Malam itu acara selesai dengan baik tanpa adanya masalah. Hampir semua tamu undangan telah meninggalkan tempat acara menyisakan keluarga mereka dan Ashel.
"Thanks ya kak Ashel, kak Adel, Iel sama Callie dah dateng," kata Muthe cipika cipiki dengan Ashel.
"Kita kan sodara, santai aja, gue juga baru tau kalo Callie ma Delynn satu sekolah," kata Ashel.
"Iya Delynn anak rajin mom, makanya jarang ketemu Callie," kata Callie senyum Delynn hanya tersipu.
"Kita pamit ya," kata Adel mengajak keluarganya pergi.
Tiba-tiba Ashel menarik Tian menyingkir, sebelum keluarganya pergi. Dirinya berbicara dengan wajah cukup serius.
"Ngomongin paan sih?" Goda Chika pada keduanya.
"Proyek berikutnya kak, lu gak ikutan sih," jawab Ashel menutupi.
Ashel dan keluarganya pun pamit untuk pulang. Chika dan Aran serta Freya pun pamit kembali ke kamar mereka. Muthe dan Delynn masih membereskan beberapa kado yang belum di buka.
"Sekali lagi happy birthday ya sayang," kata Tian memeluk Delynn erat.
"Makasih pi, maafin Delynn ya, masih belum bisa bikin papi bahagia," kata Delynn.
"Kebahagiaan kamu kebahagiaan papi juga," kata Tian mengecup pucuk kepala putrinya.
"Dah sana pada bersih-bersih terus istirahat," kata Muthe mencium pipi keduanya. Tian dan Delynn beranjak dari sana, sementara Muthe masih sibuk membereskan barang-barang dan kado.
Pagi baru saja menyongsong, Muthe baru saja membuka matanya saat nanarnya teralihkan suaminya yang sudah rapi di sampingnya.
"Mas mau kemana?" Tanya Muthe memfokuskan matanya yang masih buram.
"Aku ke bandung dulu ya, ada perlu, cek outlet disana, kemarin ada laporan yang musti ku cek langsung," kata Tian.
"Kenapa gak pas hari kerja mas?" Tanya Muthe mendudukan dirinya di kasur mereka.
"Biar gak kelamaan, takut masalah berat," kata Tian mengecup Kepala Muthe.
"Ya udah ati-ati," kata Muthe bangun untuk mengantar suaminya.
"Dah istirahat aja," kata Tian menahan Muthe dan kembali menyelimutinya.
"Pamit anaknya jangan lupa," kata Muthe kembali memejamkan matanya.
Setelah pamit Delynn, Tian segera menancap mobilnya, namun sebelum masuk ke dalam tol dirinya berbelok ke sebuah rumah dan menjemput seseorang. Baru kemudian keduanya berjalan keluar kota yang mereka tinggali.
Orang yang Tian jemput tentu saja Marsha. Keduanya menikmati kebersamaan mereka berdua di luar kota.
Muthe sejak bangun merasakan badannya tidak seperti biasanya. Dirinya merasa tidak nyaman dan tidak enak hati. Delynn yang memperhatikan maminya yang lebih banyak melamun akhirnya menghampirinya.
"Mi, mami kenapa sih?" Tanya Delynn.
"Gak enak badan, kecapean kali ya," kata Muthe.
"Jadi mami gak ikut jalan ma aku ma papa mama?" Tanya Delynn.
"Kayaknya mami gak ikut deh," kata Muthe.
"Yah, ya udah tapi mami istirahat ya," kata Delynn sedikit kecewa.
"Maaf ya," kata Muthe mengelus rambut panjang putrinya.
"Lu kenapa Muth?" Tanya Chika.
"Gak enak badan kak," jawab Muthe.
"Jadi lu gak ikut nih? Apa mau gue anterin ke dokter aja?" Tanya Chika.
"Gak usah kak, paling abis istirahat baikan lagi," kata Muthe.
"Ya udah kami pergi ya," kata Chika mengajak Delynn yang masih ragu meninggalkan maminya.
Baru saja sekitar 1 jam Muthe tertidur dirinya kembali di bangunkan karena ada tamu yang datang. Akhirnya dengan langkah yang berusaha di kuatkan dirinya melihat siapa yang datang.
"Mana ponakan kesayangan gue?" Tanya suara lantang yang sangat di hafal oleh Muthe.
"Hai beb, Delynn lagi jalan ma kak Chika," kata Muthe menyapa sahabatnya yang datang, Khatrina.
"Yee gue dah bela-belain kesini bawa kado, orangnya malah gak ada," kata Khatrina duduk kembali di sofa.
"Lu sendiri?" Tanya Muthe.
"Iya, kak Gito masih ke rumah sakit, anak-anak milih ikut papanya," kata Khatrin cemberut.
"Haha, gak ada yang mau jadi lu ya, pada pengen jadi dokter kayak papanya," goda Muthe.
"Iya padahal anak 2 perempuan semua, malah milih jadi dokter dari pada fashion designer," kata Khatrin tepok jidat.
"Gak papa lah," kata Muthe.
"Kak Tian mana? Kok lu sendirian?" Tanya Khatrin.
"Oh, Mas ke Bandung, katanya outlet disana bermasalah," kata Muthe.
"Heh? Kok gue gak tau, Eli gak cerita apa-apa tuh," kata Khatrina.
"Eh iya bener juga, kan Eli ya sekarang yang megang disana," kata Muthe.
Khatrina langsung menelpon Eli dan menanyakan masalah di outlet Bandung. Namun Eli mengatakan tidak ada masalah dan dirinya sejak pagi sedang di outlet dan gak bertemu dengan Tian.
**************************************
Happy reading
KAMU SEDANG MEMBACA
My Hubby
FanfictionChrisMuth another story Jangan di bawa ke real life ya Hanya hiburan semata Jika ada kesamaan nama itu hanya kebetulan yang diniatkan saja
