam berapa?" Tanya Tian.
"Ya gak tau, kan belom di acara piiii," kata Delynn berusaha merayu papinya.
"Terus Delynn paham gak kenapa mami ngelarang?" Tanya Tian.
"Mami gak suka kalo Delynn happy, mami cuman taunya nyuruh Delynn belajar, yang sayang Delynn cuman papi!" Kata Delynn.
"Lho, gak gitu sayang, mami itu justru paling sayang sama Delynn, mami khawatir sama Delynn," kata Tian.
"Gak, cuman papi yang sayang Delynn," kata Delynn lagi. Tian hanya tersenyum.
"Gak ada mami kamu gak ada disini sekarang," kata Tian menggoda Delynn. Delynn kembali cemberut kepada papinya.
"Minta maaf sama mami, minta ijin yang baik, nanti papi yang anter," kata Tian mengecup kening Delynn dan meninggalkannya.
Tian terkaget karena Muthe yang berdiri di depan kamar Delynn. Muthe mendengar semua obrolan keduanya. Dirinya melenggang pergi dengan cemberut karena tau Tian membela anaknya.
"Duh, mampus dah!" Kata Tian menepuk jidatnya mengejar Muthe.
Malam itu Tian mengantar sendiri sang putri menuju villa temannya di puncak. Sesampai disana suasana sudah cukup ramai. Delynn melarang Tian turun mengantarnya sampai dalam.
"Delynn, kamu udah 14 tahun, papi percaya sama kamu, jangan khianatin kepercayaan papi," kata Tian. Delynn tersenyum mencium pipi papinya dan berlari turun dari mobil.
Sebelum pergi tadi juga terjadi perdebatan lagi masalah pakaian Delynn yang hanya memakai kaos di balut rompi dengan hot pant jeans. Muthe jelas melarang sementara Tian membiarkan saja.
Tian sendiri memilih mampir di salah satu resto di puncak untuk sekedar menunggu Delynn. Disana dirinya hanya memesan minum sambil bermain hpnya.
"Christian kan?" Sapa seorang wanita berkulit putih menghampirinya.
"Eh iya, siapa ya?" Tanya Tian berusaha mengingat.
"Marsha, temen SMA eh sori-sori, MANTAN!" Kata wanita itu kemudian tertawa.
Ya Tian kembali teringat Marsha, gadis manis mantan pacarnya saat SMA. Gadis yang dirinya fikir bakal jadi istrinya suatu saat nanti. Mereka putus saat lulus SMA karena harus terpisah jarak.
"Astaga Marsha!" Kata Tian menyalami Marsha.
"Ngapain?" Tanya Marsha duduk di sebelah Tian.
"Nganter anak gue, ada acara ultah temennya," kata Tian.
"Oalah, apa kabar?" Tanya Marsha.
Obrolan itu berlanjut cukup intens. Mereka sedikit bernostalgia dan menanyakan kondisi masing-masing saat ini.
Marsha saat ini adalah seorang janda setelah ditinggal meninggal oleh suaminya yang seorang pilot karena kecelakaan. Dirinya ibu 1 anak yang kebetulan ada di puncak karena sedang liburan bersama keluarganya.
**************************************
Happy reading
KAMU SEDANG MEMBACA
My Hubby
FanfictionChrisMuth another story Jangan di bawa ke real life ya Hanya hiburan semata Jika ada kesamaan nama itu hanya kebetulan yang diniatkan saja
