BAB 39

2.7K 107 14
                                        

Happy Reading sayang ku.... 🍊🍊🍊
..
..
..
..
..
..

Acara galang dana pun di mulai saat ini Kevano dan juga Keira sudah berada di kursi para tamu yang sudah di siapkan. Mereka bedua melihat barang apa saja yang akan di lelang.

Bahkan kevano sudah membeli 3 perhiasan dari berlian yang harga nya lumayan fantastis. Keira si buat geleng-geleng kepala karena kevano yang menurut nya sangat lah boros.

Lagian untuk apa dia membeli begitu banyak perhiasan apa ia akan memakai semuanya atau akan di berikan kepada Ratih suatu hari nanti.

Entahlah pikiran itu yang sedari awal menganggu pikirannya, hingga ia tak sadar bahwa kevano sedang menawarkan sebuah kalung berlian yang terbuat berlian Koh-i-Noor yang harga nya bisa di membuat kantor kering karena harga nya sangat lah mahal.

"Anjirr itu seharga utang negara gue anjir cuman berlian sekecil itu" syok Keira saat mendengar bahwa harga berlian itu senilai 6T.

Bahkan dari sisi Revan juga menawarkan harga yang lebih tinggi untuk berlian tesebut dan kembali membuat nya menjadi sangat syok karena sudah sampai 10T.

"Secinta itu lo sama kak Ratih ya kak, sampai lo rela ngerebutin berlian yang mahal nya enggak ketolong" ucap Keira dalam hati.

"Andai aja lo memperlakukan gue kaya kak Ratih mungkin gue enggak akan pergi dari hidup lo".

Hingga tepukan di bahu Keira menyadarkan dirinya dan setelah nya ia melihat ke arah kevano yang sudah memandangi nya dengan cemas.

" lebih baik kita kembali cil! Wajah mu sangatlah pucat saya takut kamu Kenapa-kenapa ".

Keira mengangguk karena ia merasakan ada yang memperhatikan nya sedari awal ia masuk. Tatapan nya seakan membuat takut bahwa ia akan ketahuan bahwa ia adalah Keira.

Tatapan itu terpancar dari Danu yang memandang Keira dengan tatapan curiga, sebab wanita itu sangat lah sama dengan nyonya nya.

Walaupun ia dan Keira tidak terlalu akrab namun Danu tahu bahwa Keira memiliki karakteristik yang sangat menonjol yang membuat Danu dapat dengan mudah mengenali Nya.

Namun ia masih prediksi nya saja, bisa saja wanita yang bernama Karina itu bukan lah nyonya nya dan hanya memiliki watak yang hampir sama.

Demi menghilang rasa penasaran nya Danu meminta salah satu bodyguard mengikuti kevano, dengan diam-diam. Bahakan mereka menyamar sebagai tamu undangan yang juga ingin beristirahat di ruangan tersebut.

Hingga Kevano dan Keira pergi mereka segera melapor kepada Danu. Namun Danu tetap memerintahkan untuk mereka terus mengikuti kemana mereka pergi.
..
..
..
..
..

Kevano dan juga Keira sudah sampai di mansion dan mereka berdua masuk ke dalam mansion. Namun kevano memperhatikan Keira saat akan melepaskan alat kenyamanannya.

"Jangan di buka dulu saya merasakan ada yang mengikuti kita saat kita kembali".

" maksud om apa? ".

" ada yang sedang mengawasi cil, sekarang kamu kembali lah ke kamar mu tapi jangan lepaskan penyamaranmu".

"Saya akan urus orang itu".

" baiklah"

Keira pun masuk ke dalam kamarnya dengan melepaskan gaun yang ka pakai dan juga menghapus make up ya.Setelah nya ia pergi ke dapur melihat Ryan yang berdiri di tangga.

"Lagi ngapain om? "

"Nona apa yang sedang anda lakukan di sini?, segera masuk karena kita sedang di mata-matai oleh seseorang"

Suatu Saat NantiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang