"gue mau kita cerai"kalimat itu keluar dari mulut wanita yang kini berdiri di depan nya.
" jangan harap kamu bisa minta cerai dari saya. sampai kapan pun kamu tetap istri saya"balas lelaki itu dengan tatapan tajam dan ia melangkah pergi.
..
..
...
Buat yang silent readers harga penulis dengan vote, komen dan juga follow. .. .. .. .. .. .. Kevano sekarang berada di sebuah kamar yang berisik alat-alat yang sering ia gunakan. Di depan nya sudah terdapat 3 wanita cantik dengan baju seksi dan mereka sedang menangis.
"Ampun jangan bunuh kami" mohon wanita 1
"Sayang tenang lah!saya sedang tidak dalam susan yang baik lebih baik kalian semua menurut maka kalian tidak akan merasa sakit"balas kevano yang duduk di sofa singel tanpa melainkan atasan.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Kevano juga sudah siap dengan sarung tangan hitam yang sudah melekat di kedua tangan nya, bagi wanita normal yang tidak mengatahui kevano mereka akan berpikir kevano sangat lah menggoda.
Namun berbeda dengan tiga wanita yang ada di depan kevano. Mereka gemetar hebat,sebab mereka tahu nasib mereka ke depan akan seperti apa.
" sekarang kita mulai dari mana? "ucap Kevano sambil memainkan sebilah pisau.
Kevano berjalan ke salah satu wanita bajunya yang terlihat belahan dada dengan rambut panjang yang tergerai. Keringat sudah bercucuran di wajah wanita tersebut.
"Ampun tuan tolong lepaskan saya! , saya janji tidak akan muncul di hadapan anda" ucap gadis tersebut dengan menangis kencang.
"Shutt sayang jangan begitu sayang kita akan bersenang-senang" balas kevano sambil membelai wajah wanita itu.
"Hiks... Hiks hiks tuan jangan! " belum wanita itu menyelesaikan ucapannya tiba-tiba saja wajahnya di gores menunggu pisau yang ada di tangan kevano.
"Akkkkkk.... Hiks..... Hisss" tangis wanita itu.
"Saya sudah memerintahkan kau untuk diam tapi apa kau menangis, dan. Kau membuat ku menjadi marah".
" kau tahu bocil ku sedang membuat ku marah jadi aku perlu kalian untuk meredam kemarahan ku".
Kevano mengambil tongkat baseball yang ada di sisi kirinya yang sudah di modifikasi terdapat paku di tongkat baseball tersebut. Ia berjalan ke arah wanita yang saat ini darah sudah bercucuran di pipinya yang robek.
"Karena kamu buat saya tidak senang maka kamu harus tanggung kemarahan saya sayang" kevano sudah memukul kepala wanita itu dengan tongkat baseball itu hingga darah mengenai seluruh wajah dan tubuh Kevano berlumuran darah.
"Akkkk" teriak wanita 2
"Hikss... Hiks" tangis wanita 3
"Jadi siapa selanjutnya? " ucap Kevano memandang kedua wanita yang sudah pucat pasif.
"Ampun tuan jangan bunuh kami" wanita 2.
"Ampuni kami" wanita 3.
"Kalian harus membuat saya senang maka nasib kalian tidak akan seperti jalang ini" ucap Kevano.