Beberapa bulan setelah pertemuan mereka di taman hiburan, hidup kembali terasa damai dan penuh kebahagiaan bagi semua orang. Hubungan Ahyeon dan Rora semakin kuat, Asa dan Chiquita juga menikmati kisah cinta mereka yang manis, dan bahkan Pharita, yang sempat mengorbankan perasaannya, kini telah menemukan kebahagiaan baru dalam hidupnya.
.
.
.
Ahyeon terbangun lebih dulu dari Rora pagi itu. Ia memandangi kekasihnya yang masih terlelap di sebelahnya, wajahnya tampak damai diterpa sinar matahari pagi yang masuk melalui jendela. Ahyeon tersenyum, lalu menyelipkan rambut Rora yang berantakan ke belakang telinga.
Setelah bangkit dari tempat tidur, Ahyeon berjalan ke dapur untuk menyiapkan sarapan. Tak lama kemudian, Rora muncul dengan rambut kusut dan wajah setengah mengantuk, mengenakan hoodie Ahyeon yang pas dibadannya.
"Hmm harum banget" gumam Rora sambil menguap, berjalan ke arah meja makan.
Ahyeon tertawa kecil. "Duduklah, aku buatkan kopi."
Rora tersenyum lebar, memeluk tubuh Ahyeon dari belakang. Tangannya melingkar sempurna dipinggang Ahyeon. Kepalanya dia sandarkan dipundak kecil Ahyeon sambil mencium leher Ahyeon yang terekspos.
"Geli ih Ra."
"Kamu harum banget baby. Aku makan kamu aja ya." Ucap Rora yang masih menciumi leher Ahyeon dan sesekali mencium belakang telinga Ahyeon.
Ahyeon mencubit tangan Rora yang berada di perutnya, "Mesum banget sih."
"Cuman sama kamu juga. Lagian kamunya serakah banget jadi orang. Udah cantik, manis, lucu, sexy, pokoknya kamu sempurna."
Ahyeon merasakan pipinya memanas dan mungkin sekarang sudah sangat merah. Dia menundukkan kepalanya dan menahan senyumannya.
"Manis banget sih mulutnya."
"Iya kan? Kamu kan sering cobain bibir aku."
"RORAA!! Sana ih kamu duduk." Ahyeon melepaskan tangan Rora dari tubuhnya.
Rora tertawa keras melihat Ahyeon yang terlihat kesal, "cium dulu dong baby. Aku belum dapat morning kiss dari kamu."
"Ga ada. Duduk sana jangan ganggu aku."
"Sayaangg... aku bakal gangguin kamu terus sampai aku dapet cium."
Ahyeon membalikkan tubuhnya dan mendekatkan wajahnya ke Rora. Ahyeon mencium bibir Rora.
Cup
Rora yang mendapatkan jatah morning kissnya langsung tersenyum lebar hingga memperlihatkan gummy smilenya.
"Kurang lama sayang."
"Ngelunjak ya kamu. Dah sana duduk." Ahyeon melanjutkan memasaknya yang tertunda.
Sebelum duduk, Rora mencium pipi Ahyeon cepat dan berlari menuju meja makan.
"Dasar panda." Gumam Ahyeon.
Rora duduk sambil menopang dagunya dengan tangan. "Aku nggak pernah nyangka kita bisa sampai di titik ini. Setelah semuanya... kamu masih mau sama aku."
Ahyeon meletakkan secangkir kopi di depan Rora, lalu duduk di seberangnya. "Kamu tahu kenapa? Karena cinta itu nggak pernah mudah. Tapi kalau aku harus melewati semuanya lagi demi kamu, aku bakal lakukannya tanpa ragu."
Rora meraih tangan Ahyeon di atas meja, menggenggamnya erat. "Aku janji nggak bakal ngecewain kamu lagi. Kamu adalah segalanya buatku."
———
Beberapa hari kemudian, Ahyeon dan Rora bertemu Asa dan Chiquita di sebuah kafe kecil di pusat kota. Mereka memutuskan untuk makan siang bersama dan menghabiskan waktu sebagai teman baik.
"Gimana kabar kalian?" tanya Rora sambil mengaduk es tehnya.
"Luar biasa," jawab Chiquita dengan senyum lebar. "Asa unnie mulai belajar masak buat aku. Walaupun hasilnya masih... ya, unnie tahu, bisa dibayangkan."
Asa pura-pura kesal. "Hei, itu kan usaha terbaikku!"
Semua orang tertawa, membuat suasana terasa hangat. Ahyeon melirik Rora yang terlihat begitu bahagia dan tertawa lepas. Dalam hati, ia bersyukur telah memberikan kesempatan kedua pada cinta mereka.
"Aku senang kita semua bisa ada di sini seperti ini," kata Ahyeon tiba-tiba. "Nggak ada lagi yang harus kita sesali atau bawa dari masa lalu."
Asa mengangguk setuju. "Aku juga belajar banyak dari semuanya. Terima kasih karena kalian semua sudah memberi aku kesempatan untuk jadi teman kalian."
.
.
.
Untuk merayakan kedamaian dan kebahagiaan baru mereka, keempatnya memutuskan untuk pergi ke pantai suatu malam. Mereka duduk di atas tikar, menikmati angin malam dan suara ombak yang menghantam pantai.
Ahyeon dan Rora duduk berdampingan, selimut besar melilit tubuh mereka berdua. Di sisi lain, Asa dan Chiquita sedang bermain pasir, membuat sketsa wajah mereka di atas pasir basah.
Rora menoleh ke Ahyeon dan memandangnya dalam-dalam. "Aku nggak tahu apa yang bakal terjadi kalau aku kehilangan kamu waktu itu."
Ahyeon tersenyum, lalu menyandarkan kepalanya di bahu Rora. "Tapi kita di sini sekarang. Itu yang penting."
Sebuah kembang api tiba-tiba meledak di langit, mengakhiri malam mereka dengan indah. Semua orang menatap ke langit sambil tersenyum, merasakan kedamaian yang memenuhi hati mereka.
Di pantai itu, di bawah langit yang dipenuhi cahaya kembang api, keempatnya tahu bahwa mereka telah berdamai dengan masa lalu dan menemukan kebahagiaan mereka masing-masing.
Rora memeluk Ahyeon lebih erat, berbisik pelan, "Aku cinta kamu."
Ahyeon tersenyum, mengecup kening Rora dengan lembut. "Aku juga cinta kamu. Selalu."
Dan malam itu menjadi awal baru yang manis bagi mereka semua, dengan cinta, kebahagiaan, dan persahabatan yang terus tumbuh.
-End-
.
.
.
Yeaayyy tamat🥳
Terima kasih buat semuanya yang sudah mengikuti cerita ini dari awal sampai akhir.
Terima kasih juga buat kalian sudah memberikan dukungannya selama proses cerita ini berlangsung.
Aku minta maaf jika ada kata atau alur yang tidak sesuai dengan harapan kalian.
Dukung terus untuk cerita aku selanjutnya yaa🫶🏻
See you next story sahabat....
Byeeee👋🏻
KAMU SEDANG MEMBACA
Artist
RomanceRora, aktris muda yang membintangi drama-drama populer dan film yang sukses secara komersial. Karismanya di layar, ditambah dengan kemampuan akting yang mendalam, membuatnya disukai oleh publik dan diakui oleh kritikus. Ahyeon, solois muda yang naik...
