39. Pertemuan part 2

30 2 1
                                        

Happy Reading

"Maaf Tuan dan Nona. Silahkan masuk. Kalian sudah ditunggu oleh Queen kami"ucapnya dengan ramah sembari membuka pintunya.

"Tuan Gantala dan Nona...-"sambut pria yang berdiri tegak dengan setelan jas hitamnya.

"Nona Hilton"sambung Rafael dengan cepat. Pria itu mengangguk dan menunjukkan ruangan pertemuan.

"Queen"panggilnya ketika sudah di depan pintu.

"Masuk Randy"jawab seorang wanita dari dalam.

"Sumpah suaranya bikin gua takut Ta"bisik Kevin ke Vita yang ada disampingnya.

"Sama bang. Pengen pulang gua"balas Vita ikut berbisik.

Pria yang dipanggil Randy langsung membuka pintu ruangan tersebut. Vita dan yang lainnya tercengang melihat ruangan luas tersebut.

Mata Vita langsung tertuju kepada seorang wanita yang sedang duduk dengan jubah hitam dengan tulisan Black Tauruz di bagian punggungnya.

"Ini Queen?"batinnya yang masih menatap punggung wanita tersebut. Merasa ada yang menatapnya, wanita yang dipanggil Queen menoleh ke belakang. Vita dan lainnya terkesima bahkan bulu kuduknya seketika langsung berdiri ketika ditatap dibalik topengnya.

"Anj! Dia pakai topeng aja masih keliatan cantik"gumam Candra yang masih di dengar oleh yang lain.

"Kenapa kalian masih berdiri disana?"tanya Queen dengan nada dinginnya. Vita dan yang lainnya terkejut mendengar suara tersebut. Mereka semua langsung masuk satu per satu. Randy yang melihat itu hanya geleng-geleng kepala dan menutup kembali pintu ruangan tersebut

"Silahkan duduk Tuan dan Nona"

Vita dan yang lainnya langsung duduk. Queen menatap Vita dengan intens. Vita menatap balik Queen dengan kagum. Dia baru melihat idolanya secara dekat.

Vita melihat Queen tersenyum di balik topengnya yang membuat Vita tersenyum juga.

"Selamat datang Leader Black Wolf dan Leader Black Shadow. Terimakasih atas kehadiran kalian di pertemuan hari ini. Perkenalkan saya Leader Black Tauruz dan bisa dipanggil Queen. Saya mengundang kalian berdua karena mau mengajak untuk aliansi"ujar Queen dengan nada datarnya.

"Gimana Nona Hilton dan Tuan Gantala? Saya mengundang kalian berdua bukan untuk basa basi saja"

Vita dan Kevin menatap satu sama lain. Bahkan Vita menatap Rafael untuk meminta pendapat. Rafael mengangguk "Maaf Queen. Ini aliansi untuk apa?"

"Untuk membantu rakyat yang masih belum dapat keadilan dan masih banyak lagi. Karena di pemerintahan disini, masih banyak menggelapkan dana rakyat untuk kepentingan sendiri. Bahkan mereka ketika di penjara, mereka mendapatkan penjara dengan kualitas VIP"

"Waktu ini saya sempat menyelidiki kasus rumit bahkan sampai sekarang belum terpecahkan. Ada orang yang memperjual belikan anak kecil dan gadis remaja"sambung Queen yang membuat semua terdiam.

"Bukankah anak buah Queen banyak dan pintar?"tanya Candra berceletuk.

"Iya itu benar. Masalahnya bukan di banyaknya atau pintar. Tapi dalang utamanya ga tau siapa. Dalang utamanya punya anak buah dan anak buahnya ini punya anak buah lagi. Jadi dalang utamanya tertutupi dengan anak buahnya"

"Ha? Kok gua ga paham ya"

"Anak cicing!"umpat Vita dengan kesal.

"Dalang utamanya punya anak buah banyak. Contohnya gini, gua nyuruh lu untuk melakukan transaksi gelap. Lu nyuruh Alan dan Alan nyuruh Justin. Siklusnya beruntun hingga ga tau dalangnya utamanya siapa"ucap Vita menjelaskan ke Candra dengan sedikit kesal.

BLACK SHADOW Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang