Sagara mencari keberadaan Murni, pagi itu biasanya setelah selesai mandi dia akan menemukan Murni yang menyiapkan pakaiannya. Namun, pagi ini dia hanya menemukan pakaiannya yang sudah tertata rapih di atas kasur.
Apa Murni sedang menyiapkan sarapan di dapur?
Bukannya Sagara sudah jelas melarang perempuan hamil itu untuk menyentuh dapur, tapi Sagara tidak heran jika Murni sedikit bandel dengan titah yang satu itu sebab Murni memang sangat menyukai berada di dapur dan membuat berbagai hidangan.
"Sayang,," Panggil Sagara ketika dia sudah berada dilantai bawah, namun yang ditemukan di dapur hanyalah beberapa pekerja yang sedang menata makanan di meja makan. Lalu dimana istri mungilnya itu?
"Kalian liat istri saya?" Tanya Sagara pada beberapa pelayan membuat mereka menghentikan aktivitas dan menundukkan kepala,
"Tadi saya melihat nyonya sedang berjemur di halaman depan, tuan." Ujar salah satu pelayan pada Sagara, sang tuan mengangguk dan menyuruh mereka kembali melanjutkan pekerjaan sebelum akhirnya melangkah untuk menemui istri tercintanya.
Sagara membuka pintu utama dan melihat Murni sedang menyiram tanaman tanpa menggunakan alas kaki, dress tidur berwarna putih sebatas lutut itu terlihat pas ditubuh mungilnya. Sagara seperti melihat seorang peri bunga sangking terpesonanya akan kecantikan istrinya apalagi sinar matahari yang menerpa wajahnya menambah kesan bersinar ditubuh mungil itu.
"Cantik sekali." Gumamnya, kemudian melangkah mendekati Murni.
"Sayang," Mendengar panggilan itu sontak Murni menghentikan kegiatannya dan menoleh cepat pada sumber suara yang berdiri tak jauh darinya, namun karna terkejut tangan Murni yang sedang memegang selang air tanpa sengaja mengenai Sagara membuat baju serta setengah celana pria itu terkena cipratan air.
"Astaga! Mas, maaf." Murni mematikan selang air dan mendekati Sagara yang syok karna mendapat serangan tiba-tiba.
"Aduhh maaf mas, lagian kamu ngapain sih muncul tiba-tiba gitu, ngagetin tau." Ucap Murni ketika sudah berada dekat dengan Sagara yang masih memasang wajah terkejutnya. Lelaki itu meliriknya singkat kemudian tangannya mengibas bajunya yang basah, hah! Sagara harus ganti baju lagi kalau begini jadinya, harusnya tadi dia memanggil Murni dari jauh saja.
Sepertinya Sagara akan telat berangkat ke kantor.
"Habis kamu sih dari tadi aku cariin juga, biasanya juga nungguin aku selesai mandi. Ini main ngilang aja, aku mana tau akhirnya bakal kena siram gini."
Bukannya membujuk Sagara agar tidak marah, Murni malah tertawa. Mengingat hal konyol yang baru saja terjadi dan Sagara yang melihat tawa manis itu malah jadi ikut tertawa karna nya, walau sebenarnya dia masih agak kesal mendapat siraman air di pagi hari. Bukan siraman rohani lho ya readers.
Melihat tawa itu kekesalan Sagara agak mereda ya lagipula dia mana bisa marah terlalu lama pada Murni. Dia terlalu menggemaskan untuk mendapatkan amarah darinya.
"Yaudah mas, ganti baju lagi aja. Nanti kamu masuk angin lho, gih sana ke kamar."
"Padahal aku cuma mau pamit sama kamu, sekalian minta sarapan aku dibuat bekal aja soalnya buru-buru. Malah jadi begini, ini sih sama aja telat juga aku jadinya," Keluh Sagara yang membuat Murni terkekeh.
"Itu artinya kamu gak diijinkan untuk ngebiarin aku sarapan sendirian, Tuhan selalu tau apa yang di mau setiap umatnya. Contohnya ini nih, aku emang mau sarapan sama kamu setelah nyiram tanaman, siapa sangka Tuhan denger apa yang aku mau."
Mereka mulai melangkah memasuki rumah sambil bergandengan tangan.
"Percaya banget kamu sama Tuhan, kalau emang iya Tuhan bisa mendengar keinginan setiap umatnya kenapa pas aku minta untuk ibu dan ayah gak berpisah. Tuhan gak kabulin itu?"
KAMU SEDANG MEMBACA
MY PERFECT WIFE
RomanceSLOW UPDATE ❗❗❗ Sagara Tanubrata adalah pria berumur 29 tahun yang mengalami kelainan seksual. Dia pecinta sesama jenis, banyaknya rumor yang beredar membuat perusahaan keluarganya terancam bangkrut. Orangtuanya sudah kehabisan cara untuk mengubah a...
