Happy reading📖....
Setelah 3 hari pasca Ratih sadar kini Keira dan juga Raka sudah berada di taman belakang vila dengan bermain ayunan bersama. Tak lupa Ratih yang ada di kursi Roda dengan Revan yang mendorong kursi roda tersebut.
"Aku merasa bahagia saat melihat mereka berdua tersenyum mas" ucap Ratih sambil menatap ke arah Keira dan juga Raka.
"Saya juga senang, tapi kamu tahu kan sebentar lagi kontak kita akan selesai dan saya mau kamu dapat merelakan Raka untuk di urus oleh Keira".
Seketika saja wajahnya Ratih yang tersenyum berubah murung" apa aku tidak bisa membatalkan kontrak itu mas, aku tidak bisa hidup tanpa Raka . Raka anak ku mas aku tidak bisa jauh darinya".
"Kamu tidak bisa membatalkannya secara tiba-tiba Ratih ingat kamu pun setuju bahwa Raka akan menjadi anak ku juga Keira".
Air mata Ratih tidak dapat di bendungan lagi saat ini ia harus bisa membuat Revan untuk membatalkan kontrak. Ia tahu bahwa sedari awal ia dan Revan hanya sebatas kontrak sebab orang tua nya nya memiliki banyak hutang dan harus segera di bayarkan.
Dan Revan datang menawarkan perjanjian kepada Ratih untuk bersedih menjadi istri keduanya dan juga bila nanti Ratih hamil maka ia harus bersediakah menyerahkan hak asuh anak Ratih kepada Keira.
Sebenarnya Keira bisa saja hamil anak Revan namun banyak faktor yang membuat Revan memilih melakukan pernikahan kontrak dengan Ratih. Salah satunya adalah yang Revan tahu tubuh Keira sangat lemah ia takut bila suatu hari nanti Keira melahirkan besar kemungkinan Keira tidak bisa bertahan.
Atau ia harus merelakan anak mereka bila tubuh Keira sekarang lemah. Tak hanya itu bahkan pasca Keira terna kecelakaan tubuh nya benar-benar menjadi sangat rapuh hingga Revan tidak mau Keira meninggalkan hanya demi bisa melahirkan seorang anak untuk nya.
Maka itu ia mengajukan pernikahan kontrak kepada Ratih, sebenarnya ia sudah tidak mencintai wanita itu semenjak ia mengenal Keira. Bahkan ia berpura-pura mencintai Ratih di depan Keira agar sang istri cemburu dan memintanya untuk menceraikan Ratih.
Tapi sebaliknya ia malah meminta kepada Revan untuk menceraikan nya dan hidup bahagia bersamamu dengan Ratih. Hal itu membuat Revan sangat tidak suka dan murka hingga sering menyiksa Keira dengan keji agar Keira tidak pernah lagi menanyakan soal percerain.
..
..
..
..
..
Revan bersama Ratih pun menghampiri Raka dan juga Keira yang sedang bersama. Tanpa mengalihkan tatapan nya kepada Keira, Revan tersenyum saat melihat Keira tertawa lepas bersama dengan Raka.
Momen yang ia tunggu sekian lama akhirnya terwujud, impian di mana ia bisa hidup bahagia bersa dengan Keira dan juga anak-anak mereka berdua.
Ratih yang melihat Revan tersenyum kepada Keira membuat hati nya cemburu, walaupun ia tahu ia hanya seorang istri kontak. Ia mencoba menahan semua gejolak yang ada di hatinya, ia juga ikut tersenyum pada Keira dan juga Raka.
"Mommy! " ucap Raka pada Ratih.
"Mommy tahu bunda key, baru aja ngajarin Raka trik sulap mommy mau liat? ".
Ratih tersenyum dan menganggukan kepalanya, dan dengan antusias Raka menampilkan trik sulap yang ia pelajari dari Keira.
"Kamu curang boy" ucap Revan yang tiba-tiba.
"Tidak daddy kata bunda itu namanya sulap" jawab Raka pada sang ayah.
"Kamu mengajari anak mu untuk menipu keira?" Ucap Revan yang sambil menatap Keira.
"Enak aja gue enggak nipu ya!.. Itu nanya trik"
Keira merasakan hawa dingin saat ia melihat ke arah Revan tiba-tiba saja ia menjadi tegang. Ia melupakan untuk mengganti kosakata milik nya. Dengan tertawa pelan keira menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suatu Saat Nanti
Фэнтези"gue mau kita cerai"kalimat itu keluar dari mulut wanita yang kini berdiri di depan nya. " jangan harap kamu bisa minta cerai dari saya. sampai kapan pun kamu tetap istri saya"balas lelaki itu dengan tatapan tajam dan ia melangkah pergi. .. .. ...
