BAB 31

3K 104 6
                                        

Happy Reading......📚
..
..
..
..
..
"Lagian om ngapain sihh pakai acara nyelonong aja masuk ke kamar gue" ucap marah Keira pada Kevano.

"Ini rumah saya jadi terserah saya, lagian kamu itu tawanan rumah ini kok malah enggak ada takut-takutnuya sih" balas Kevano.

"Gue takut sama lo om! , iya sih aslinya tapi karena lo sudah ngeluarin gue dari neraka jadi gue bakal hilangin rasa takut gue".

" dan sekarang kita bestie pokoknya, enggak mau tahu gue, gue akan bantu lo buat dapatin kak Ratih gimana".

Kevano yang malas mendengarkan ocehan Keira ia pun segera duduk di sofa single yang ada di kamar itu, dengan Keira yang duduk bersila.

"Besok pagi kamu sudah siap kan cil untuk oprasi nya, bila itu tidak di keluar maka kamu akan dengan mudah di temukan sama mereka".

" cal, cil, cal, cil gue bukan bocil om, gue udah pernah tahu enak-enak jadi nya gue udah dewasa dan lagi gue udah nikah enggak kaya lo ya".ucap keira pada kevano.

Kevano tiba-tiba saja menyentil dahi keira dan membuat keira seketika saja melongok "ihh sakit om " ucap Keira sambil mengosong dahinya.

"Jangan berbicara yang tidak sopan seperti itu bocah, ingat umur mu itu baru 15 tahun" ucap kevano menatap ke arah Keira.

"Enak aja umur gue 19 kali om, lagian gue beneran udah ngerasain itu tapi waktu itu sih kamvret Revan itu maksa gue" gumam Keira.

"Sudah berhentilah berbicara yang tidak jelas bocah, sekarang karena di sini saya lebih tua dari kamu, jadinya kamu harus berbicara yang sopan " ucap kevano kembali duduk di single sofa .

"Iya iya gitu aja marah mulu cepat tua tahu rasa om".

Kevano menggeleng sungguh seumur hidup nya ia tidak pernah berurusan dengan bocah labil seperti Keira. Tapi ia senang mengapa merasakan bahwa ia memiliki seorang adik sekarang.

Sifat Keira tidak mencerminkan seseorang yang sudah menikah, ia terlihat seperti anak remaja seusianya. Bahkan cara ia berbicara kepada kevano membuat nya menjadi nyaman.

Ada rasa ingin melindungi gadis ini dari Revan, saat pertama kali Keira di bahwa oleh anak buahnya ia melihat banyak bekas keunguan dan luka di sekujur tubuh gadis itu. Bahakan ada dua jari milik Keira yang sudah tidak memiliki kuku.

Apakah bener Keira di perlakukan seperti seorang tahan disana dan mendapatkan siksaan yang berlebihan dari Revan. Yang Kevano tahu bahwa Revan sangat melindungi Keira, tak hanya di luar di dalam mansion pun banyak penjaga yang menjaga Keira.

" eh bocah boleh saya bertanya sesuatu kepadamu?".

Keira yang merasa terpanggil pun menoleh ke arah Kevano dengan ekspresi wajah yang mengatakan ingin tanya apa. Kevano yang ikut menatap Keira pun menghela nafas panjang.

"Apakah Revan yang membuat kedua jari mu itu seprti itu? ".

Keira hanya mengangguk sambil melihat jari tengah dan jempol nya bergantian" awalnya hanya hukuman kecil yang sering gue Terima kaya gue cuman boleh makan kalau ada sisa di piring sih saiko, namun seiring berjalan nya waktu hukumn yang di kasih ke gue makin berat dan yang paling parah sampai dia buat gue koma selama 4 tahun"jelas Keira.

"Apakah kamu tidak pernah mencoba untuk kabur? " tanyanya kembali.

"Percuma, waktu itu gue dan salah satu pelayanan setia gue pernah buat rencana kabur ke luar negeri, tapi seperti yang om lihat gara-gara cip ini gue mudah buat di temuin".

" apakah Ratih juga di siksa oleh Revan? ".

" tidak seperti nya sih saiko sangat mencintai kakak Ratih sama seperti lo om, maka nya dia cuman ngelampiasin amarah nya ke gue".

Suatu Saat NantiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang