Tidak terasa 2 minggu sudah Laras bekerja di kantor Sagara, selama bekerja dia diperlakukan dengan baik. Kadang dia juga menggantikan Kenzo untuk menemani Sagara saat ada meeting di luar, ketika Kenzo sedang mengurusi hal lain.
Selama itu pula Laras sadar bahwa cara kerja dan gaya hidup Sagara sudah banyak berubah, lelaki itu menjadi lebih berwibawa dan memiliki pembawaan tenang saat menghadapi koleganya, tidak seperti dulu, yang Laras tau Sagara akan gugup dan menelponnya jika dia butuh semangat agar proses meeting berjalan lancar, tidak henti-hentinya juga lelaki itu memaki dirinya yang tidak percaya diri karna menganggap dia berbuat banyak kesalahan saat meeting sehingga kurang bisa menggaet keloganya.
Namun sekarang semua sudah berubah, Sagara sudah semakin dewasa dan layak untuk memimpin, auranya sangat cocok dengan posisinya saat ini. Ternyata dua tahun berlalu cukup membuat Sagara semakin berkembang, saat meninggalkan Sagara dulu, Laras berpikir siapa yang akan menenangkan lelaki itu jika gugup saat akan menghadapi kolega? siapa yang akan dia mintai tolong untuk bisa berdiskusi tentang bagaimana cara agar kolega mau berkerjasama dengannya tanpa merasa ragu?
Tapi ternyata keraguan dan pertanyaan itu terjawab sudah sekarang, Sagara bisa mengatasinya dan justru semakin hebat sekarang, lebih hebat dari yang Laras duga, itu artinya kehidupan Sagara setelah dia tinggalkan pun tetap baik-baik saja. Dia sudah banyak berkembang.
"Pagi pak." Sapa Laras ketika melihat Sagara datang melewati meja nya dan hanya dibalas anggukan oleh pria itu, tak lama Kenzo menyusul. Laras mendefinisikan Kenzo sebagai pria paling kaku yang pernah dia temui, lelaki itu tidak pernah tersenyum selama Laras bekerja disini.
Hanya bicara seperlunya dan tak pernah banyak komentar ketika Sagara memberi pekerjaan yang menurut Laras cukup banyak dan bisa membuat otak manusia normal pusing. Tapi pria itu terlihat biasa saja malah terlihat dia seperti menikmati pekerjaan apapun yang diberikan padanya. Kadang Laras heran terbuat dari apa sebenarnya lelaki ini?
"Saras, tolong data kemarin yang saya kasih ke kamu kirim ke saya sekarang juga ya, itu materi untuk rapat hari ini, udah selesai kan?" Ucap Kenzo membuyarkan lamunan Laras tentangnya.
"Sudah pak, akan saya kirim segera."
Kenzo mengangguk singkat kemudian memasuki ruangannya, Laras menghembuskan nafas lega. Entah kenapa aura Kenzo menurutnya sangatlah menakutkan membuatnya merasa merinding ketika berada didekatnya. Terasa seperti pria itu bisa mengulitinya bahkan hanya dengan tatapan matanya saja.
******
Siang hari pada pukul 12.30 waktu yang seharusnya digunakan untuk makan siang namun tidak digunakan oleh 3 orang yang sedang berkutat pada pekerjaan mereka.
Rapat selesai 30 menit yang lalu namun mereka-- Laras, Kenzo dan Sagara, masih berkutat pada hasil rapat yang baru saja dibahas. Banyak yang harus mereka revisi, namun Sagara menjadi orang pertama yang membuka suara.
"Saya rasa kita sudah bisa istirahat sekarang, nanti dilanjut lagi." Mendengar titah itu, Laras dan Kenzo mulai membereskan barang-barang mereka kemudian segera bergegas keluar ruangan.
Namun karna terlalu terburu akibat lapar yang sudah mendera, Laras terpeleset kakinya sendiri membuat Sagara yang berjalan tidak jauh darinya spontan menahan tubuh Laras agar tidak terjatuh.
Laras terkejut tentu saja, ini kontak fisik pertama antara dirinya dan Sagara, jujur saja Laras merasa jantungnya berdetak kencang sekarang, ternyata hatinya masih mengenali kepada siapa dia pernah menjatuhkan hati dulu. Mereka bertatapan cukup lama sampai sebuah suara lembut menghentikan tatapan itu, lebih tepatnya tatapan intens Laras pada Sagara.
"Mas," Sapaan itu membuat mereka bertiga menoleh pada sumber suara, Laras melihat seorang wanita dengan paras yang begitu cantik dan anggun berdiri di depan mereka sambil membawa sebuah tas bekal di tangannya dengan menggunakan dress berwarna soft pink floral dibawah lutut, wajah itu sangatlah teduh dengan senyum tipisnya, Sagara melepaskan Laras setelah memastikan wanita itu sudah berdiri dengan benar.
KAMU SEDANG MEMBACA
MY PERFECT WIFE
RomanceSLOW UPDATE ❗❗❗ Sagara Tanubrata adalah pria berumur 29 tahun yang mengalami kelainan seksual. Dia pecinta sesama jenis, banyaknya rumor yang beredar membuat perusahaan keluarganya terancam bangkrut. Orangtuanya sudah kehabisan cara untuk mengubah a...
