Pintu kefe dia buka dengan tenaga terakhirnya setelah semuanya dikerahkan untuk berlarian mengejar waktu. Semalam Yeji memimpikan wanita itu lagi. Kali ini ia berlagak menyerupai ibunya. Menyisir rambut panjang Yeji dengan sapuan lembut yang familier. Yeji ingin tahu siapa dan mengapa wanita yang akhir-akhir ini mendatanginya lewat mimpi. Ia ingin tahu apa maksud kedatangannya selama ini. Lalu, ketika ia menoleh ke belakang pada wanita itu, hanya seringaian yang ia dapat. Dan ketika mulutnya hendak bersuara, mimpinya berakhir begitu saja.
Mimpi itu bagai gurauan teka-teki. Kemunculan wanita itu seolah mengajaknya bercanda, mengolok-oloknya tiap dia terlelap, muncul hanya untuk membuat Yeji bertanya-tanya. Ketika Yeji memikirkannya usai terbangun, ia tersadar langit sudah terang. Matahari seperti sudah menggantung gagah di peraduannya. Jadi, pagi itu dia lewatkan dengan tergesa-gesa. Takut keterlambatannya akan dimarahi oleh sang bos. Namun, ketika sampai di kafe, yang dia temukan justru Nomor 4 yang telah kembali bugar tengah menyesap kopi di spot favoritnya. Pria itu mengalihkan pandangannya dari tablet, menyadari kehadiran Yeji yang datang lebih lambat dari biasanya.
"Maaf aku terlambat," ujar Yeji setelah napasnya kembali normal.
Nomor 4 tersenyum pelit. "Terlambat apanya? Lihat sekitarmu. Sepi." Perkataannya berhasil membuat Yeji menyadari di ruangan itu hanya ada mereka. "Sekarang akhir semester dan semua mahasiswa pergi. Jadi, kafe ini akan sepi pelanggan."
Benar juga, batin Yeji. Tiap libur semester biasanya para mahasiswa memilih pulang kampung atau menghabiskan waktu di rumah. Yeji yang tak punya tujuan atau agenda lain tentu tidak termasuk ke dalam dua pilihan itu. Dia harus bekerja untuk menyambung hidup. Membenarkan cangklongan tasnya yang melorot, gadis itu kemudian melangkah masuk. Namun, sebelum langkahnya jauh melewati Nomor 4, pria itu kembali bersuara,
"Kau juga harusnya balik tidur saja sana. Kau pasti kelelahan kan karena belajar untuk ujian." Perkataannya itu diucap dengan wajah datar meski apa dikatakannya mengandung perhatian. Yeji bingung harus merespons bagaimana, jadi dia hanya separuh mengangguk dan mengelim senyum.
Di saat itu pula, Soobin muncul di area pantri dengan kardus di tangannya. "Oh, Yeji, kau sudah datang rupanya."
Yeji tersenyum setengah bersalah lalu menghampiri rekan kerjanya itu. "Iya, maaf ya aku telat."
Pemuda jangkung itu menaruh kardusnya ke dalam lemari gantung dengan mudahnya. Dia lalu menyahut santai, "Bukan masalah. Lagi pula hari ini sepi tidak ada pelanggan." Setelahnya dia berbalik, memberi Yeji senyum berlesung pipi khasnya. "Selama ini kau hampir tidak bisa beristirahat karena kuliah sambil kerja. Apa tidurmu nyenyak? Tidak capek?"
"Tidurku nyenyak, kok. Jangan khawatir."
"Syukurlah kalau begitu." Soobin mengangguk lega. Tiba-tiba dia teringat sesuatu. "Oh, ya. Soal jalan-jalan yang kita rencanakan waktu itu ..."
"Ah, benar. " Yeji teringat Soobin pernah mengajaknya jalan-jalan ke pantai saat libur semester akhir tiba.
"Katanya Chaewon dapat pinjaman rumah di sekitar pantai dari kenalannya, tapi sayang sekali waktunya bertepatan dengan natal. Menurutmu bagaimana?"
"Memangnya ada yang salah?"
Mendadak Soobin tersenyum sipu. "Itu kan hari yang istimewa. Biasanya orang-orang akan menghabiskan malam natal dengan orang yang, yah kau tahu ..." Soobin menatap Yeji dengan kuluman senyum. "... spesial."
Namun, Yeji yang tidak peka menangkap maksud implisit Soobin dengan lugunya berkata, "Bukannya bagus? Ini pertama kalinya aku menghabiskan waktu dengan teman-teman terdekat—
"Ini pertama kalinya saya bermain bersama orang lain, Nona."
Sepotong kalimat yang bernada serupa tiba-tiba terngiang di kepala Soobin. Dia terpaku. Apa ini? Rasanya seperti déjà vu. Seperti dia pernah mengatakannya sendiri. Tapi kapan? Pada siapa? Aneh. Sungguh aneh.
KAMU SEDANG MEMBACA
devil number 4 - [hhj x hyj]
Fiksi Penggemar[Devil Number 4 | Webtoon!AU | Devil!Hyunjin X Human!Yeji] Hwang Yeji, si mahasiswa miskin yang hampir putus asa pada hidupnya. Suatu hari, datang padanya seorang iblis tampan yang menawarkan kenikmatan dunia yang bisa ia genggam jika Yeji mau membu...
![devil number 4 - [hhj x hyj]](https://img.wattpad.com/cover/383141231-64-k12694.jpg)