Kalau bisa aja gue pakai genjutsu untuk bisa ngila udah gue coba pakai dah di keadaan gue yang sekarang.
_🌺🌺__🌺🌺🌺____🌺🌺🌺🌺___🌺🌺🌺
Capture sebelumnya.
"Nyonya apa yang anda lakukan lihat sekarang anda terluka karena saya" ucap Naila menangis di melihat darah yang sudah ada di paha Keira.
"Gue nggak akan biarin lo di bunuh sama kak Revan, gue akan ngelindungin lo karena lo sudah gue anggap seperti adek gue sendiri" ucap Keira menahan sakit yang ada si paha nya itu.
"Tapi nyonya anda melukai diri anda sendiri saya tak sanggup melihat anda terluka" balas Naila pada Keira.
"Gue gak peduli gue harus lindungi lo nai" balas Keira.
"Minggir sebelum pistol saya nembak kepala kamu Keira" ancam Revan yang tek mempedulikan keira yang sudah merintih kesakitan.
"Enggak kak Revan gak boleh nyakitin naila dia sahabat nya Keira di sini" ucap Keira yang tengah menahan rasa sakit nya.
"Kau tahu dia itu dia penghianat, dia sengaja deketin kamu supaya dia bisa mencari kelemahan saya dan dia akan ngelapor sama para bajingan itu" ucap Revan dengan tetap menodongkan senjata nya.
"Kak Revan gak ada bukti kalau naila emang salah bukan" ucap kuat Keira.
"Banyak bacot akkk".
........
" saya bilang Keira minggir sebelum saya bunuh kamu juga Keira, ingat kesabaran saya ada batasan "ucap Revan menghela nafas kesal karena Keira enggak pergi dari depan pelayan kesayangan Keira.
" nyonya anda harus segera pergi anda terluka karena saya, saya tak apa bila harus mati tapi jangan dengan nyonya"ucap Naila yang menangis karena melihat luka tembakan pada paha kanan Keira.
"Gue tetap gak akan pergi, gue lebih baik mati daripada gue hanya diam ngeliat orang yang gue sayang mati di tangan saiko itu" ucap pantang Keira.
Revan pun menjadi naik pitam ia pun menarik lengan Keira dengan kasar dan membawanya di belakang tubuh nya. Keira pun segera meronta supaya Revan tidak menembakan pistol nya ke arah Naila.
"Plis kak jangan, jangan bunuh Naila dia gak salah Keira mohon kak" ucap Keira yang menangis histeris.
"Diam Keira, karena kamu banyak ngebantah aayadan juga kamu lebih ngelindungin penghianat ini ingat hukuman kamu nunggu Keira" ancam Revan pada Keira.
Revan pun menembak lengan Naila dan hal itu membuat Keira kembali memohon kepada revan untuk segerakan melepaskan naila. Hingga pada tembakan ke tiga itu tepat mengenai perut naila hingga membuat naila menutup matanya.
Dan hal itu membuat Keira berusaha melepaskan cengkraman nya Revan pada lengannya dan pergi menuju ke arah naila yang sudah berbaring lemas.
"Nai jangan tinggalin gue plis cuman lo yang gue punya sekarang, plis buka mata lo nai"ucap pilu Keira yang memopong kepala naila dipangkuan nya.
Danu dan Nando yang baru saja datang melihat keadaan sang nyonya dan juga salah satu pelayana yang sudah dalam keadaan yang mengenaskan. Dengan cepat Nando menggendong tubuh Keira, dan membawanya ke arah kamar Keira.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suatu Saat Nanti
Fantasy"gue mau kita cerai"kalimat itu keluar dari mulut wanita yang kini berdiri di depan nya. " jangan harap kamu bisa minta cerai dari saya. sampai kapan pun kamu tetap istri saya"balas lelaki itu dengan tatapan tajam dan ia melangkah pergi. .. .. ...
