BAB 43

3.2K 97 5
                                        

Happy Reading sayang ku... 🫶🫶🫶
..
..
..
..
..
Kevano dan Keira sudah menyelesaikan makan siang mereka dan saat ini Keira sedang duduk manis menikmati drama lewat handphone milik kevano.

Sesekali ia melihat ke arah kevano yang masih sibuk dengan perkerjaan nya, ia pun meletakan handphone kevano di sampingnya dan memandang ke arah kevano.

"Berhenti menatap saya seperti itu cil, kamu membuat saya merinding cepat katakan apa yang ada di pikiran mu itu" ucap kevano tiba-tiba.

"Hehehhe, om tahu aja gue pengen tanya sesuatu ke lo" balas Keira sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.

"Cepat katakan ada apa? ".

" hmmm kita di Milan berapa lama? ".

" satu bulan".

"Buset lama bener!".

" perkerjaan saya di sini masih belum sepenuhnya selesai tidak mungkin saya meninggalkan prusahaan ini dengan cepat cil"jelas kevano.

"Oh gitu! Tapi kalau misalnya gue pengen netap tinggal di sini dan enggak balik ke indo boleh enggak sih" tanya Keira kembali.

"Kau ingin menetap di sini, apa kau ingin menjadi gelandang" celetuk kevano.

"Iya juga ya, kan gue enggak punya siapa-siapa di sini".

" yahh gagal dong "

"Sudah berhenti berpikir di luar nalar mu itu, sekarang kamu cukup diam dan jangan ajak saya bicara dulu saya sedang sibuk".

" iya iya gitu aja sensi"ucap Keira sambil melanjutkan ngedrakornya.

Karena telalu lama menonton Keira mendadak mengantuk sambil perlahan hp milik Kevano terlepas dari tangan nya. Tepat jam 7 malam kevano sudah menyelesaikan perkerjaan ia seketika tersadar bahwa tak mendengar suara Keira.

Saat ia melihat ke arah sofa ia sudah melihat wanita itu sudah terlelap. Sejak kapan gadis itu tertidur hingga kevano tak menyadari nya.

Ia tahu bahwa Keira belum makan malam ia pun meminta kepada Ryan untuk membelikan makan malam untuk nya dan juga Keira. Tak lama setelahnya Ryan Sudan datang dengan membawa dua kantong paperbag yang berisi makanan.

"Tuan ini makanan nya" ucap Ryan menaruh makan itu di meja, ia melihat Keira yang masih tertidur pulas.

"Kau taruh saja di sana"balas Kevano.

Setelah menaruh makanan tersebut Ryan pergi dari ruangan milik Kevano. Dan pada saat yang bersamaan juga Kevano berjalan ke arah sofa mencoba membangunkan Keira yang masih tidur.

" cill bangun, ayok kita makan malam dulu".

"Lima menit lagi om "

"Tidak bangun sekarang!, kamu bisa sakit lagi bila telat makan" balas Kevano sambil mengguncang tubuh Keira pelan.

"3 menit dehh gue hampir ciuman sama gong yoo" ngigau Keira.

Kevano jengkel dan segera ia mencipatkan air ke wajah Keira. Hingga Keira merasa terganggu dan kedua mata nya terbuka.

"Ihhh! Om gue bentar lagi mau ciuman sama gong yoo tahu lo ganggu aja sih" ucap Keira sambil menggaruk kepalanya.

"Berhentilah menghayal dan cepat lah bangun , ingat kamu sudah hampir membuat sebuah pulau di sofa mahal saya" balas Kevano.

Kevano duduk tepat di sebelah Keira yang masih saja menyadarkan kepalanya di sofa sambil menutup mata. Keveno membuka makan di meja dan merapikan nya.

"Ayok cepat makan sebelum dingin cil".

Suatu Saat NantiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang