BAB 29

3.2K 84 9
                                        

Happy reading gais...
..
..
..
..
..
Dia lain tempat, mansion milik Sagastara pesta meraka mejadi sangat kacau saat para pengawal Revan melaporkan bahwa Keira menghilang.

Revan yang tadinya sedang berbincang-bincang pada rekan bisnis nya tiba-tiba saja mengubah ekspresi nya marah. Bahkan wajahnya sekarang terlihat sangat merah, sebab menahan marah.

Tanpa babibu Revan memerintah kepada suluru anak buahnya untuk mengecek mansion, sekiranya sang istri masih tak pergi jauh. Bahakan para tamu udangan yang melihat hal itu pun hanya diam.

Karena mencoba melawan keluarga Sagastara sama saja menggali kuburan mereka sendiri. Revan memerintah kepada Danu untuk mengecek ruangan CCTV.

Dan pada saat itu juga terlihat beberapa pria bertubuh bersar  membawa tubuh Keira yang sudah di bius. Dan mereka pun membawa Keira ke jalan yang ada di belakang mansion.

"Danu lacak cip yang ada di tubuh istri saya, dan cari tahu siapa yang berani bermain-main pada ku".perintah Revan.

Danu pun segera melacak cip itu, namun ada yang yang janggal. Karena cip itu seperti nya berhenti di suatu tempat seperti danau. Danu pun segera memberitahu kepada Revan bahwa keberadaan cip itu.

" sial.. Ada yang berani-betani mempermainkan seorang Revan Sagastara, lihat apa yang akan aku buat karena berani menyentuh istri ku".

Revan pun pergi menuju ke markas tempat ia mempunyai banyak teknologi, sekarang ia harus lakukan adalah mencari Keira hingga ketemu walaupun sekali pun di lubang semut.

Saat ia baru turun ke bawah ia melihat Ratih bersama dengan salah satu maid ia menghampiri Ratih dengan tiba-tiba ia mencekik wanita itu.

Dengan menatap Ratih tajam, sedangkan Ratih yang baru mendapatkan serangan tiba-tiba membuat nya reflek memukul tangan Revan. Supaya bisa melepaskan cekikan dari Revan.

"Mas... Akkkk ka.. Muu ... Lepaska... Kan"

"Jawab saya, kamu kan yang bersekongkol dengan Keira dengan pura-pura ia di culik".

" agar dia bisa kabur, dan kamu bisa hidup numpang sama saya terus iya jawab ".

" enggak... Mass... Akk..uu enggak tahu... Waktu itu Keira memang mendatangi ku tapi.. Aku tidak tahu... Bakal... Ada penculikan ".ucap Ratih sedikit terbata-bata.

Tiba-tiba saja Raka datang ia melihat sang ibu yang di cekik oleh sang ayah pun segera memukul Revan.

" Daddy lepasin mommy "ucap Raka.

Revan pun melepaskan tangan nya dari Ratih, Ratih pun segera menghirup udara dengan rakus. Setelah itu Revan pun pergi dari hadapan Ratih dengan raut wajahnya yang datar.

Raka pun memeluk sang ibu sambil menangis
" mommy apa baik-baik saja?".

"Mommy tak apa nak.. Sekarang ayok mommy antar Raka ke kamar ya".

" tapi bunda kei mana mommy? ".

" bunda kei lagi keluar sayang sebentar lagi pasti pulang, sekarang Raka nurut ya sama mommy kita masuk ke kamar ya nak".

Raka membalas ucapan sang ibu dengan menganggukkan kepala, selepasnya mereka berdua pun pergi ke kamar. Namun sebelum mereka sampai Ratih melihat sang ibu mertuanya yang menangis.

"Bunda! ".

" pergilah aku sedang tak ingin di ganggu! "Ucap bunda.

Ratih tahu bila ia lanjut bicara itu sama saja ia membuat suasana semakin kacau, apalagi sang ibu mertua nya ini sangat menyanyangi Keira. Ia sadari bahwa Keira adalah sumber kebahagiaan keluarga Sagastara.

Suatu Saat NantiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang