Part 39

13.3K 247 6
                                        

Laras mengikuti langkah kedua pria tampan yang sedang mengobrol di depannya itu, tadi setelah mendengar teguran Sagara, baik dia maupun lelaki yang belum dia tau namanya itu langsung memisahkan diri.

Laras sempat tertegun melihat Sagara yang semakin tampan dan segar, agak jauh berbeda dengan dua tahun lalu. Laras merasa tubuh yang dulu agak kurus itu semakin berotot dan jangan lupakan senyum yang dulu sangat jarang terpatri itu, kini selalu tersungging.

Nampaknya kehidupan Sagara sudah lebih baik, mungkin berkat wanita yang sekarang menjadi istrinya? Laras menjadi penasaran bagaimana rupa wanita yang sudah berhasil mencuri hati Sagara, pasti dia menjadi wanita yang sangat istimewa dalam hidup Sagara. Bahkan mungkin melebihi yang Laras rasakan...dulu.

Tadi setelah Laras dan lelaki itu memisahkan diri, Sagara bertanya ada keperluan apa Laras datang karna wajahnya terlihat asing di mata lekaki itu, lalu setelah menyebutkan alasan bahwa ia datang untuk melamar pekerjaan sebagai asisten pribadi dari seseorang bernama Kenzo, lelaki yang tadi tak sengaja dia tabrak berkata untuk mengikuti mereka, lebih tepatnya keruangan Sagara.

"Jadi siapa nama kamu?" Sagara bertanya ketika mereka sudah duduk dalam ruangan lelaki itu, hah! Laras merindukan tempat ini, dulu sewaktu masih menjadi kekasih Sagara mereka sering menghabiskan waktu didalam ruangan ini, untuk berbincang atau dia yang mengantar makan siang untuk Sagara.

Namun dengan cepat Laras membuyarkan pikiran itu, dia harus ingat bahwa Sagara sudah bukan miliknya.

"Nama saya Saraswati, ini CV saya bisa dilihat terlebih dahulu, pak." Laras menyodorkan map coklat berupa biodata dan surat lamarannya.

Laras melirik lelaki yang tadi dia tabrak berdiri disamping Sagara dengan wajah datarnya, jantung Laras berdegup kencang kala lelaki itu mendekat pada Sagara dan mereka sama-sama melihat biodata Laras.

Kemudian lelaki itu meliriknya sekilas, sebelum akhirnya kembali pada posisi semula.

"Melihat biodata kamu, sepertinya kamu gak akan kesulitan sama pekerjaan ini dan kamu bukan hanya bekerja untuk saya tapi juga untuk dia, nama yang tadi kamu sebutkan, Kenzo. Dia yang membutuhkan seorang asisten, jadi kamu akan lebih banyak bersama dia dibanding dengan saya."

Kenzo, nama lelaki itu, Laras ingat bahwa Kevin pernah menyebut nama lelaki itu sebagai seseorang yang cukup berbahaya untuk didekati, sebab selain pintar dan cekatan, Kenzo punya daya ingat yang kuat serta mudah curiga pada satu hal, itu juga yang menjadi alasan Sagara menjadikannya sebagai tangan kanan, Kevin pun memintanya untuk berhati-hati jika berhadapan dengannya.

Tapi bagaimana caranya Laras untuk tidak dekat-dekat dengan lelaki itu sedangkan sekarang dia harus bekerja untuknya?

"Nanti tugas kamu akan dijelaskan lebih detail sama Kenzo,"

"Apa itu artinya saya diterima pak?" Laras terkejut tentu saja, memang sih basic akademik dan pengalaman pekerjaan yang Kevin buat menjadi nilai plus untuk pekerjaan yang Laras lamar ini, ya memang Laras punya basic seperti itu saat memimpin perusahaan sang ayah dulu.

"Ya, melihat kualifikasi kamu yang memenuhi syarat, jadi kamu diterima di perusahaan ini, lagipula kami butuh cepat seorang asisten karna pekerjaan sedang menumpuk dan Kenzo butuh bantuan untuk mengerjakan itu."

Entah ini kabar baik atau buruk, namun ekspresi wajah Laras mengatakan bahwa dia agak keberatan dengan diterimanya dia bekerja disini. Itu artinya akan memuluskan rencana jahat Kevin, meski dia berada dipihak Kevin tapi Laras sangat tidak ingin lelaki itu menang. Sebab dia merasa terlalu banyak dosa yang dia buat pada Sagara, melihat lelaki itu yang sudah banyak berubah dan lebih hidup, Laras tidak tega menghancurkan semua itu.

MY PERFECT WIFECerita yang bikin terobses. Temukan sekarang