BAB 24

3.7K 95 5
                                        

Halo Halo gais gimana Kabaran kalian.

Maaf ya author bakal slow up sampai awal Januari karena ada yang harus author kerjakan.

Buat adek-adek yang masih di bawah umur harap skip aja ya ini area 18+++

Jadi happy Reading sayang sayang ku😘
..
..
..
..
..

"Lepasin gue bangsat, lo itu pembunuh lepasin gue" Ronta Keira yang ada di gendong Revan.

"Gue enggak mau punya suami pembunuh kaya lo, gue mau kita cerai".

Tiba-tiba saja tubuh mungil Keira sudah di lempar di ranjang empuk, seketika alarm tanda bahaya Keira berbunyi. Ia pun segera mundur saat wajah tampan Revan dekat padanya dengan tatapan dingin.

" kamu sekarang sangatlah liar, sepertinya kelinci kesayangan ku sudah berani berontak pada pemilik nya"ucap Revan dengan membelai wajah Keira lembut.

Keira pun menepis tangan Revan yang membelai wajahnya "jangan lo sentuh gue dengan tangan berdosa lo itu, jangan harap gue bakal diam aja saat tahu bahwa lo pembunuh orang tua gue bangsat" .

"Hussss sayang aku tidak suka kamu berkata kasar, aku ngelakuin ini semua supaya kita bisa bersama apa kamu tahu kedua orang tua kamu selalu saja menolak semua usaha ku untuk mendapatkan mu".

" bahkan mereka membiarkan kamu bersama orang lain saat aku sedang meminta memohon untuk bisa memilikimu, kedua orang tua mu bahkan mengancam ku dengan menikahkan kamu dengan pria lain".

Ucapan Revan terpotong saat Keira dengan senjata meludahi Revan, tepat pada saat itu juga Revan marah dan juga murka hingga ia mencekik leher mulus Keira.

"Uhhkkk uhuuukkkk.. Lepp... Asss bang... Saat" ucap Keira terpatah-patah.

Revan pun segera melepaskan cekikan nya dan juga ia memborgol tangan Keira di sisi ranjang"bukan kan kamu selalu berkata bahwa kamu ingin memiliki anak dari ku sayang, maka selamat aku akan mengabulkan nya sekarang aku tidak akan menahan nya lagi, ayok kita buat junior kita sayang"ucap Revan yang sudah membelai wajah Keira.

"Gue enggak sudi punya anak sama seorang pembunuh kaya lo" ucap Keira menatap Revan tajam.

"Hahhaha sayang bukan kamu iri pada Ratih karena ia sudah memberikan aku seorang anak, maka dari itu aku kan menuruti keingin mu sayang" ucap Revan sembari melepaska kemeja hitam nya hingga memperlihatkan sebuah pahatan perut kotak-kotak milik Revan.

Keira yang melihat itu seketika menelan ludah nya"anjirr roti sobek "ucap Keira dalam hati.

Revan yang sadar pun segera melihat ke arah Keira menggoda" kamu mau sayang, sentuhlah sesuka mu karena ini milik mu"goda Revan pada Keira.

"Cihh enggak sudi gue!, cepat lepasin gue bangsat gue enggak mau lo sentuh gue, karena lo enggak layak buat dapatin mahkota gue cuman orang gue cinta dan itu bukan lo" ucap marah Keira.

"Benarkah tapi aku adalah suami mu sekarang jadi aku berhak mengambil hal ku sebagai suami sayang ,dan iya pasti bunda akan senang saat melihat kamu sudah hamil anak aku" ucap revan dengan menatap Keira intes.

"Gue enggak akan sudi mau hamil anak dari saiko kejam kaya lo" ronta Keira.

"Suka atau tidak suka, sudi atau tidak sudi kamu harus mau sayang karena saya adalah suami kamu" ucap Revan dengan melepaskan pakaian atas Keira hingga terlihat bra hitam yang di pakai oleh Keira.

"Berhenti bajingan lepas" kembali Keira meronta, menentang untuk Revan menyentuh tubuh nya.

Tanpa mempedulikan teriakan dari Keira Revan melanjutkan dengan melepaskan kaitan bra milik Keira hingga kini terlihat dia gundukan kembar milik Keira.

Suatu Saat NantiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang