Hai Haii sayang sayang kuu.
Apa kabarnya.
Up lagi untuk kalian semua nye heheh
Jangan lupa follow author ya 😘
..
..
..
..
..
Kesokan paginya Revan sudah bangun terlebih dahulu memastikan bahwa Keira sudah sadar apa belum. Ia memandangi wajah pucat Keira dengan sangat dalam, bahkan ia tak sanggup melihat Keira dengan wajah pucat.
"Lekas sadarlah sayang, saya tidak bisa melihat mu seperti ini" ucap Revan sambil mengecup kening Keira.
Setelah itu Revan pergi menuju ke kamar mandi untuk bersiap untuk pergi ke kantor karena ia ada meeting penting dengan para investor saham. Selesai dengan mandi kini Revan sudah rapi dengan setelah kemeja merah di padukan dengan celana kulot putih dan juga jas putih tak lupa dasi yang sudah ia pasang.
Setelah itu ia meminta kepada salah satu maid untuk menjaga Keira di dalam kamar ia tak ingin Keira akan melakukan percobaan bunuh diri lagi seperti semalam.
"Bila nyonya telah sadar cepat hubungi saya, dan pastian dia tidak menyentuh benda tajam dan juga lakukan tidakan bunuh diri" perintah Revan.
"Baik tuan saya akan menjaga nyonya" balas patuh maid itu.
Setelah itu Revan pergi menuju depan mansion karena sudah ada Danu yang berdiri di sisi mobil menunggu nya dengan tablet di tangannya.
"Danu suruh Nando dan juga para sayap hitam menuju ke gudang merah untuk memantau pengantaran barang kita saya tak ingin denger ada kegagalan" ucap Revan sebelum masuk kedalam mobil.
"Baik tuan saya akan menyampaikan nya kepada nando" balas Danu yang sekarang duduk di sisi kemudi.
"Dan ia suruh dua bodyguard untuk berjaga di depan kamar milik saya, dan pastian istri saya tidak melakukan tindakan yang menyakiti dirinya sendiri".
Kembali Danu membalas Revan dan segera menelepon dua bodyguard terpercaya untuk berjaga di depan kamar Revan.
Tepat jam 10 pagi Keira tersadar dengan insuf yang melekat pada tangan kirinya dan juga seorang maid yang ada di sisi nya.
" nyonya ada sudah sadar saya akan ambilin minum untuk anda"ucap maid itu dengan mengambil minum di meja dan memberikan kepada Keira.
"Ini nyonya anda minumlah dulu" maid itu membantu Keira untuk minum.
****
Saat ini keira yang sedang duduk di atas ranjang dengan memeluk tubuh nya.Ia berhasil mengusir maid yang sedari tadi berdiam di kamar nya walupun ia harus meminta pergi maid itu secara paksa. Keira teriat Kejadian saat Revan merebut paksa mahkotanya yang ia jaga untuk orang yang ia cintai.
"Gue harus apa sekarang, gue sudah enggak suci lagi bahkan gue ngerasa jijik sama diri gue sendiri" tanyain keira terdengar kembali.
"Lo seharusnya bisa ngelawan kei bukan nya cuman nangis aja kaya sekarang" ucap nya lagi.
Tiba-tiba saja seseorang mengetik pintu kamar Keira, tanpa menunggu jawaban dari sang empu seoarang datang dengan setelah baju mewah.
"Ya ampun anak bunda kamu kenapa nak?" Ucap wanita yang sedikit tua itu pada Keira dengan wajah yang khwatir.
"Munafik" ucap Keira dalam hati.
"Sayang kamu kenapa, bunda denger dari Revan kamu melakukan percobaan bunuh diri kamu kenapa jangan melakukan hal nekat nak. Bunda tak mau kehilangan kamu" ucap bunda dengan menggam tangan Keira.
"Keira sayang bila kamu tidak ingin cerita kepada bunda is ok, tapi jangan kamu berbuat nekat seperti itu lagi. Kalau kamu kesel. Dengan Revan yang lebih mencintai Ratih dari pada kamu bunda bisa bantu kamu buat menyingkirkan wanita itu" .
KAMU SEDANG MEMBACA
Suatu Saat Nanti
Fantasy"gue mau kita cerai"kalimat itu keluar dari mulut wanita yang kini berdiri di depan nya. " jangan harap kamu bisa minta cerai dari saya. sampai kapan pun kamu tetap istri saya"balas lelaki itu dengan tatapan tajam dan ia melangkah pergi. .. .. ...
