BAB 15

5.7K 144 6
                                        

Hai gais ketemu lagi smaa author di sini

Jangan lupa buat ninggalin jejak ya

Selamat membaca para sayang-sayang nya aku😘
..
..
..
..
..
..

Delapan bulan telah berlalu dan tubuh Keira yang sekarang masih saja terbujur lemas di ranjang masih belum memberi tanda-tanda bahwa dia akan sadar. Bahkan dokter hampir di buat putus asa akan kasus koma lama yang di alami oleh Keira.

Sebab tekanan yang di berikan  oleh Revan membuat mereka serba salah, bahkan banyak dokter yang di buat babak belur karena tidak berhasil membuat Keira sadar.

"Apa ini hukum saya karena kamu marah sama saya Keira" ucap Revan yang duduk di tepi ranjang Keira.

"Apa yang kamu mimpikan hingga kamu enggan untuk bangun ".

" apa seindah itu kah mimpinya, aku rindu mendengar suara mu itu bahkan saya sangat merindukan suara tangis mu Keira".

Tiba-tiba saja Ratih datang bersama dengan bayi laki-laki yang ia gendong, mendekat ke arah revan yang masih duduk tertunduk.

"Mas kamu harus makan ini sudah waktu makan siang dari kemati  kamu belum makan, sayangi tubuh mu" ucap Ratih.

"Tidak sayang aku tidak lapar aku ingin menemani Keira siapa tahu ia akan sadar " ucap lemas revan.

"Mas setidaknya kamu makan lah sedikit aku dan Keira enggak mau melihat kamu sampai sakit karena belum makan mas".

"Bila tidak mau makan demi diri mu setidaknya demi aku, Keira dan anak kita".

Akhirnya Revan pun mau dengan bujukan Ratih dengan berat hati meninggalkan Keira di kamar nya, pergi menuju ke ruang makan.

____________________________________

Saat ini Ratih dan juga salah satu maid pribadi nya sedang berjalan dengan menggedong bayi laki-laki ke mall. Karena ada peralatan untuk anak nya yang belum sempat ia beli.

Karena ia ingin sendiri membeli peralatan sangat buah hati. Setelah menemukan perlengkapan itu Ratih dan juga maid nya berkunjung di sebuah restoran yang ada di mall tersebut.

Ratih yang sedang memesan makan bersama dengan maid dan juga bodyguard yang menemani nya sekarang. Sebenarnya Revan ingin menemani Ratih untuk berbelanja namun karena ada perkerjaan yang mendesak maka Raven tidak jadi menemani Ratih.

" mbak saya titip Raka ya sebenar saya mau ke toilet "ucap Ratih pada baby sister nya.

Dengan senyum dan anggukan patuh baby sister menunggu sangat majikan dengan menjaga tuan muda nya.

10 menit kemudian Ratih sudah kembali saat makan sudah berada di meja makan tiba-tiba saja seoarang pria dengan setelan jas mahal  yang ia kenakan menghampiri Ratih.

" kita bertemu kembali Ratih"ucap pria itu dengan berdiri tepat di samping Ratih.

"Apa yang anda ingin lakukan tuan Kevano, belum cukup kah suami saya memukul wajah anda itu" jawab Ratih dengan nada jutek.

"Woo jangan marah dulu, aku kemari hanya mau menyapa kamu dan" melihat ke arah kereta bayi.

"Sepertinya kita tidak sedekat itu untuk saling menyapa tuan Kevano" balas Ratih dengan menjauhkan kreta bayinya dari Kevano.

"Kamu masih galak seperti dulu kalau soal anak kecil Ratih".ucap Kevano dengan sengaja duduk di depan Ratih.

" bisa kah anda pergi tuan Kevano saya yakin bila saya tidak pernah mempersilahkan anda untuk duduk".usir Ratih pada pria yang pernah menjadi pengisi hati nya itu.

Suatu Saat NantiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang