Bab 28

1K 96 3
                                        

Tian mengemudikan mobilnya bak orang kesetanan. Menembus jalan tol dengan cepat mendengar kabar dari putrinya. Telpon terakhir yang disampaikan Delynn cukup membuat Tian mengurungkan niatnya dengan Marsha.

Delynn mengabarkan saat maminya bangun dia mendengar maminya teriak histeris dan menangis kencang. Delynn terus mengetuk kamar maminya namun tidak ada jawaban dan tidak di bukakan pintu. Muthe mengurung dirinya di kamar.

Saat tiba dirumah, semua orang berdiri di depan kamar Tian dan Muthe. Tian mengetuk namun tidak ada jawaban. Akhirnya dia dan Aran memutuskan mendobrak pintu kamar tersebut.

Mereka menemukan Muthe yang pingsan di samping tempat tidur. Tian langsung menggendongnya membawanya kerumah sakit.

Dokter mengatakan Muthe hanya pingsan karena kelelahan. Namun dokter memintanya dirawat untuk observasi lebih lanjut.

Baru saja Tian selesai berbicara dengan dokter, Khatrina datang dan langsung mendorong Tian ke tembok.

"Lu apain temen gue!" Kata Khatrina.

"Apa sih Khat! Gue juga gak tau dia kenapa!" Kata Tian melepaskan dirinya dari Khatrina.

"Lu kemana tadi ma selingkuhan lu!" Kata Khatrina.

"Maksud lu apa!" Tian mulai terbawa emosi.

"Lu pake alesan ke Bandung karena outlet bermasalah! Lu lupa Eli yang megang Bandung itu sahabat istri lu!" Kata Khatrina menyadarkan Tian atas kebodohannya.

"Kalo sampe temen gue kenapa-kenapa, awas lu!" Kata Khatrina meninggalkan Tian di luar kamar.

Tian terdiam duduk di kursi ruang tunggu. Dirinya lupa jika di Bandung ada Eli, dan di menggunakan alasan yang salah. Hpnya bunyi telepon dari Marsha. Tian menolak telpon tersebut namun berulang kali telpon itu kembali masuk.

"Heh! Cukup ya Sha lu ganggu hubungan orang!" Kata Ashel mengangkat telpon di hp Tian. Tian kaget dengan Ashel dan Chika yang ada di depannya.

"Shel, kak..," Tian menatap kosong kedua wanita di depannya.

"Gue dah ngingetin lu ya, lu masih terus berulah, ini akibatnya!" Kata Ashel marah, melempar kembali Hp Tian dan pergi masuk kamar Muthe meninggalkan Tian dan Chika.

"Isi otak lu apa sih dek!" Chika kali ini yang memarahinya.

"Udah kak, gue capek semua marah ma gue!" Kata Tian yang lelah.

"Ya iyalah, lu gak pake otak!" Chika menaikan nada bicaranya makin tinggi. Tian spontan berdiri menahan amarahnya.

"Gak usah ngurus hidup gue!" Kata Tian pergi meninggalkan Chika.

Sementara di dalam kamar Muthe baru saja sadar. Dirinya mencari putrinya saat pertama bangun.

"Delynn dirumah, disini ada gue, Ashel ma kak Chika sayang," kata Khatrina memeluk Muthe.

"Tian mana?" Tanya Muthe lemah.

"Udah lu gak usah mikir apa-apa dulu, lu istirahat aja," kata Khatrina membaringkan kembali sahabatnya dan menutupi badan Muthe dengan selimut.

Tian duduk sendiri menyalakan rokok yang baru saja di beli nya. Api di pematiknya belum berhasil nyala, karena kesalnya dia melempar pematik itu.

"Gak akan ilang marah lu dengan begitu," Aran mengambil pematik itu dan membantu Tian menyalakan rokoknya.

"Chika cerita ma gue, dah sebulan ini Muthe ngerasa aneh ma tingkah laku lu, tapi dia berusaha positif thinking sama lu," kata Aran menyalakan rokoknya.

"Gue salah bang, gue ngecewain Muthe, gue udah bermain terlalu jauh," kata Tian menyesali perbuatannya.

"Terus mau lu gimana?" Tanya Aran.

"Lu gak marah ma gue bang?" Tanya Tian.

"Bro, walau gue kakak ipar lu, gue tetep orang luar, gue juga cowo, gue tau godaan yang lu hadapi, gue gak punya hak menghakimi lu," kata Aran duduk mendekat dengan Tian.

"Masalahnya yang deket ma gue mantan terindah gue bang, dulu gue yakin banget bakal nikah ma dia kalo semua ini gak terjadi," kata Tian memandang nanar kearah langit.

"Terus lu mau nyerah?"tanya Aran. Tian hanya diam tak menjawab.

"Lu pikirin, lu pikirin Delynn," kata Aran mematikan rokoknya dan meninggalkan Tian disana.

Marsha kembali menelpon. Akhirnya Tian mengangkatnya. Terjadi pembicaraan pelik diantara keduanya. Hingga akhirnya Tian menutup telponnya dan membantingnya.

**************************************

Happy reading

My HubbyTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang