Suasana Angel's Bar yang minim cahaya dan sepi pengunjung memberi ketenangan yang Felix butuhkan. Diiringi alunan musik klasik yang mendayu, membuat Felix terhanyut dalam pikirannya sendiri. Sesekali ia menikmati koktailnya, sembari membunuh waktu menunggu seseorang yang ia tunggu.
Untungnya tak butuh waktu lama hingga sebuah suara yang ia kenali datang memecah lamunannya.
"Hai, Felix. Sudah lama kau tidak ke sini."
Felix mendongak. Pria dengan lesung pipi yang menyapanya barusan adalah Chris, atasannya yang menjabat sebagai kepala Tim HR. Felix menyambut Chris dengan anggukan dan senyum kecil sementara pria itu berjalan dan mengambil spasi kosong di kursi sebelah.
Setelah duduk barulah Chris menyadari sesuatu, "Omong-omong kenapa kau berpenampilan sebagai laki-laki?"
Ada helaan napas jengah sebelum Felix menjawab, "Banyak makhluk hidung belang yang mengganggu ketika saya jadi perempuan."
"Eh?" Chris meneleng ragu, "Itu kan bukan masalah untukmu?"
"Itu mengganggu," tukas Felix memberi penekanan. Dia tidak senang digeniti, terutama oleh mereka kaum iblis rendahan.
"Benar-benar seperti dirimu, ya." Pria itu terkekeh renyah, sembari membenarkan letak kaca matanya ia mulai memasuki percakapan inti. "Yah, pokoknya untuk beberapa waktu ke depan sepertinya kau tidak perlu melakukan konsultasi." Felix memasang raut bingung hingga Chris kemudian menyodorkan sebuah map. "Kau dipindahkan ke departemen lain. Departemen RND."
Felix menerima uluran map itu dan langsung membuka isinya. Di dalam map itu memuat laporan hasil survei yang dilakukan tim RND. Dia membaca sekilas runutan informasi yang tertera di sana.
Selagi Felix membaca, Chris menambahkan, "Belakangan ini, orang-orang yang menandatangani surat kontrak dengan iblis meningkat pesat. Itu pun kontrak ilegal yang tidak melalui pemeriksaan malaikat."
Benar. Bisa ia lihat pergerakan grafiknya semakin ke kanan semakin naik. Masih dengan mata yang terpaku pada laporan, Felix berkomentar lirih, "Itu pasti karena hidup mereka sangat sulit."
Chris menyerongkan tubuh mendekat, menunjuk ke satu titik di laporan tersebut. "Lihat. Di bagian tertentu grafiknya meningkat pesat. Ini benar-benar aneh. Akhir-akhir ini juga beredar kabar kalau Iblis Nomor 2 menghilang. Itu sejalan dengan persentase kontrak yang meningkat setelahnya."
Felix mulai menemukan benang merahnya di sini. Dia kemudian meletakkan laporan itu.
"Jadi tugas saya adalah menangkap dan membawanya kemari?"
Chris menggeleng pelan.
"Bukan."
Felix menangkap maksud lain dari tatapan Chris padanya. Dan ia yakin tugas yang akan diberikan tidak hanya sesepele mencari keberadaan iblis yang menghilang.
Percakapan keduanya hanya berlangsung singkat. Setelah Chris menyampaikan tugas untuk Felix, pria itu pergi meninggalkan bar.
Sementara itu, setelah mendapatkan tugas baru, Felix menelaah kembali informasi tambahan yang diberikan Chris. Di tepian luar balkon gedung itu, Felix berdiri sambil memegang selembar kertas. Tak gentar akan ketinggian maupun angin malam yang menghadang. Rambut pirangnya terayun lembut oleh hembusan angin malam, sedang iris biru jernihnya terfokus pada isian kertas yang menunjukkan peta persebaran transaksi antara iblis dan manusia.
Setelah merasa cukup, dia melipat kertas itu lalu memasukkannya ke dalam saku celana. Satu hal yang kini mengganjal benak sang malaikat adalah fakta bahwa persebaran titik-titik merah itu berkumpul di sekitaran kampus Yeji.
Felix menatap jauh ke depan. Benaknya berbisik ini bukanlah hal baik. Dia harus segera melakukan sesuatu.
KAMU SEDANG MEMBACA
devil number 4 - [hhj x hyj]
Fanfiction[Devil Number 4 | Webtoon!AU | Devil!Hyunjin X Human!Yeji] Hwang Yeji, si mahasiswa miskin yang hampir putus asa pada hidupnya. Suatu hari, datang padanya seorang iblis tampan yang menawarkan kenikmatan dunia yang bisa ia genggam jika Yeji mau membu...
![devil number 4 - [hhj x hyj]](https://img.wattpad.com/cover/383141231-64-k12694.jpg)