Chapter 27

103 11 5
                                        


selamat membaca!

-------


Kehadiran Felix semalam rupanya cukup mengusik rasa penasaran Chaeyeon, terutama hubungan pria asing itu dengan pemilik rumah yang mereka tinggali ini. Jadi, di pagi hari keesokannya, saat mereka bertiga sedang sarapan, Chaeyeon membuka obrolan dengan pertanyaan,

"Omong-omong, pemilik rumah ini orang yang seperti apa?"

Pertanyaan itu sedikit membuat Yeji bingung. Kenapa tiba-tiba Chaeyeon menanyakan hal itu?

"Kemarin ada pria yang datang ke sini untuk menagih hutang," lanjutnya. Namun, sebelum Yeji sempat menjawab, Aeri yang datang dengan hasil masakannya ikut menimbrung. 

"Apa dia tampan?" 

"Hei, di situasi seperti ini bisa-bisanya itu yang kau tanyakan?" Chaeyeon menggelengkan kepala. Tapi dia lanjut menambahkan, "Yah, kalau dilihat memang tampan, sih. Seperti selebritas terkenal. Kulitnya putih, mulus seperti porselen. Tapi, apa dia orang asing, ya? Rambutnya betulan pirang."

Saat itu, Yeji langsung mengenali sosok pria yang dimaksud Chaeyeon adalah Felix. Sepertinya semalam gadis itu tidak sengaja melihat wujud malaikat itu.

"Dia bilang dia ke sini untuk menagih hutang pada pemilik rumah. Tapi kalau dia meminta uang pada orang yang punya rumah sebesar ini maka hanya ada dua kemungkinan: pemilik rumah ini memang punya banyak hutang atau dia adalah penipu."

"Hei, mana mungkin!" sanggah Aeri tidak percaya.

Chaeyeon keukeuh menjawab, "Tapi semalam aku kepikiran sampai tidak bisa tidur, tahu!"

"Ah, kau ini. Katamu mereka berdua sama-sama tampan, kalau begitu, ya sudah semuanya beres," kekhawatiran tak berarti Chaeyeon itu ditimpali dengan candaan ringan oleh Aeri.

"Memang kalau tampan, semua masalah beres apa?"

"Tentu saja. Semua permasalahan 50 % beres kalau wajahmu rupawan."

"Atau jangan-jangan pemilik rumah ini dan orang itu bekerja sama untuk menipu orang lain?" Chaeyeon sepertinya tidak menyerah untuk membuat teorinya sendiri.

"Ah, sudahlah. Ucapanmu makin ke mana-mana. Makan saja sarapanmu dengan tenang, Chaeyeon."

Perdebatan kecil itu berakhir setelah Chaeyeon disumpali nasi oleh Aeri agar diam. Setelahnya mereka makan dengan tenang, namun saat itu tak sengaja Yeji melihat Winter yang sedang melintas di ruang lain. Selintas Yeji bertatapan dengan malaikat itu tanpa disadari oleh kedua temannya. Wanita itu hanya tersenyum dan mengisyaratkan Yeji untuk jangan menghiraukan kehadirannya.


.

.

.


Libur akhir semester sudah resmi dimulai.

Setelah sarapan, Yeji kembali ke kamarnya untuk kemudian berakhir melamun di meja belajarnya. Gadis itu menopang kedua pipi. Pikirannya berkelana memikirkan apa yang harus dia lakukan ketika tak ada lagi jadwal perkuliahan untuk hari ini dan dua bulan ke depan.

Biasanya, untuk mengisi waktu selama liburan ia akan sibuk kerja sambilan. Uang yang dikumpulkannya selama periode itu dia gunakan untuk biaya hidup, biaya masuk semester ganjil, dan mencicil pinjaman mahasiswanya. Tapi, sekarang setelah iblis itu memfasilitasi segala kebutuhannya, dia tidak perlu risau lagi memikirkan itu semua. Alhasil, ketika akhirnya dia punya banyak waktu luang, Yeji bingung harus melakukan apa.

devil number 4 - [hhj x hyj]Tempat cerita menjadi hidup. Temukan sekarang