40. Persetujuan

9 1 0
                                        

Happy Reading

"Jangan cemburu. Aku cuma sengaja buat Rafael makin cemburu. Tapi suaminya Queen memang tampan sih"jawab Mentari dengan jujur. Mata Kevin langsung mendelik ke arah Mentari.

Markas Black Shadow

"Akhirnya kita pulang juga. Banyak rahasia yang terungkap disana anjir. Gua kira Rafael bocah beban yang baru lahir. Ternyata keponakan tersayang Queen Mafia no 1"ungkap Candra yang ga ada habis-habisnya mengoceh dari tadi. Vita yang udah muak mendengar ocehan Candra langsung menoyor kepala Candra.

"Apa sih?"

"Diam atau gua jahit mulutnya?"ancam Vita yang membuat Candra langsung terdiam. Rafael hanya geleng-geleng melihat kelakuan mereka berdua.

"Alan"panggil Vita ke pada Alan yang setia berjalan di belakang Vita.

"Iya Leader?"

"Kumpulkan semua anggota Black Shadow di meja pertemuan. Now!!!"

"Baik Leader"

Alan langsung bergegas meninggalkan Vita dan yang lainnya. Vita menatap Candra "Ngapain masih disini? Kumpul di meja pertemuan!"

Tanpa bicara sepatah kata apa pun, Candra langsung pergi meninggalkan Vita dan yang lainnya. Vita menatap Kevin dan Mentari "Kalian berdua mau pulang atau gimana?"

"Kita pulang aja Ta. Gua masih ada urusan dengan organisasi lain"jawab Kevin yang diangguki Vita. Vita memberikan kunci mobilnya ke Kevin.

"Bawa aja mobil gua"ucap Vita yang melihat Kevin kebingungan. Kevin mengangguk "Yaudah gua pulang dulu ya. Thanks untuk hari ini"

Vita mengangguk dan tersenyum. Kevin dan Mentari langsung pergi dari hadapan Vita dan Rafael.

"Kamu yakin langsung rapat? Apa ga capek?"tanya Rafael dengan nada khawatir.

Vita tersenyum "Yakin. Kamu istirahat duluan ya"

Rafael mengelus rambut Vita dan mencium pucuk rambut Vita sebentar sebelum dia masuk kamar "Jangan terlalu lama"

Vita hanya tersenyum tanpa menjawab sepatah kata apa pun. Vita langsung menyusul Candra di ruang pertemuan. Vita masuk dengan muka datarnya. Semua hening dan menunduk ketika Vita masuk ke dalam. Bahkan ada yang berkeringat dingin karna takut dibunuh hari ini juga.

Vita duduk dan langsung mengedarkan pandangannya ke anak buahnya. Matanya menatap kursi yang masih kosong.

"Justin kemana Alan?"

"Lagi berak Leader"jawab Candra dengan asal. Vita menatap Candra dengan sinis "Saya nanya Alan bukan kamu"

"Tapi Justin emang beneran berak Leader. Leader masa ga percaya sama saya"

"Diam atau keluar Candra?"

Candra langsung terdiam. Alan yang sedari tadi pengen ketawa hanya melipat bibirnya kedalam.

"Mm-maaf Leader saya baru datang"ucap Justin yang baru datang dengan ngos-ngosan. Vita mengangguk "Duduk Justin"

Justin langsung duduk di kursinya. Candra menyikut lengan Justin dengan pelan. Justin hanya berdehem.

"Lu habis berak kan? Tadi Leader nanyain soalnya"

"Bangsat! Gua habis beresin mayat"jawab Justin dengan kesal.

"Santai dong. Gua cuma nanya"

"Saya kumpulkan kalian disini untuk membahas apa yang saya rapatkan tadi bersama Queen"

"Saya, Kevin sama Queen udah sepakat beraliansi. Kita bakal membantu Queen untuk menangkap buronan yang benar-benar susah dilacak. Bahkan saking pintarnya dia, namanya aja belum diketahui sampai sekarang"ujar Vita dengan menatap anggotanya.

Kamu telah mencapai bab terakhir yang dipublikasikan.

⏰ Terakhir diperbarui: Jun 21, 2025 ⏰

Tambahkan cerita ini ke Perpustakaan untuk mendapatkan notifikasi saat ada bab baru!

BLACK SHADOW Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang