BAB 26

3.3K 96 11
                                        

Hai Hai gais  sayang sayng ku.

Jangan lupa follow author ya.

Happy Reading 🥰
..
..
..
..
Seminggu kemudian...

Setelah lama Keira di kurung oleh Revan sekarang ia dan juga Revan sudah berada di dalam mobil dengan Revan yang menggenggam tangan Keira. Muak itu yang Keira rasakan sekarang.

Sebab Revan selalu mengancam nya bila tak menurut akan mencelakai Fania yang sekarang di sekap oleh Revan di gudang milik Revan. Keira terpaksa untuk menuruti perkataan Revan.

Bahkan sekarang ia dan Revan sekarang menuju ke vila di mana Ratih di rawat, vila itu memiliki fasilitas seperti di rumah sakit. Bahkan ada 10 dokter yang di tugaskan Revan untuk mengobati Ratih dan juga Raka.

Sesampainya mereka di vila itu Revan segera menggandeng tangan Keira menuju kamar yang di sana ada Raka yang sudah hampir sembuh. Melihat Keira yang ada di depan pintu Raka segera berlari menuju ke arah Keira.

"Bunda Raka kangen bunda, Raka takut di sini om bila kalau mommy sedang sakit maka dari itu Raka harus menemani Mommy di sini dan meninggalkan bunda bersama dengan Daddy" ucap Raka.

Keira pu membalas pelukan dari Raka tak lupa air matanya nya telah tumpah membasahi wajah Keira. Ia tak menyangka bahwa Raka selamat dari kecelakaan itu dan hal itu membuat nya menjadi lega.

"Sayang kamu enggak papa kan nak, bunda senang bisa lihat Raka lagi".

Menghapus air mata Keira" Raka tidak papa bunda tapi mommy belum juga bangun apa karena Raka nakal, makanya mommy tidak mau bangun bunda".

"Sayang tidak boleh bicara gitu nak, mommy pasti bakal bangun dan mommy sakit bukan karena Raka nakal namun itu kecelakaan sayang".

" jadi bukan karena Raka nakal mommy tidak bangun bunda? ".

" tidak sayang, sekarang kita harus banyak berdoa supaya mommy cepat sembuh ok nak".

"Ok bunda!".

Karena asik mereka berdua sampai melupakan Revan yang sedari tadi memperhatikan interaksi ibu dan anak itu. Kebahagiaan mereka terpecah saat salah satu dokter menghampiri mereka semua.

Dokter tersebut mengatakan bahwa Ratih telah sadar , hingga segera mereka bertiga menuju ke kamar di mana ada tubuh Ratih yang sedang dirawat.

Keira yang pertama kali masuk ia di suguhkan dengan tubuh Ratih yang semua alat medisnya di lepas oleh dokter. Keira menghampiri Ratih yang saat ini tersenyum pada nya dan juga pada Raka.

Raka yang melihat sang ibu telah sadar pun menghampiri tubuh Ratih" mommy sudah bangun, Raka sangat rindu pada mommy ".

Ratih yang masih lemah masih belum bisa menjawab Raka, hingga Revan memerintahkan kepada Keira untuk membawa Raka pergi sejenak dari kamar Rarih.

Keira pun membawa Raka menuju ke taman belakang yang ada di villa itu di sana terdapat gazebo. Mereka berdua memutuskan untuk duduk di sana di temani oleh cemilan yang di bawakan oleh pelayan.

" mommy kenapa enggak mau ngomong sama Raka ya bunda! ".

" bukan gitu nak, kamu tahu kan kalau mommy baru aja sadar tidak mungkin ia bisa merespon Raka seperti dulu waktu ia masih sahat nak".

"Raka juga gitu bula bila sakit pasti Raka akan diam kan, karena tubuh lemah kita pada saat sakit itu yang mengakibatkan kita susah untuk berbicara".

" ohh jadi gitu ya bun! Raka kira mommy marah sama Raka maka nya tidak ingin bicara kada Raka ".

Mengelus kepala Raka" ya sudah karena bunda key di sini Raka bisa cerita sama bunda kei dulu, nanti bila mommy sudah sehat Raka bisa cerita sepuasnya sama mommy ok nak".

Suatu Saat NantiTempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang