HALOO TEMEN TEMENN
AKU NEPATIN JANJI UPDATE HARI INI YAA
MOHONN SIAPKAN DIRI UNTUK KALIAN UNTUK BACA PART INI🙏🏻 + DENGARIN MULMED DI ATAS BIAR MAKIN WOWW
TANDAI JUGA KALO AKU ADA TYPO YAA
HAPPY READING
••••
✨
"Hai, gimana kabar lo Arda?"
Tubuh Ara menegang, pandangannya jatuh pada sosok bertubuh jangkung yang duduk di sofa. Jantungnya berdebar kuat kala laki-laki itu mulai berdiri menghampirinya.
Senyum miring Arka membuat Ara sedikit memundurkan tubuhnya. Senyum itu terlihat begitu menyeramkan. Sial, nyali Ara sedikit menciut ketika melihat aura berbeda yang terpancar dari wajah Arka.
Ara segera menyesuaikan mimik wajahnya. "B-baik, lo?"
Arka terkekeh pelan, kemudian tersenyum kecut. "Masih bisa nanya kabar gue?"
Suara berat Arka semakin membuat dada Ara bergemuruh, ia merasa bahwa Arka sudah tahu mengenai masalalu dirinya dan adiknya.
"Maksud lo?"
Kembali Arka terkekeh, kali ini lebih seram, laki-laki itu berani mencengkram kuat dagunya. "Lo gak buta kan, udah bikin adik gue meninggal."
Deg.
Napas Ara tercekat, ia tak menyangka Arka berkata demikian. Dengan cepat ia menepis kasar tangan Arka dari dagunya.
"Jangan sentuh gue."
"Kenapa, lo takut? Ingatan lo juga udah balik. Gak usah pura-pura lemah depan gue. Lo jago karate kan?"
Ara masih menahan amarahnya, ia tak ingin terpancing dan berujung membuatnya lepas kendali.
"Kalo gue bisa bela diri kenapa? Emang lo gak malu ngelawan cewe? Secupu ini ternyata lo. Kalo bukan karna duit, lo itu gak ada apa-apanya." Ara terkekeh pelan.
Arka salut dengan keberanian Ara yang sekarang. Sekian lama tak bertemu, perubahan Ara cukup membuatnya terasa mengobrol dengan orang lain. Meskipun begitu, tak dapat Arka sangkal bahwa ia masih menyimpan perasaan kepada Ara.
"Jadi ini jadi diri lo yang sebenernya, boleh juga."
Ara menatap Arka muak. "Mau lo apa sih? Gak usah kebanyakan basa basi."
"Tanggung jawab."
"Udah gila lo,"
"Lo yang gila. Lo bunuh adik gue!"
"Jangan fitnah, lo bisa gue tuntut."
"Gue punya bukti yang kuat. Bukan gue yang bakal ditangkap, justru itu malah lo yang melaporkan diri lo sendiri."
Ara semakin kesal dibuatnya. "Semua itu salah paham, lo gak tau kejadian sebenernya."
"Mau kejadian sebenernya kaya gimana pun, lo tetep pembunuh Ara. LO BUNUH ADIK GUE!"
"Lo gatau gimana rasanya kehilangan orang yang paling gue sayang!"
"Penantian gue bertahun-tahun selama ini berujung sia-sia!!"
"Megan udah meninggal Ra! Itu semua gara-gara lo! Lo itu pembunuh! Lo itu gapantes hidup!"
"Andai gue tau lebih cepat kalo lo yang udah bikin Megan koma, lo gak mungkin hidup sekarang Ra!!"
"Gue benci banget sama lo! Pembunuh sialan!!"
"Kenapa gue bisa jatuh cinta sama pembunuh kaya lo Ra! Bajingan!! Arrghh!!"
"DIAAMM!!"
Sudah cukup perasaan Ara terluka parah karena perkataan dan makian Arka. Hatinya semakin perih. Tanpa sadar air matanya sudah mengalir deras.
KAMU SEDANG MEMBACA
TRIPLE A
Novela Juvenil[BERESIKO MEMBUAT JANTUNG LEMAH. JANGAN BACA KALO TAKUT MATI MUDA] ••• "Mau taruhan?" "Enggak Kak, maaf" "Jadi pacar gue kalo lo kalah dari gue." "Aku nggak mau Kak," "Pilihannya cuma 'Iya'. Jadi pacar plus pindah ke sekolah gue kalo lo kalah." Pern...
