HALO TEMEN TEMENN
MAAF YA AKU LAMA UPDATE😭😭
AKU UDAH KASI ALESAN KE KALIAN DI KOMEN PART SEBELUM INI, MAAFF BANGETT🙏🏻🙏🏻
OKE TANPA BASA BASI LAGI LANGSUNG AJA BACA, TANDAI JUGA KALO ADA TYPO YAA
LET'S GO!
HAPPY READING
••••
Gatra, Rajo, Vian, Fahmi, dan Odit, mereka berlima mengunjungi rumah Arka di Minggu pagi yang cerah ini. Mereka berniat mengajak Arka hangout, rasanya sudah lama sekali mereka tidak bertegur sapa dan mengobrol dengan Arka semenjak Ara dikeluarkan dari sekolah.
Entah sedang ada masalah dengan Ara ataupun lainnya, Arka menjauhi mereka bahkan sampai duduk terpisah. Setiap kali mereka mencoba mengajak mengobrol, Arka selalu berkata tidak ingin diganggu sementara waktu.
Akhirnya mereka membiarkan Arka sendiri. Namun sebagai seorang teman yang sudah menganggap Arka sebagai sahabat pun merasa tak tega melihat Arka yang seperti itu.
Maka dari itu, mereka datang ke rumah Arka untuk memperbaiki semuanya dan mencoba membantu masalah yang sedang cowok itu alami.
Pintu rumah Arka terbuka lebar menyambut kedatangan mereka. Tanpa menunggu lagi, mereka segera naik ke kamar Arka.
Di tangga, mereka berpapasan dengan Hadi yang kebetulan sedang menuruni tangga. Hadi berhenti menatap mereka bergantian. "Kalian, disuruh Arka?"
"Enggak." Jawab Gatra.
"Arka gak ada di rumah," jelas Hadi.
Mereka sontak terkejut dan saling memandang. Ke mana cowok itu pergi di waktu yang masih sangat pagi ini.
"Ke mana?" Giliran Rajo bertanya.
Hadi terdiam sejenak menatap mereka. "Kalian belum tau?" Semuanya kompak menggeleng.
Hadi menghela napasnya. "Ikut gue."
Dan berakhirlah mereka di sini, taman belakang dengan view kolam renang. Mereka duduk melingkar di meja bundar di sana.
Rasa penasaran mereka berlima semakin menggebu ketika Hadi mengeluarkan beberapa lembar kertas. Kemudia Hadi mulai menjelaskan dengan detail tentang Arka dan Ara.
Mulai dari pertemuan mereka yang melibatkan Gatra hingga masalalu Ara. Mereka semua sangat terkejut dan tak menyangka dengan pernyataan yang Hadi sampaikan disertai bukti.
Sungguh sulit dibayangkan ketika kita harus mengorbankan perasaan cintanya. Terlebih itu adalah cinta pertama.
Kembali Hadi melanjutkan cerita tentang Arka yang jatuh sakit karena mungkin beban di pikirannya. Tak sampai situ, Hadi juga menyampaikan ke mana perginya Arka sekarang dengan niatnya untuk membunuh Ara.
Lagi dan lagi mereka semua dibuat syok oleh perkataan Hadi barusan. Sepertinya Arka sudah gelap mata. Cowok itu dibutakan oleh pembalasan dendam adiknya.
"Kita susul dia sekarang." Gatra tak dapat menahan emosinya. Cowok itu berdiri diikuti keempat temannya.
"Jangan." Hadi ikut berdiri menahan Gatra.
"Kita tunggu Arka di sini, Arka gak akan mungkin berani lukain Ara. Kalo pun kita ke sana, itu cuma akan buat suasana makin keruh. Biarin dia beresin sendiri masalahnya."
"Lo semua percaya sama Arka kan?"
Semua terdiam, ucapan Hadi memang ada benarnya, mereka semua kemudian kembali duduk. Lagipula, ini memang masalah yang harus diselesaikan oleh mereka berdua.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRIPLE A
Novela Juvenil[BERESIKO MEMBUAT JANTUNG LEMAH. JANGAN BACA KALO TAKUT MATI MUDA] ••• "Mau taruhan?" "Enggak Kak, maaf" "Jadi pacar gue kalo lo kalah dari gue." "Aku nggak mau Kak," "Pilihannya cuma 'Iya'. Jadi pacar plus pindah ke sekolah gue kalo lo kalah." Pern...
