Sagara keluar dari kamar mandi setelah menyelesaikan mandinya, dia menatap ke arah blankar Murni. Ia lega melihat istrinya itu yang sudah tidak sepucat semalam, sudah ada rona pada wajah cantik itu.
Sagara sungguh lega melihatnya, walau tetap ada sebuah ketakutan dalam dirinya. Tentang kondisi istrinya.
Murni yang sedang memakan potongan apel pun menoleh kala Sagara duduk di bangku samping tempatnya berbaring. Namun keduanya bungkam, menciptakan suasana hening yang panjang, Sagara bingung harus darimana dia mulai bercerita.
"Murni, aku minta maaf kalau aku mengecewakan kamu. Aku hanya bingung harus darimana aku mulai cerita dan menjelaskannya ke kamu, satu hal yang pasti apapun yang kamu lihat kemarin itu adalah kesalahpahaman. Gak ada yang terjadi antara aku dan Kevin, kemarin aku..."
Sagara mulai menceritakan detail tentang kejadian kemarin, semua dia ceritakan tanpa ada yang terlewat sedikitpun, termasuk awal mula saat Kevin menghubunginya.
"Kamu percayakan sama aku?" Tanya Sagara penuh harap setelah dia selesai menceritakan segala detail hari itu pada Murni.
Murni menatap sendu pada wajah suaminya, dia tidak tau harus memberi respon seperti apa. Dia menaruh piring berisi potongan apel itu di nakas, Murni sudah tidak berminat untuk memakannya.
"Selama ini aku selalu memberikan cinta yang tulus untuk kamu mas dan berharap suatu saat cinta itu akan terbalas, aku gak pernah nyerah walau kamu mendorong aku sejauh mungkin bahkan ke dekat jurang sekalipun, karna aku ingin kamu kembali pada kodrat kamu yang seharusnya, meski berkali-kali aku dikecewakan, aku tetap menaruh harap ke kamu. Tapi kemarin aku merasa kamu membunuh semua hal yang aku berikan ke kamu." Murni berkata dengan nada sendu dan lirih membuat perasaan Sagara semakin tak karuan.
Murni memalingkan wajah, menatap kosong ke arah dinding di depan sana.
"Kamu membunuh kepercayaanku." Kalimat lirih dan dingin itu seolah meruntuhkan dunia Sagara, dia sadar Murni sudah sangat kecewa padanya. Sagara menyesal, sungguh. Harusnya sedari awal dia jujur pada istrinya, harusnya dia tegas pada pilihannya.
Tapi nasi sudah menjadi bubur, semua yang sudah terjadi tidak bisa dia putar mundur. Sagara hanya mampu tertunduk dan mencoba menyakinkan Murni bahwa saat ini dia sudah mantap untuk melanjutkan hidup bersama Murni, istrinya.
"Tolong percaya sama aku, aku gak berniat membohongi kamu. Kemarin aku menemui Kevin untuk mengakhiri segala hal yang terjadi diantara kami, aku dan dia bahkan belum membuka obrolan, aku gak tau kamu akan datang melihat semua hal yang pada akhirnya menciptakan kesalahpahaman ini."
Sagara menggenggam tangan Murni, mencoba untuk membuat wanita itu percaya padanya.
"Aku mohon maafin aku, aku tau, gak mudah bagi kamu untuk kembali percaya sama aku. Tapi apa yang aku ceritakan adalah faktanya, aku gak berniat kembali sama Kevin, aku justru ingin mengakhirinya. Karna aku ingin memulai kehidupan baru yang lebih baik sama kamu."
Sagara mendongak dan Murni bisa melihat mata yang biasanya menatap datar padanya itu kini dipenuhi oleh cairan bening, Sagara menangis.
"Aku gak mau kamu ninggalin aku, aku mau kamu tetap disisi aku Murni, aku mohon percaya sama aku" Lirih Sagara.
Tangan Murni terulur, mengusap setetes airmata suaminya dengan perlahan.
"Aku selalu memaafkan kamu, tapi rasa kecewa karna kebohongan kamu kemarin agak sulit untuk aku hilangkan. Aku percaya sama kamu mas, tapi bolehkan kalau aku merasa kecewa karna kamu memilih untuk berbohong dan menyembunyikan hal sepenting itu dari aku? kalau dari awal kamu memilih jujur, aku akan mengerti mas."
Sagara terisak mencium tangan istrinya dengan penyesalan mendalam.
"Aku janji, ini terakhir kalinya aku berbohong sama kamu, aku akan lebih terbuka sama kamu, untuk urusan apapun itu. Aku mohon jangan tinggalin aku dan tolong percaya aku." Lirih Sagara, Murni menjadi tidak tega melihatnya, tadinya dia ingin memberi Sagara sedikit pelajaran.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY PERFECT WIFE
RomanceSLOW UPDATE ❗❗❗ Sagara Tanubrata adalah pria berumur 29 tahun yang mengalami kelainan seksual. Dia pecinta sesama jenis, banyaknya rumor yang beredar membuat perusahaan keluarganya terancam bangkrut. Orangtuanya sudah kehabisan cara untuk mengubah a...
