Happy Reading.........📖
Jangan lupa follow author sayang😘
..
..
..
..
..
..
Pagi harinya Keira yang sudah sembuh sekarang sedang menyiapkan sarapan untuk nya , karena ia ingin sekali makan nasi goreng seafood buatannya. Ia bahkan sudah sibuk menyiapkan bahan masakan yang akan di masak oleh nya.
Hingga tak butuh waktu lama masakan nya telah selesai dan ia menyiapkan dua piring nasi goreng, satunya akan ia berikan kepada Kevano kerena semalaman Kevano udah menjaga nya saat sakit.
Saat ia menaruh piring berisi nasi goreng itu pun ia sudah melihat Kevano turun melalui tangga dengan jas yang menggantung di lengan nya. Ia berjalan mendekati meja makan karena aroma harum masakan Keira yang menggoda.
Tanpa di suruh Kevano sudah duduk di kursi tengah dengan di depan nya sudah ada sepiring nasi goreng seafood. Dan Keira datang dari dapur dengan membawa telur dan juga sosis di piring terpisah.
"Baru juga gue mau panggil lo buat sarapan bareng ehh udah nangkring aja di sini" celetuk Keira.
"Saya lapar jadinya saya turun untuk sarapan" balas Kevano.
"Iyain aja kasihan orang tua" balas Keira dengan memberikan sosis dan juga telur di piring Kevano.
"Makan yang banyak biar cepat gede, terus nanti kalau gue pergi lo bakal kangen masakan orang tercantik kaya gue".
Kevano memutar bola matanya malas" terserah, banyak koki saya yang lebih jago masak nya dari pada kamu "balas kevano sambil memasukan suapan nasi ke mulut nya.
" beda tangan beda rasa om"balas Keira ia juga memasukkan nasi ke mulut nya.
Kevano tak menjawab Keira ia fokus pada nasi goreng nikmat itu dari pada ocehan Keira yang tak akan ada habisnya. Benar kata Keira kelau masakan yang kita makan tidak di buat sepenuh hati akan terasa hambar, walaupun ia adalah koki bintang lima sekalipun.
Namun bila masakan yang di masak di buat dengan sepenuh hati maka masakan itu kan sangat nikmat walaupun hanya lauk yang sederhana. Kevano yang diam sambil berpikir hal tersebut tak terasa telah menghabiskan makan nya.
Dan melihat ke arah Keira yang sudah habis juga, ia pun memakai jas nya dan ingin berangkat kerja. Namun pergerakan nya di cegah oleh keira yang sudah ada di depan nya.
"Apa lagi cil!"
"Om gue ikut dong lo ke kantor gue bosen banget di sini".
" tidak! kau mau ketahuan oleh suamimu".
"Gue bakal pakai masker dan jaket juga topi biar enggak ketahuan boleh ya, janji gue nggak bakal ganggu lo deh ".
" boleh lah ya ples! "
Kevano berpikir sejenak namun bila ia tak ajak Keira maka gadis itu kan bosan dan bisa saja melakukan hal di luar nurul. Tapi di satu sisi lain nya bila ia ajak gadis ini sama saja membuat Revan dengan mudah menemukannya dan membawanya pergi.
Tapi mau bagaimana gadis ini merengek seperti anak umur lima tahun yang di rebut permen nya oleh kevano. Mau tak mau kevano pun membolehkan Keira ikut ke kantor nya.
Lagian tidak akan mungkin kan Revan berani ke kantor milik nya karena mereka berdua musuh bebuyutan yang tak akan pernah bisa akur.
"Ok cepat ganti bajumu dan jangan lupa untuk pakai masker dan juga topi mu cil".
" siapp pak bos laksanakan ".
Keira berlari menuju ke kamar nya untuk memakai baju yang pas, hingga tak butuh waktu lama Keira sudah siap dan mereka pun pergi bersama.
KAMU SEDANG MEMBACA
Suatu Saat Nanti
Fantasy"gue mau kita cerai"kalimat itu keluar dari mulut wanita yang kini berdiri di depan nya. " jangan harap kamu bisa minta cerai dari saya. sampai kapan pun kamu tetap istri saya"balas lelaki itu dengan tatapan tajam dan ia melangkah pergi. .. .. ...
